Jepang yang Gigih Selamatkan Hasil Imbang Dramatis Melawan Belanda Saat Duel di Texas Penuhi Ekspektasi
Agus Firmansyah June 15, 2026 08:52 PM

Boneka Daruma merupakan jimat tradisional Jepang yang melambangkan keberuntungan dan ketekunan, terinspirasi dari Bodhidharma, pendiri aliran Zen Buddhisme. Dikenal karena dasarnya yang berat dan bulat, boneka ini selalu kembali tegak meski dijatuhkan berkali-kali.


Sifat tangguh inilah yang menjadi perwujudan dari peribahasa Jepang nanakorobi yaoki — “jatuh tujuh kali, bangkit delapan kali.” Sebab, makna sejati dari kesuksesan bukanlah sekadar mengumpulkan kemenangan atau menghindari kegagalan, melainkan kemampuan untuk bangkit dan melanjutkan perjuangan setiap kali terjatuh.


Dalam semangat itu, tim nasional Jepang yang turun ke lapangan pada Minggu sore di Arlington, Texas, bukan sekadar kumpulan pemain, melainkan sekumpulan boneka Daruma yang hidup. Tak peduli berapa kali mereka dijatuhkan, mereka selalu bangkit kembali, siap menghadapi tantangan berikutnya.


Menjelang Piala Dunia 2026, Jepang menghadapi badai masalah, ketika dua penyerang bintang Takumi Minamino dan Kaoru Mitoma absen dari turnamen karena cedera. Situasi semakin sulit setelah kapten tim, Wataru Endo, mundur akibat cedera kaki dan mengumumkan pensiun dari tim nasional.


Meski demikian, semua tanda menunjukkan bahwa laga ini akan menjadi pertarungan sengit antara Belanda (peringkat #8 dalam peringkat FIFA) dan Jepang (peringkat #18). Dugaan itu benar adanya, karena pertandingan ini menjadi salah satu yang paling menegangkan di Piala Dunia sejauh ini, membuat 69.285 penonton di stadion tidak bisa beranjak dari tempat duduk mereka.


Donyell Malen menjadi pemain pertama yang menebar ancaman, menahan bola sebelum berputar dan melepaskan tembakan keras yang memaksa Zion Suzuki melakukan penyelamatan gemilang. Tim Oranje terus menekan untuk mencetak gol pembuka, dengan Suzuki kembali beraksi menepis sundulan jarak dekat dari Jan Paul van Hecke.


Setelah babak pertama yang berhati-hati, pertandingan mulai terbuka ketika Ryan Gravenberch mengirim umpan silang menggoda kepada rekan setimnya di Liverpool, Virgil van Dijk, yang menanduk bola masuk ke gawang. Jepang langsung merespons, ketika Keito Nakamura melepaskan tembakan dengan kaki kanannya yang lebih lemah dan sukses menembus penjagaan Bart Verbruggen di tiang dekat.


Tak lama kemudian, Gravenberch kembali mencatatkan assist dengan memberikan umpan kepada Crysencio Summerville di sisi kanan kotak penalti. Winger West Ham itu mengeksekusi dengan sempurna, memotong ke dalam menggunakan kaki kirinya dan melesakkan bola keras ke sudut kiri bawah gawang.


Pada titik itu, tampaknya perjuangan Jepang hampir berakhir, terlebih setelah pemain kreatif mereka, Takefusa Kubo, ditarik keluar pada menit ke-75 karena cedera. Belanda hampir menggandakan keunggulan mereka ketika Cody Gakpo melepaskan tembakan rendah ke arah tiang dekat yang kembali memaksa Suzuki melakukan penyelamatan gemilang.


Namun seperti boneka Daruma, Jepang kembali bangkit. Kombinasi winger terbalik dan bek sayap agresif mereka menciptakan banyak masalah bagi Oranje. Situasi semakin sulit bagi Belanda setelah pelatih Ronald Koeman melakukan perubahan terlalu defensif, memasukkan Teun Koopmeiners menggantikan Summerville dan Nathan Aké menggantikan Gravenberch untuk memperkuat pertahanan.


Jika di atas kertas Jepang tampak lebih lemah, di lapangan mereka sama sekali tidak menunjukkan hal itu. Pada menit ke-89, kerja keras mereka akhirnya membuahkan hasil ketika pemain pengganti Koki Ogawa mengirimkan tendangan sudut yang disambut sundulan Daichi Kamada, memastikan satu poin berharga bagi Samurai Biru.


“[Jepang] mampu menunjukkan ketangguhan sekaligus kesabaran, tetap tenang, dan menemukan serta memanfaatkan peluang,” ujar pelatih Jepang Hajime Moriyasu seusai pertandingan. “Saya sangat bangga karena mereka bisa menjaga ritme permainan sendiri, tetapi kami sebenarnya mengincar tiga poin, bukan satu. Jadi dalam hal itu, tentu ada sedikit kekecewaan.”


Jepang kini menargetkan kemenangan pertama mereka di turnamen ini saat menghadapi Tunisia di Monterrey, Meksiko, sebelum kembali ke Arlington untuk bertemu Swedia. Sementara itu, Belanda akan berusaha menggusur pemuncak Grup F, Swedia, di Houston sebelum menghadapi Tunisia di Kansas City.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.