Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Provinsi Lampung menuai apresiasi dari berbagai pihak. Kegiatan ini dinilai memberi dampak positif bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan promosi budaya daerah.
Baca juga: Polres Lampung Selatan Resmikan Desa Trimomukti Jadi Desa Bebas Narkoba
Munas Hipmi 2026 digelar di Hotel Novotel, Bandar Lampung, pada 10–11 Juni 2026. Agenda tersebut dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto dan menetapkan Ade Jona Prasetyo sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi.
Selain sukses secara penyelenggaraan, kegiatan ini juga disebut membawa efek berganda bagi perekonomian daerah, khususnya melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas usaha lokal.
Tenaga Pendamping Gubernur Lampung Bidang Kebudayaan, Rahmat Santori SH bergelar adat Suttan Rajo Mudo, mengapresiasi penunjukan Lampung sebagai tuan rumah Munas Hipmi.
Menurutnya, kehadiran ribuan pengusaha muda dari seluruh Indonesia memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Ini momentum bersejarah. Ribuan pengusaha muda tidak hanya berorganisasi, tetapi juga berinteraksi dengan budaya dan potensi Lampung,” ujar Rahmat, Senin (15/6/2026).
Ia menyebut dampak kegiatan terlihat pada meningkatnya okupansi hotel, ramainya pusat kuliner dan oleh-oleh, hingga naiknya kunjungan ke sejumlah destinasi wisata.
“Peserta Munas menjadi agen promosi daerah yang memperkenalkan Lampung ke jaringan nasional mereka,” katanya.
Selain pariwisata, Rahmat menilai Munas Hipmi juga menjadi sarana strategis promosi budaya Lampung, mulai dari kain tapis, seni pertunjukan, hingga nilai adat Piil Pesenggiri.
“Budaya tidak hanya warisan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi jika dikembangkan secara kreatif,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini membuka peluang kerja sama baru antara pelaku usaha muda dan sektor pariwisata serta ekonomi kreatif di Lampung.
“Lampung siap menjadi tuan rumah event nasional dan internasional,” katanya.
Rahmat berharap momentum ini dapat berlanjut menjadi kerja sama investasi yang konkret di sektor pariwisata dan industri kreatif.
“Harapannya lahir peluang investasi baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat pelestarian budaya,” pungkasnya.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )