Apa itu GPS PBX Finder? Alat Pelacak yang Ditemukan Mantan Ketua BEM UGM Tiyo di Mobilnya
Torik Aqua June 15, 2026 09:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Apa itu PBX Finder, alat pelacak yang ditemukan oleh Mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2025, Tiyo Ardianto.

Alat itu menjadi sorotan setelah Tiyo Ardianto mengunggah video penemuan benda yang diduga alat pelacak alias tracker tersebut di bawah mobil yang ia gunakan.

Perangkat yang disebut sebagai PBX Finder itu memunculkan pertanyaan mengenai cara kerja GPS tracker serta kemungkinan pemasangannya tanpa sepengetahuan pemilik kendaraan.

Ahli kemudian menjelaskan bahwa sejumlah alat pelacak berukuran kecil memang dirancang agar sulit ditemukan.

Baca juga: Sosok Tiyo Ardianto, Mantan Ketua BEM UGM yang Temukan Alat Pelacak di Mobilnya

Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Tiyo tampak memeriksa bagian kolong mobil.

Saat melakukan pengecekan, ia menemukan sebuah benda yang menempel pada rangka bawah kendaraan. Perangkat tersebut kemudian diperlihatkan ke kamera.

Tiyo menyebut benda yang ditemukannya merupakan alat pelacak bernama PBX Finder.

Unggahan tersebut langsung menarik perhatian publik dan memunculkan berbagai pertanyaan mengenai fungsi alat tersebut, bagaimana cara kerjanya, hingga apakah perangkat serupa dapat dipasang pada kendaraan tanpa sepengetahuan pemilik.

GPS mobil sebenarnya kerap menjadi perangkat wajib bagi sebagian besar jasa rental mobil.

Alat pelacak ini digunakan untuk memantau lokasi kendaraan secara real-time, mencegah pencurian, hingga memastikan penyewa mematuhi batas wilayah yang disepakati.

Jenis GPS pada mobil berbeda-beda, misalnya AirTag atau PBX Finder yang bisa terdeteksi oleh sinyal bluetooth iPhone. Ini merupakan alat pelacak dengan model wireless.

SOSOK - Tiyo Ardianto saat menunjukan teror dalam bentuk pesan yang masuk ke handphonenya, Jumat (13/02/2026). Sosok Tiyo Ardianto, mantan Ketua BEM UGM yang temukan alat pelacak di mobilnya.
SOSOK - Tiyo Ardianto saat menunjukan teror dalam bentuk pesan yang masuk ke handphonenya, Jumat (13/02/2026). Sosok Tiyo Ardianto, mantan Ketua BEM UGM yang temukan alat pelacak di mobilnya. (kolase/Kompas.com)

Sulit Terdeteksi

Ketua umum rental mobil Indonesia (KOREMBI), Mohamad Baihaki mengatakan, meski terdeteksi oleh bluetooth ponsel iPhone, namun GPS ini ukurannya kecil, sehingga akan sulit dicari di mana letaknya.

"Meskipun terdeteksi oleh bluetooth iPhone tapi harus dicari lumayan sulit karena barangnya kecil," katanya saat dihubungi oleh Kompas.com, Minggu (14/6/2026).

Lebih lanjut, bentuk GPS PBX Finder dirancang mungil agar tidak mudah ditemukan saat oleh orang lain (selain yang memasang alat tersebut).

Tidak hanya merek Apple, GPS jenis ini ada juga tipe Android.

GPS PBX Finder

GPS PBX Finder disebut oleh Mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto.

Dirinya mengaku menemukan alat pelacak atau GPS tracker yang terpasang secara diam-diam di bagian bawah mobil pribadinya.

Kejadian ini diceritakan olehnya lewat video yang dibagikan pada Instagram @tiyoardiyanto_.

Pada video tersebut dinarasikan, penemuan alat warna hitam dengan bentuk kotak tersebut terjadi usai dirinya vokal menyuarakan kritik dan memimpin aksi demonstrasi bertajuk Gejayan Memanggil di Yogyakarta.

Namun, tidak diketahui siapa yang memasang alat tersebut di mobilnya, Tiyo merasa mendapat pengintaian.

Tiyo juga menjelaskan kronologi temuan GPS tersebut karena muncul notifikasi di ponselnya.

Lebih lanjut, pada ponsel iPhone dengan bluetooth yang menyala, notifikasi Air PBX Finder akan muncul bila memindai sinyal mencurigakan di sekitarnya.

Misalnya ada alat pelacak fisik yang diletakkan di dekat ponsel tersebut.

Jenis GPS Mobil

Baihaki berpendapat, secara visual benda yang ada di video unggahan Tiyo terlihat seperti GPS model portable.

"Dari video yang saya lihat. Yang ditempel di mobil tersebut adalah GPS Portable. Di mana pada perangkat tersebut ada kartu GSM, di mana mobil tersebut arah ke mana saja maka akan diketahui posisinya. Dan deviasi jarak di radius kurang lebih 5 - 20 m, tergantung dari jenis perangkat GPS tersebut," katanya.

Baihaki menjelaskan, untuk GPS mobil tipe portable tidak bisa terdeteksi oleh bluetooth iPhone.

Alat tersebut dilengkapi baterainya yang di-charge yang bertahan kurang lebih 10 - 30 hari.

Lantaran di ponsel Tiyo muncul notifikasi sinyal AirTag, Baihaki menyarankan agar GPS berbentuk kontak tersebut segera dimatikan.

Lalu periksa apakah masih ada notifikasi AirTag atau tidak.

Bila masih ada, harus dicari dengan teliti di mana letak AirTag tersebut disembunyikan.

Sosok Tiyo

Berikut ini sosok Tiyo Ardianto, Mantan Ketua BEM KM UGM yang menjadi sorotan setelah menemukan alat pelacak di mobilnya.

Aktivis mahasiswa asal Kudus itu menyebut perangkat tersebut ditemukan setelah dirinya pulang dari aksi di kawasan Gejayan.

Tiyo mengaku belum mengetahui pihak yang memasang alat pengintai tersebut.

Sosoknya selama ini dikenal sebagai mahasiswa yang aktif menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah hingga mendapat respons dari sejumlah tokoh nasional.

Baca juga: Mantan Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Mobilnya: Kejadian yang Sangat Menjijikkan

Tiyo Ardianto selama ini memang identik dengan kritik keras terhadap program pemerintah yang dinilai tidak pro kepada rakyat.

Akibat sikap kerasnya, ia kerap kali menerima intimidasi. Namun hal itu tak menyurutkan perjuangannya.

Yang terbaru, ia mengaku mobilnya dipasangi pelacak.

Pengakuan Soal Mobil yang Dipasangi Alat Pelacak Misterius Sepulang dari Gejayan

Tiyo Ardianto mengatakan mobilnya dipasangi pelacak dalam sebuah unggahan video di akun Instagram pribadinya.

Dalam video tersebut, ia memperlihatkan momen saat menemukan alat pelacak yang menempel di rangka bagian bawah mobil yang dinaikinya.

Di dalam video tampak Tiyo Ardianto mengecek bagian rangka bawah mobil secara detail hingga mendapati satu benda asing.

Tiyo kemudian menunjukkan benda tersebut dan menjelaskan bahwa perangkat itu merupakan alat pelacak bermerek PBX Finder.

Saat dihubungi untuk konfirmasi, Tiyo Ardianto menyampaikan bahwa kejadian tersebut ia ketahui pada tanggal 13 Juni 2026. Mobil yang dipasangi pelacak itu sendiri ternyata bukan miliknya pribadi.

"Itu mobil saudara yang saya pinjam untuk bepergian sejak merasa tidak aman," ujar Tiyo Ardianto saat dihubungi melalui chat WhatsApp (WA), Minggu (14/06/2026) dilansir Kompas.com.

Di dalam unggahan di akun Instagramnya, Tiyo Ardianto turut menuliskan kronologi lengkap ditemukannya alat pelacak di mobil yang dinaikinya tersebut.

Berdasarkan keterangannya, keberadaan alat tersebut disadari Tiyo setelah ia pulang dari mengikuti aksi di kawasan Gejayan.

"Sepulang dari Gejayan, saya baru sadar ada notifikasi penting dan genting: sebuah alat pelacak yang bernama PBX Finder ditemukan bergerak bersama saya," tulis Tiyo dalam postingan di akun Instagramnya.

Hingga saat ini, Tiyo mengaku sama sekali tidak mengetahui siapa oknum di balik pemasangan alat pengintai tersebut.

"Saya tidak tahu siapa yang pasang alat pelacak itu. Tapi yang jelas, betapa berbahayanya menjadi manusia Indonesia yang mencintai bangsanya. Kita beri ia obat untuk penyakit-penyakitnya, tapi ia justru mencoba meracuni kita," tulis Tiyo dalam keterangan di unggahan media sosialnya.

Disemprot Eks Menpora Adhyaksa Dault karena Kritik yang Dinilai Kelewatan

Tiyo juga baru saja mendapatkan kritik dari mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Adhyaksa Dault, meluapkan kemarahan besar terhadap mantan Ketua BEM KM UGM, Tiyo Ardianto.

Kemarahan tokoh senior ini dipicu oleh video kritik Tiyo yang dinilai sudah kelewatan karena menyamakan Presiden Prabowo Subianto dengan seekor kucing yang sakit jamuran.

Video tersebut kemudian ditonton langsung oleh Adhyaksa Dault.

Sebagai sosok yang pernah aktif di organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, ia merasa tindakan Tiyo melanggar etika.

"Astagfirullah. Lima tahun saya menteri, sebelumnya saya KNPI, sebelumnya HMI, sebelumnya saya seperti kamu sama saya Ketua Senat mahasiswa kamu ketua BEM kan, tapi saya belum pernah kasih statement, walaupun 10 tahun saya tidak suka dengan kebijakan Jokowi saya tidak pernah berkata kasar seperti kamu, dan saya belum pernah dengar berkata kasar seperti kamu terhadap kepala negara," katanya melansir dari Tribunstyle.com, Minggu (14/6/2026).

Adhyaksa Dault bahkan sampai memarahi Tiyo pada video tersebut karena merasa tindakan tersebut tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang pemimpin mahasiswa.

"Itu luar biasa kamu nauzubillah, kenapa kamu ngomong begitu, gak boleh kayak gitu yah," katanya.

Ia mengatakan selama ini tidak pernah menanggapi dan mengeluarkan statement apa pun perihal kondisi pemerintahan ke publik.

"Hari ini saya baru ngomong karena saya kesal melihat kamu dan walaupun sebelah kamu tuh tertawa-tawa, saya gak suka dengan sikap kamu seperti itu," katanya.

Dia mengatakan awalnya menaruh simpati pada sosok Tiyo.

Pasalnya, Tiyo memang belakangan menjadi perbincangan hangat karena dinilai sebagai mahasiswa yang berani mengkritik tajam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia tercatat mengkritik program makan bergizi gratis (MBG), nilai tukar rupiah yang anjlok, hingga teranyar mengenai harga BBM yang membumbung tinggi.

"Kasihan kamu, pada mulanya saya simpati. Kritik pemerintah ok, kita meng-kita-kan jangan meng-kau-kan ok. Tapi ini sudah kelewatan kamu menghina kepala negara," kata Adhyaksa Dault.

Bahkan, Adhyaksa Dault mengumpamakan jika posisi tersebut dibalik, bagaimanakah perasaan keluarga Tiyo jika orang tua mereka dihina dengan cara yang sama.

"Coba kalau bapakmu digitukan sama orang sakit hati gak kamu? Sakit hati gak bapakmu? Jangan, Pak Prabowo tuh orang tua, senior, seumuran dengan bapak saya barangkali," katanya.

Adhyaksa Dault juga memastikan bahwa reaksi keras dan ucapannya ini murni dari dirinya sendiri tanpa ditunggangi kepentingan politik mana pun.

"Dari suara hati saya sendiri," kata Adhyaksa Dault.

Profil dan Biodata Lengkap Tiyo Ardianto

Terlepas dari itu, siapa Tiyo Ardianto lebih jauh?

Bagi publik yang penasaran mengenai latar belakangnya, banyak yang mencari tahu Tiyo Ardianto anak siapa.

Tiyo Ardianto lahir dan berasal dari keluarga sederhana di Kudus, Jawa Tengah.

Ia adalah anak dari pasangan ibu dan ayah yang sehari-harinya bekerja mencari nafkah sebagai masyarakat biasa di kampung halamannya.

Orang tuanya murni dari kalangan rakyat biasa, bukan merupakan tokoh politik, pejabat pemerintahan, ataupun pengusaha konglomerat.

Tiyo merupakan mahasiswa angkatan 2021 yang berhasil menembus ketatnya persaingan masuk Universitas Gadjah Mada pada Agustus 2021 silam, lalu resmi menjabat sebagai Ketua BEM KM UGM sejak Januari 2025 setelah menyelesaikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Slungkep, Pati pada 2024.

Saat ini ia dikenal luas sebagai salah satu tokoh penggerak mahasiswa yang aktif di dunia seni sebagai sutradara, aktor teater, hingga penyair.

Banyak juga yang bertanya-tanya Tiyo Ardianto jurusan apa di UGM, Tiyo tercatat sebagai mahasiswa aktif di program studi (prodi) Filsafat UGM.

Pilihan jurusannya ini sejalan dengan pemikiran kritis yang kerap ia suarakan dalam merespons berbagai kebijakan negara.

Hal menarik lainnya adalah terkait informasi Tiyo Ardianto SMA mana.

Tiyo ternyata bukan lulusan dari SMA negeri maupun SMA swasta pada umumnya.

Ia menempuh jalur pendidikan alternatif dan merupakan lulusan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Omah Dongeng Marwah di Kudus, Jawa Tengah.

Tiyo berhasil masuk ke UGM dengan menggunakan ijazah Paket C.

Dalam beberapa unggahan di media sosialnya, Tiyo mengaku sempat memiliki pemikiran bahwa ijazah formal dan sekolah konvensional tidak menentukan jalan hidup seseorang.

Hal inilah yang membuatnya mantap memilih bersekolah di PKBM Omah Dongeng Marwah, hingga akhirnya melanjutkan pendidikan tinggi ke Universitas Gadjah Mada (UGM) dan menjadi sosok kritis yang kini gerak-geriknya mendapatkan respons dari sejumlah tokoh nasional. (*)

Profil

Nama: Tiyo Ardianto

Asal: Kudus, Jawa Tengah

Status: Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM)

Angkatan: 2021

Program Studi: Filsafat, Universitas Gadjah Mada (UGM)

Riwayat Pendidikan: Lulusan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Omah Dongeng Marwah, Kudus, Jawa Tengah

Ijazah Masuk UGM: Paket C

Jabatan Organisasi: Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM KM UGM)

Mulai Menjabat Ketua BEM KM UGM: Januari 2025

Sebagian tayang di Bangka Pos

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.