AS-Iran Sepakat Berdamai, Israel Tegaskan Tak Akan Mundur dari Wilayah Konflik: Pertahankan Pasukan
Eri Ariyanto June 16, 2026 01:55 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang diharapkan menjadi titik balik meredakan konflik di Timur Tengah justru memunculkan ketegangan baru dari pihak Israel. 

Meski Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan untuk menghentikan permusuhan di sejumlah front konflik, termasuk Lebanon, Israel menegaskan tidak akan menarik pasukannya dari wilayah-wilayah yang selama ini menjadi zona operasi militernya.

Pemerintah Israel melalui Menteri Pertahanan Israel Katz menyatakan bahwa pasukan negaranya akan tetap bertahan di Lebanon selatan, Gaza, dan Suriah demi menjaga kepentingan keamanan nasional. 

Menurutnya, keberadaan militer Israel di kawasan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk melindungi perbatasan dan mencegah ancaman dari kelompok-kelompok bersenjata.

Sikap keras Tel Aviv ini dinilai berpotensi menghambat implementasi kesepakatan damai yang sedang disusun AS dan Iran. 

Di tengah harapan terciptanya stabilitas baru di kawasan, keputusan Israel mempertahankan pasukan di wilayah konflik memperlihatkan bahwa jalan menuju perdamaian Timur Tengah masih jauh dari kata mudah.

Baca juga: Donald Trump-Netanyahu Tak Akur, Iran Manfaatkan Celah dan Ambil Alih Kendali Meja Perundingan

Seperti diketahui, Israel menegaskan tidak akan menarik pasukannya dari Lebanon, Suriah, dan Gaza meski Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz pada Senin (15/6/2026) menyatakan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di wilayah yang disebut sebagai “zona keamanan” tanpa batas waktu.

Pernyataan itu disampaikan setelah pengumuman kesepakatan AS-Iran yang disebut juga mencakup penghentian pertempuran di Lebanon.

Namun, Katz menegaskan bahwa Israel tetap mempertahankan kehadiran militernya demi alasan keamanan.

HARI MEMATIKAN LIBANON - Israel melancarkan lebih dari 100 serangan udara dalam waktu 10 menit ke wilayah Libanon, termasuk Beirut, Rabu (8/4/2026) yang membuat gencatan senjata AS dan Iran terancam runtuh.
HARI MEMATIKAN LIBANON - Israel melancarkan lebih dari 100 serangan udara dalam waktu 10 menit ke wilayah Libanon, termasuk Beirut, Rabu (8/4/2026) yang membuat gencatan senjata AS dan Iran terancam runtuh. (YouTube/CNBC-TV18)

Israel pertahankan pasukan

Katz mengatakan, pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memiliki kebijakan yang jelas terkait keberadaan pasukan Israel di wilayah tersebut.

“Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan saya menjalankan kebijakan yang jelas bahwa IDF akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon, Suriah, dan Gaza tanpa batas waktu, untuk melindungi perbatasan dan komunitas Israel," kata Katz, seperti dikutip Kompas.com.

Ia menambahkan bahwa wilayah zona keamanan tersebut akan dibersihkan dari penduduk lokal dan infrastruktur kelompok bersenjata akan dihancurkan.

“Wilayah tersebut akan dibersihkan dari penduduk lokal, dan seluruh infrastruktur teroris, baik di atas maupun di bawah tanah — termasuk rumah-rumah di desa-desa garis depan yang berfungsi sebagai pos teroris — akan dihancurkan,” ujarnya.

Katz menyebut, mempertahankan wilayah dan menjaga zona keamanan sebagai salah satu pencapaian terbesar militer Israel selama perang. Karena itu, Israel menolak penarikan pasukan dari Lebanon.

“Mempertahankan wilayah dan menjaga zona keamanan adalah salah satu pencapaian terbesar IDF. Oleh karena itu kami menentang penarikan IDF dari Lebanon, meskipun ada semua tekanan yang ada dan yang akan datang,” kata Katz.

Ia juga mengatakan bahwa Netanyahu telah menyampaikan sikap tersebut kepada Presiden AS Donald Trump.

Katz ancam Iran jika serang Israel

Selain soal Lebanon, Katz juga memperingatkan Iran agar tidak menyerang Israel sebagai respons atas operasi Israel di Lebanon.

“Kami tidak akan berkompromi mengenai kepentingan keamanan utama Israel dan perlindungan warga negara kami, dan kami tidak akan mundur dari zona keamanan,” tegasnya.

“Jika Iran menyerang Israel terkait peristiwa di Lebanon, kami akan menyerangnya dengan kekuatan penuh dan menunjukkan dengan jelas perbedaan kemampuan kami,” lanjut Katz.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.