TRIBUNNEWS.COM - Frustrasinya Spanyol akibat ditahan imbang Tanjung Verde pada laga Grup H Piala Dunia 2026 berujung tangisan dari kiper 40 tahun, Josimar Jose Evora Dias atau Vozinha.
Vozinha jadi perbincangan utama saat tim debutan Piala Dunia 2026, Tanjung Verde menahan imbang Spanyol 0-0 pada laga Grup H di Atlanta Stadium, Selasa (16/6) dini hari WIB.
Bahkan kiper berusia 40 tahun yang hanya memperkuat tim kasta kedua Liga Portugal, Chavez ini dinisbatkan sebagai Player of The Match.
Menariknya, prediksi dari Arizqi Romadhoni (Ketua Juventus Club Indonesia Chapter Banten) melihat skuad Spanyol yang kurang meyakinkan, terbukti lewat kesuksesan Tanjung Verde menahan imbang Lamine Yamal dkk.
"Sama Spanyol ini kurang meyakinkan karena banyak dihuni pemain muda. Apalagi enggak ada Madridnya," terang Arizqi Romadhoni dalam opininya di podcast Super Taktik berjudul "Prediksi Grup G-L Piala Dunia 2026, Grupnya Para Calon Juara" di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Dan ternyata di atas kertas ternyata malah diunggulkan. Dan kalau untuk disebut sebagai favorit juara, itu berat, mungkin 16 besar baru bisa," sambungnya menambahkan.
Sorotan pasca-laga jelas tertuju kepada Vozinha.
Vozinha memang sukses membuat frustrasi lini depan Timnas Spanyol, sang juara Eropa. Luis de la Fuente bahkan sampai harus menurunkan Lamine Yamal yang belum fit, tapi tetap tidak bisa mengubah keadaan.
Total Vozinha melakukan tujuh save pada laga ini. Dua save yang dilakukan Vozinha bahkan sangat krusial menit ke-39. Bayangkan Timnas Spanyol punya dua kans sekaligus untuk mencetak gol tapi bisa digagalkan Vozinha.
Wajar setelah pertandingan, performa apiknya hingga membuat timnas Spanyol frustrasi, berujung tangis kebahagiaan bagi sang penjaga gawang.
Yang menarik, jersey yang dikenakan oleh kiper Tanjung Verde, Josimar Jose Evora Dias ini menampilkan julukan yang telah melekat padanya sepanjang kariernya: Vozinha.
Terjemahan bahasa Inggrisnya adalah Suara, sangat cocok untuk pemimpin tim Cape Verde berusia 40 tahun ini. Vozinha merupakan julukan yang berasal dari masa kecilnya di pulau Sao Vicente, Tanjung Verde.
Baca juga: Hasil Spanyol vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: 0-0, Heroik Kiper 40 Tahun Tahan Lamine Yamal Cs
Performa impresif dari Vozinha mengundang pujian dari sejumlah insan sepak bola dunia. Satu di antaranya mantan pemain timnas Skotlandia yang pernah bermain bagi Chelsea, Pat Nevin.
Bahkan Pat Nevin yang bertugas sebagai pundit BBC yang bertugas dalam live laga Spanyol vs Tanjung Verde, sampai akan menangis sangking emosionalnya.
"Saya sedikit emosional. Ini benar-benar fantastis. Penampilan yang brilian," puji pria berusia 62 tahun tersebut.
"Mereka pantas mendapatkan poin itu lebih dari apa pun dan Spanyol hampir tidak pantas mendapatkan poin. Mereka pergi dengan kecewa tetapi malam ini milik Tanjung Verde."
"Sungguh penampilan yang luar biasa dari setiap pemain, para bek tengah, bek sayap, dan pria di sana (Vozinha-red)) yang menangis, saya sendiri hampir ikut menangis," ucap pundit kelahiran Glasgow.
Hal serupa juga disampaikan mantan pemain Arsenal dan timnas Inggris, Lee Dixon.
"Vozinha telah membuat permainan ini semakin bersinar. Dia benar-benar brilian. Dia melakukannya di usia 40 tahun," dalam pengakuannya atas kehebatan kiper Tanjung Verde.
"Semua kamera tertuju padanya, semua pemainnya menunjuk ke arahnya. Ini adalah momen yang indah," ucap dia dalam live BBC.
(Tribunnews.com/Giri)