Amalan Doa di Malam 1 Suro, Gus Baha Ingatkan Ampunan Dosa Memasuki Muharam
M.Risman Noor June 15, 2026 10:48 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Memasuki malam 1 Suro atau Muharam, Gus Baha mengingatkan mengenai datang Tahun Baru Islam.

Muhammadiyah menetapkan 1 Muharam 1448 bertepatan dengan 16 Juni 2026.

Bagi sebagian orang ada yang melakukan sejumlah amalan bergitu masuki pergantian tahun Hijriah.

Lalu apa penjelasan Gus Baha kala memasuki malam 1 Suro atau 1 Muharram.

Umat Muslim menyambut Tahun Baru Islam pada malam 1 Suro atau malam 1 Muharram dengan mengerjakan sejumlah amalan ibadah.

Baca juga: Zuri Hotel Management Gelar Donor Darah Serentak di Seluruh  Indonesia, Himpun 600 Lebih Kantong

Baca juga: Kecewa Anggota DPR RI Dapil Kalsel Tak Hadir, Mahasiswa di Banjarmasin Sampaikan Mosi Tidak Percaya

Tokoh Nahdlatul Ulama Ahmad Bahauddin Nur Salim atau yang akrab disapa Gus Baha menyebut, terdapat amalan malam 1 Suro atau 1 Muharram agar mendapatkan ampunan dosa.

Mengutip buku Islam Santuy Ala Gus Baha oleh Harakah.id, Gus Baha menjelaskan amalan pertama yang menghapus dosa adalah sholat dengan wirid tasbih.

"Satu sholat yang akan menghapus dosa yang lalu dan yang akan datang. Ini ada ibadah yang menghapus dosa tetapi bentuk wiridnya itu tasbih. Tidak ada istighfarnyam inilah rahasia kenapa saya mengajarkan tasbih. Sebab itu awal tahun akhir tahun, kita ingin Allah mengampuni dosa kita, awwalu wa akhiru, qadimahu wa haditsahu, sirrahu wa alaniyatahu. Kiai-kiai itu mengajarkan."

Gus Baha menjelaskan amalan malam 1 Suro atau malam 1 Muharram tersebut berdasarkan hadist Nabi, yang dijelaskan dalam kitab I'anatuth Muthalibin.

 Bahaudin Nursalim alias Gus Baha menjelaskan tentang malam 1 Suro atau 1 Muharram. (jatim.nu.or.id)
"Dari Ibnu Abbas RA, bahwa Rasulullah SAW berkata kepada Abbas bib Abdul Muthalib, "Maykah kamu saya kasih? Maukah kamu saya anugerahu? Apakah kamu tidak senang jika engkau melakukannya, Allah akan mengampuni dosamu, awalnya, akhirnya, yang lama, yang baru, yang tanpa disengaja maupun yang terang-terangan? Engkau shalat empat rakaat, di setiap rakaat membaca Al Fatihah dan satu surat.

Ketika selesai membaca surat dan kamu masih dalam keadaan berdiri, bacalah 'subhanallah wal hamdu lillah wa la ilaha illallah wallahu akbar' sebanyak 15 kali. Setelah itu rukuk dan baca tasbih 10 kali. Setelah itu berdiri dari rukuk dan baca lagi tasbih 10 kali. Setelah itu sujud dan baca lagi tasbih 10 kali. Setelah itu bangkit dari sujud dan baca tasbih 10 kali. Setelah itu sujud lagi dan kembali membaca tasbih 10 kali. Total selurujnya adalah 75 kali tasbih.

Tak terasa sore ini begitu maghrib tiba berarti sudah masuk tahun baru Islam 2026.

Sesuai kalender masehi tanggal 1 Muharam 1448 Hijriyah bertepatan 16 Juni 2026.

Zulhijah 1447 H segera berganti dengan Muharam 1448 Hijriyah.

Simak pula penjelasan Ustadz Abdul Somad soal apakah di zaman Nabi Muhammad ada perayaan pergantian tahun?

Apakah Nabi Muhammad SAW mengajarkan Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun?

Dikutip Wartakotalive.com dari Youtube, menurut Ustadz Abdul Somad, tahun hijriah muncul pada masa pemerintahan Umar bin Khatab.

Jadi pada saat Nabi Muhammad SAW meninggal tak ada kalender, lalu naik Abu Bakar pun tak ada kalender..

Menurut Ustadz Abdul Somad, selama 10 tahun Nabi Muhammad memimpin di Kota Madinah tak ada awal tahun dan akhir tahun.

Namun di zaman itu sudah ada Muharram, Safar, Rabi’ul Awal, Rabi’ul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadan, Syawal, Dzulka’dah, Zulhijah.

Baca juga: Ditinggal Saat Tertidur, Bocah Ini Terkunci Dalam Mobil di SPBU Gambut, Tim Turun Lakukan Evakuasi

"Tapi tak ada bulan 1, bulan 2, bulan 3 maka kita tidak pernah tahu tahun kapan Nabi lahir. Nabi lahir pada tahun gajah.

Begitu juga ketika Abu Bakar memerintah, tak ada," tutur Ustadz Abdul Somad.

Maka dari situlah ditetapkan 1 Muharram sebagai bulan pertama dan kita punya tahun 1430 hijriah.

Kemudian naiklah pemerintah Sayyidina Umar bin Khattab maka ada gubernur bernama Abu Musa Ashari yang menerima mandat dari Romawi yang menanyakan adakah bulan Agustus.

Barulah saat Umar bin Khatab ada kalender dan disusun bersama para sahabat nabi bernama Muaz.

Jadi Nabi tidak mengajarkan, ya. Namun apa boleh dibaca? Ya boleh saja," jelas UAS.

Dia mengatakan, kita mengenal sunah Nabi ada tiga yaitu sunah qauli, sunah syahli, dan sunah taqi.

Doa Akhir Tahun dan awal tahun disebut dalil umum di seluruh kehidupan. Jadi bagus berdoa kapan pun

"BIla ada yang menyebut Doa Akhir Tahun dan awal tahun dari Nabi itu bohong sebab zaman nabi belum ada akhir tahun," tutur UAS.

Ustadz Abdul Somad jelaskan soal tentang doa akhir dan awal tahun hijriyah. (youtube BELAJAR MENGAJI)

Ustadz Abdul Somad melanjutkan, dalill doa ini umum saja, Allah bersabda berdoalah kepada Ku maka Aku akan mengabulkan.

Hal ini sama seperti doa mau makan, doa masuk kamar mandi maka dalam hari-hari baik pun membaca doa seperti masuk dalam awal Muharram membaca doa adalah baik, tak ada dalil khusus tapi dalil umum ada.

Ustadz Abdul Somad menjelaskan tentang tahun baru Islam. (youtube BELAJAR MENGAJI)

Mintalah yang baik supaya dalam setahun ini berjalan dengan baik, dijauhkan dalam perbuatan zina, diberikan kesabaran

Lalu bagaimana tentang baca ayat kursi tiga kali siapa pun yang membaca yasin suatu malam maka pada waktu subuh sudah mendapat pengampunan dari Allah Swt, jadi sahihkah dalil ini?

Berdasarkan hadis Ibnu Katsir maka barang siapa membaca Surat Kursi maka subuhnya akan diampuni Allah.

Baca juga: Hasil Konsultasi Kemendiktisaintek, Pendaftaran Bakal Calon Rektor ULM Kembali Diperpanjang

Bacaan Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun

Di tahun baru Hijriah, umat muslim disunahkan membaca Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun.

Bulan Muharram juga merupakan satu di antara bulan yang dimuliakan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat At Taubah:36.

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram."

"Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa."

Memanjatkan Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun merupakan bentuk dari muhasabah dan tafakur.

Berikut ini bacaan Doa Akhir Tahun dan Doa Awal 

Bacaan Doa Akhir Tahun

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اللهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِيْ هذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ عَنْهُ، وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وَحَلِمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلى عُقُوْبَتِيْ، وَدعَوْتَنِيْ إِلى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلى مَعْصِيَّتِكَ، فَإِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِيْ.

Allohumma ma ‘alimtu fi hadzihis sanah mimma nahaitani ‘anhu fa lam atub ‘anhu, wa lam tardhohu wa lam tansahu, wa halimta ‘alayya ba‘da qudrotika ‘ala ‘uqubati, wa da’utani ilat taubati mim ba’di jaro’ati ‘ala ma’shiyyatika, fa inni astaghfiruka faghfirli.

Artinya:

"Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

"Ya Allah, apa yang kulakukan di tahun ini berupa yang Engkau larang, aku belum bertobat darinya. Dan Engkau (tentu) tidak meridhai perbuatan itu lagi dan tidak (akan) melupakannya."

"(Namun) Engkau begitu lembut meski Engkau mampu membalas perilaku aku."

"Engkau mengajak aku untuk bertobat setelah aku larut dalam perbuatan maksiat kepada-Mu. Maka, sungguh, aku memohon ampunan-Mu, ampunilah Aku."

Bacaan Doa Awal Tahun

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اَللَّهُمَّ اَنْتَ اْلاَ بَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلاَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرَمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلُ وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ اَقْبَلَ اَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَ
اَوْلِيَائِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ اْلاَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَاْلاِشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِى اِلَيْكَ زُلْفَى يَاذَالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ وَصَلَى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim.

Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa sallam.

Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa ‘alaa fadhlikal-’azhimi wujuudikal-mu’awwali, wa haadza ‘aamun jadidun qad aqbala ilaina nas’alukal ‘ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa’ihi wa junuudihi wal’auna ‘alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu’i wal-isytighaala bimaa yuqarribuni ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihii wa sallam."

Artinya:

"Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

"Semoga Allah tetap melimpahkan rahmat dan salam (belas kasihan dan kesejahteraan) kepada junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat Beliau."

"Ya Allah, Engkau Zat Yang Kekal, yang tanpa Permulaan, Yang Awal (Pertama) dan atas kemurahan MU yang agung dan kedermawanan MU yang selalu berlebih, ini adalah tahun baru telah tiba."

"Kami mohon kepada-MU pada tahun ini agar terhindar (terjaga) dari godaan syetan dan semua temannya serta bala tentara (pasukannya), dan (kami mohon) pertolongan dari godaan nafsu yang selalu memerintahkan (mendorong) berbuat kejahatan."

"Serta (kami mohon) agar kami disibukkan dengan segala yang mendekatkan diriku kepada-MU dengan sedekat-dekatnya."

"Wahai Dzat Yang Maha Luhur lagi Mulia, wahai Dzat Yang Maha Belas Kasih."

Selain Doa Awal Tahun dan Doa Akhir Tahun di atas, ada doa lainnya yang dapat dipanjatkan.

وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ، فَأَسْأَلُكَ أَللهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا ذَا الْجَلَالِ والْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلُهُ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ، وَصَلّى اللهُ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Wa ma ‘alimtu fiha mimma tardhohu wa wa’adtani ‘alaihis sawab, fa as’alukallohumma ya karim ya dzal jalali wal ikrom an tataqobbalahu minni wa la taqtho’ roja’i minka ya karim, wa shollallahu ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Artinya:

"Dan, apa yang aku lakukan di tahun ini yang Engkau ridhai dan janjikan ganjaran padanya, maka aku bermohon pada-Mu Ya Allah Yang Maha Mulia, Yang Maha Memiliki Keagungan dan Kemuliaan, untuk menerima amalku, dan tidak memupuskan harapanku pada-Mu. Dan Allah senantiasa berselawat dan memohon selamat kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw., keluarganya dan para sahabatnya."

Pembacaan Doa Awal Tahun dilakukan tiga kali.

Kalimat atau bacaan Doa Awal Tahun dapat dibaca setelah menunaikan sholat Magrib.

Karenanya kalender Hijriah berpatokan pada terbit dan terbenamnya matahari.

Bila matahari sudah tergelincur di ufuk barat maka hari telah berganti. (banjarmasinpost.co.id)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.