Iran Rupanya Sempat Siapkan Serangan ke Israel dan Tunda Kesepakatan dengan AS
Hasiolan Eko P Gultom June 16, 2026 12:38 AM

Iran Rupanya Sempat Siapkan Serangan ke Israel dan Tunda Kesepakatan dengan AS

 

TRIBUNNEWS.COM - Iran dikabarkan sempat bersiap melancarkan serangan terhadap Israel sekaligus menunda proses penandatanganan kesepakatan penting dengan Amerika Serikat (AS).

Hal itu dilaporkan menjadi keputusan Iran setelah serangan Israel di dekat Beirut, Lebanon.

Ini menjadi penanda kalau Hizbullah di Lebanon menjadi organ utama proksi Iran sampai-sampai mereka dibela mati-matian dalam kesepakatan antara Teheran dan Washington.

Baca juga: Sinyal Israel Recoki Kesepakatan AS-Iran, Ben-Gvir: Israel Bukan Republik Pisang

Mengutip laporan The New York Times, negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, disebut telah memberi tahu mediator Qatar kalau Teheran mempertimbangkan langkah balasan terhadap Israel dan akan membekukan proses kesepakatan dengan Washington.

Iran dilaporkan memandang serangan yang menyasar wilayah Lebanon tersebut sebagai pelanggaran garis merah wacana kesepakatan dengan AS.

Baca juga: Menelaah 14 Poin Kesepakatan Damai AS-Iran yang Diklaim Akhiri 108 Hari Perang

Situasi itu memicu diplomasi intensif pada menit-menit terakhir.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut turun tangan secara langsung dengan meminta Iran tidak melakukan aksi militer.

Dalam komunikasi tersebut, Washington dikabarkan meyakinkan Teheran bahwa Israel akan menghentikan serangan ke Lebanon setelah kesepakatan tercapai.

Qatar memainkan peran penting sebagai mediator yang menyampaikan pesan antara Iran dan Amerika Serikat selama negosiasi berlangsung.

Upaya tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran bahwa insiden di Beirut dapat menggagalkan perjanjian yang sedang disusun.

Laporan itu juga menyebutkan kalau Ghalibaf bersama Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan menuju Jenewa untuk menghadiri penandatanganan resmi perjanjian bersama Wakil Presiden AS JD Vance.

Sementara itu, menurut laporan ABC News, JD Vance menyatakan kalau kesepakatan Iran-AS sebenarnya telah ditandatangani secara digital pada Minggu (14/6/2026), meskipun seremoni penandatanganan resmi masih dijadwalkan berlangsung pada Jumat mendatang.

Dalam wawancara dengan program Good Morning America, Vance juga mengatakan belum ada dana yang dicairkan kepada Iran sejak penandatanganan digital tersebut.

Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai jadwal implementasi perjanjian itu.

 

(oln/wn/*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.