Warga Ngalap Berkah di Grebeg Suro Ponorogo, Berebut Buceng Purak hingga Air Jamasan
Alga W June 15, 2026 09:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Keramaian Kirab Pusaka Grebeg Suro Ponorogo tak langsung beranjak, Senin (16/6/2026).

Ribuan warga yang memadati jalur kirab usai rombongan pusaka tiba di Paseban Alun-alun justru masih bertahan.

Baca juga: Menapaki Sejarah Pemerintahan Lewat Kirab Pusaka & Pawai Lintas Budaya Grebeg Suro di Ponorogo

Pasalnya, mereka menanti momen yang diyakini membawa keberkahan.

Yakni berebut buceng purak berisi hasil bumi dan air jamasan 5 pusaka yang telah dikirab sejauh tujuh kilometer.

Dalam hitungan detik, dua gunungan hasil bumi ludes diserbu warga.

Sementara air bekas pencucian 5 pusaka menjadi rebutan karena dipercaya dapat mendatangkan rezeki, kesehatan, hingga harapan memperoleh keturunan.

Pantauan TribunJatim.com, rombongan Kirab Pusaka dan Pawai Lintas Budaya sampai di Paseban Alun-alun Ponorogo, awal prosesi jamasan dimulai.

Lima pusaka tersebut yaitu Angkin Cinde Puspito, Payung Kiai Tunggul Wulung, dan Tombak Kanjeng Kiai Tunggul Nogo.

Lalu Keris Kiai Pamong Angon Geni, dan Tombok Kiai Bromo Geni, dilakukan jamasan.

Lima pusaka inilah yang dikirab sejauh 7 kilometer.

Mulai dari kota lama yang berlokasi di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, menuju kota tengah Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo.

Warga sudah bersiap-siap, sehingga selesai prosesi, mereka yang menunggu langsung berebut air jamasan.

Di saat bersamaan, 2 buceng purak diletakkan di sisi barat dan timur panggung.

Buceng berisi bermacam-macam hasil bumi, ada sayur mayur seperti wortel, terong, cabai, sawi, juga buah ada nanas, jeruk, salak, dan masih banyak lagi.

Lalu ada dua buah buceng yang berisi hasil bumi dibawa ke kerumunan warga yang berebut.

Juga ada yang lincah naik ke buceng dan mengambil puncak gunungan, mengambil sambil juga membagikan.

"Ngalap berkah mbak ini. Dapat pare, gambas, terong," ungkap salah satu warga, Andin Putri, Senin sore.

Warga Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, ini mengaku ikut rebutan.

Lantaran dengan mendapatkan bagian buceng purak, bakal mendapatkan rezeki.

"Ngalap berkah. Buat anak kos. Mitosnya dapat rezeki lebih lancar," tegas mahasiswi salah satu kampus di Kabupaten Ponorogo, Jatim ini.

Warga lain, Rizal Habibullah, mengaku nekat naik ke buceng purak untuk ngalap berkah dan mendapatkan lebih banyak.

"Setahun sekali ngalap berkah ini. Sudah tiga kali. Saya nunggu dari pukul 16.30 WIB. Pas magrib rebutannya," paparnya.

Sementara, Egita Indah menyatakan, memang menunggu air jamasan dari pusaka.

Bukan tanpa sebab, lantaran diyakini bisa mendapatkan keturunan.

"Saya bawa botol lalu saya tempatkan ini. Saya bawakan buat saudara yang kesulitan mendapatkan keturunan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.