Rafael van der Vaart melancarkan kritik tajam terhadap Virgil van Dijk, dengan menyamakan kapten tim nasional Belanda itu dengan pesawat komersial setelah penampilan bertahannya yang tidak meyakinkan saat menghadapi Jepang. Meskipun bek Liverpool tersebut sempat mencetak gol dalam hasil imbang 2-2, Van der Vaart mengaku terkejut dengan kurangnya kelincahan sang pemain belakang pada laga pembuka Belanda di Piala Dunia.
Van der Vaart menyindir Van Dijk dengan julukan 'Boeing'
Belanda memulai perjalanan mereka di Piala Dunia dengan hasil imbang 2-2 yang intens melawan Jepang di Dallas, di mana Van der Vaart menyoroti performa Van Dijk untuk dikritik. Dalam analisis di studio NOS, mantan gelandang Belanda dan Real Madrid itu tidak menahan diri saat membedah permainan sang kapten yang menjadi andalan tim.
“Saya harus jujur: saya cukup terkejut dengan Van Dijk,” ujar Van der Vaart pada analisis paruh waktu ketika skor masih 0-0. “Menurut saya, itu tidak terlihat bagus. Terutama ketika dia berputar. Itu terlihat sangat sulit. Seperti sebuah Boeing 747 yang sedang berbelok. Saya harap dia bisa mulai berputar sedikit lebih cepat selama turnamen ini.”
Roy Keane memberikan pandangan berbeda
Sementara Van der Vaart menyoroti penurunan fisik Van Dijk, Roy Keane memberikan sudut pandang yang lebih positif dalam siaran ITV. Mantan kapten Manchester United itu memilih menekankan kontribusi ofensif Van Dijk, menyebut gol pembukanya sebagai momen penuh kelas meskipun performa di level klub belakangan ini menurun.
“Itu jelas umpan yang luar biasa dari [Ryan] Gravenberch, kita tahu betapa bagusnya mereka dalam situasi bola mati,” ujar Keane. “Van Dijk jelas sedang dalam tren positif dalam hal mencetak gol. Musim ini memang berat baginya. Beberapa umpan dari bola mati malam ini tidak terlalu bagus, tetapi ketika bola kembali ke Gravenberch… Kita melihat Jepang semakin menurun posisinya dan ketika bola itu sampai, tandukan Van Dijk benar-benar fantastis. Dia sangat berbahaya di depan gawang, penyelesaian yang luar biasa. Bola memantul masuk lewat tiang, luar biasa. Cara dia mengarahkan bola itu, tanpa kecepatan berlebih, tapi tandukan yang brilian. Pertahanan Jepang memang lemah, mereka mundur terlalu dalam, tapi itu indah — dia melihat bola dengan sempurna. Penyelesaian yang luar biasa, dan pada saat itu Belanda benar-benar menguasai permainan.”
Malam penuh drama di Dallas
Malam itu menjadi perjalanan naik-turun bagi Van Dijk, yang memimpin tim Belanda yang terlihat rapuh menghadapi serangan balik cepat Jepang. Namun, bek tengah Liverpool itu sempat membungkam kritik di menit ke-51 saat dirinya melompat paling tinggi menyambut umpan silang Gravenberch, menanduk bola dengan kuat melewati Zion Suzuki untuk membawa tim Ronald Koeman unggul.
Gol tersebut memicu perayaan besar dari para pendukung Belanda di Stadion AT&T, namun kegembiraan itu tidak bertahan lama. Jepang, yang dikenal dengan ketangguhan mentalnya, berhasil dua kali menyamakan kedudukan. Keito Nakamura dan Daichi Kamada mencetak gol untuk menyeimbangkan skor setelah gol Van Dijk dan Crysencio Summerville, membuat kedua tim berbagi poin di Grup F.
Reaksi Van Dijk setelah laga pembuka yang mengecewakan
Meskipun dinobatkan sebagai Pemain Terbaik pertandingan, Van Dijk tetap rendah hati saat berbicara kepada media usai peluit akhir. Sang kapten mengakui timnya kesulitan menembus pertahanan Jepang yang terorganisir rapi dengan formasi 5-4-1 sepanjang pertandingan.
“Kami bermain melawan Jepang yang sangat kompak. Itu sulit,” ujar Van Dijk. “Pada akhirnya, kami memulai dengan hasil imbang. Kami pasti bisa tampil lebih baik. Lanjut ke pertandingan berikutnya.” Tim Belanda kini akan mengalihkan fokus mereka ke laga penting melawan Swedia akhir pekan depan.
Sejauh mana Belanda akan melangkah di Piala Dunia?