Siswi SMP Bunuh Guru PPPK, Pelaku Kabur Bersama Orangtuanya, Polisi Beberkan Motif Kejahatan
Eko Setiawan June 15, 2026 09:07 PM

TRIBUNBATAM.id, OKU SELATAN - Seorang siswi SMP menikam guru PPPK hingga tewas. Aksi penikaman tersebut terjadi di sebuah rumah milik korban.

Pelaku diketahui berinisial YS, daia merupakan seorang gadis yang merupakan pelajar SMP.

Siswi SMP nekat membunuh seorang guru PPPK. Tindakan itu dilakukan karena pelaku ketahuan masuk ke dalam rumah korban.

Di rumah tersebut, pelaku hendak melakukan aksi pencurian. 

Kini, pelaku berinsial YS (16), yang masih berstatus siswi kelas I SMP di OKU Selatan ini pun sedang diburu polisi.

YS diduga kuat telah membunuh Sri Khodijah (47), seorang guru SD berstatus PPPK yang tinggal di perumahan Kecamatan Buay Pemaca, OKU Selatan, Sumatera Selatan.

Terduga pelaku membunuh korban karena untuk menghilangkan jejak karena ketahuan mencuri.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (9/6/2026) sekira pukul 09.00 WIB.

Saat itu korban baru pulang ke rumahnya dan mendapati seorang pelajar perempuan berinisial YS (16), yang masih berstatus siswi kelas I SMP, berada di dalam rumah korban.

Diduga pelaku masuk ke dalam rumah dengan maksud melakukan pencurian. Namun aksinya dipergoki langsung oleh korban.

Dalam kondisi panik karena keberadaannya diketahui pemilik rumah, pelaku mengambil sebilah pisau yang berada di dalam rumah dan langsung menusukkannya ke korban.

Akibat serangan itu, Sri Khodijah mengalami luka tusuk serius di bagian perut.

Meski dalam kondisi terluka, korban masih sempat keluar rumah dan meminta pertolongan warga yang berada di sekitar lingkungan sekolah.

Warga kemudian berupaya memberikan bantuan dan membawa korban ke RSUD Muaradua untuk mendapatkan penanganan medis.

Karena kondisi luka yang cukup parah, korban selanjutnya dirujuk ke rumah sakit di Palembang.

Namun setelah menjalani perawatan selama dua hari, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Korban pun dinyatakan meninggal akibat luka tusuk yang dialaminya.

Kapolsek Buay Pemaca, Ipda Redi Saputra menyebut, identitas pelaku telah diketahui dan saat ini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

"Peristiwa terjadi saat korban pulang ke rumah dan mendapati pelaku berada di dalam rumahnya."

"Diduga karena panik aksinya diketahui, pelaku melakukan penusukan terhadap korban," ujar Ipda Redi Saputra seperti dilansir dari TribunSumsel.com, Senin (15/6/2026).

Pihaknya menjelaskan, korban sempat mendapatkan perawatan medis di Muaradua sebelum akhirnya dirujuk ke Palembang. 

"Saat ini anggota masih melakukan pencarian dan pelacakan keberadaan pelaku. Rumah orangtuanya juga sudah kami datangi untuk kepentingan penyelidikan," pungkasnya.

Kapolsek menambahkan, dari hasil penyelidikan sementara, pelaku belum sempat membawa barang apapun dari rumah korban sehingga dugaan pencurian tersebut belum sempat selesai dilakukan.

Saat ini Polsek Buay Pemaca bersama Satreskrim Polres OKU Selatan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku. 

Polisi juga telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi, mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau sepanjang sekira 35 sentimeter.

Kasus tersebut dilaporkan melalui LP/B/10/VI/2026/SPK/SEK BUAY PEMACA/RES OKUS/POLDA SUMSEL tertanggal 9 Juni 2026.

Pelaku disangkakan melanggar Pasal 466 Ayat (3) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kabur Bersama Orangtuanya

Kapolsek Buay Pemaca, Ipda Redi Saputra mengatakan, identitas pelaku telah diketahui berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan para saksi.

Namun hingga kini pelaku belum ditangkap karena diduga telah melarikan diri bersama kedua orangtuanya.

Adapun korban bernama Sri Khodijah dinyatakan meninggal pada Kamis (11/6/2026) pasca mendapatkan perawatan di rumah sakit selama dua hari.

Korban yang mengalami luka serius masih sempat keluar rumah untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Selanjutnya korban dilarikan ke RSUD Muaradua sebelum dirujuk ke salah satu rumah sakit di Palembang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Namun setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa hari, Sri Khodijah dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (11/6/2026).

Saat polisi mendatangi rumah pelaku, namun bersama kedua orangtuanya sudah tidak berada di lokasi.

Polisi memastikan proses pencarian masih terus dilakukan untuk mengungkap kasus yang berawal dari dugaan tindak pidana pencurian dan berujung pada meninggalnya seorang guru tersebut. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.