TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gelandang asal Belanda, Donny Warmerdam, resmi mengakhiri kebersamaannya dengan PSIM Yogyakarta.
Dalam pesan perpisahannya, pemain berusia 24 tahun itu mengaku membawa banyak kenangan manis dari semusim bersama Laskar Mataram, terutama berkat dukungan luar biasa para suporter.
Pemain yang pernah menimba ilmu di akademi Ajax Amsterdam itu mengungkapkan momen paling berkesan selama membela PSIM adalah saat menjalani debutnya usai pulih dari cedera.
“Penampilan perdanaku, laga comeback melawan Bali. Saat itulah pertama kalinya aku merasakan atmosfer di stadion. Selain itu, laga tandang melawan Persib juga sangat seru,” ujar Donny, Senin (15/6/2026).
Atmosfer yang diciptakan pendukung PSIM menjadi pengalaman yang sulit dilupakan bagi pemain kelahiran Sassenheim tersebut.
Meski waktunya bersama Laskar Mataram terbilang singkat, Donny mengaku sangat menikmati setiap momen yang dijalaninya di Yogyakarta.
“Semusim di PSIM, aku benar-benar menikmati waktuku di sana. Seandainya saja aku bisa bermain lebih banyak, karena dukungan dari para penggemar sungguh luar biasa,” katanya.
Di akhir pesannya, Donny menyampaikan harapan terbaik untuk perjalanan PSIM pada musim mendatang.
“Semoga PSIM sukses di masa depan dan musim depan, dan semoga kita bisa bertemu lagi,” imbuhnya.
PSIM mulai melakukan perombakan skuad untuk menyongsong musim baru. Setelah lebih dulu melepas Deri Corfe dan Ikhsan Chan, manajemen memutuskan tidak melanjutkan kerja sama dengan Donny setelah satu musim memperkuat tim kebanggaan Kota Yogyakarta itu.
Usai menuntaskan petualangan pertamanya di Liga Indonesia, Donny akan kembali ke Belanda. Ia dikabarkan bergabung dengan De Graafschap, klub yang pernah dibelanya di kompetisi Eerste Divisie atau kasta kedua Liga Belanda.
Perjalanan Donny bersama PSIM memang tidak berjalan mulus. Ia direkrut ketika kompetisi BRI Super League 2025/2026 sudah berlangsung.
Namun, cedera kaki fracture Weber yang dialaminya membuat ia harus menjalani masa pemulihan cukup panjang.
General Manager PSIM, Steven Sunny, menyebut musim pertama Donny di Indonesia dipenuhi tantangan.
“Musim ini tidak mudah baginya karena harus melewati masa pemulihan cedera yang cukup panjang, sejak awal kompetisi resmi dimulai,” ungkap Steven, Sabtu (13/6/2026).
Setelah melalui proses rehabilitasi, Donny akhirnya menjalani debut bersama PSIM saat menghadapi Bali United FC di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada 23 Februari 2026. Kala itu, ia masuk pada menit ke-75 menggantikan Yusaku Yamadera.
Meski baru tampil pada paruh kedua musim, Donny tetap mampu memberikan kontribusi positif.
Ia mencatatkan 11 penampilan bersama Laskar Mataram dengan torehan 361 umpan sukses dari 395 percobaan.
Selain itu, ia juga membukukan 15 tekel, 13 intersepsi, satu sapuan, serta melepaskan empat tembakan dengan dua di antaranya mengarah ke gawang.
“Namun, ketika kondisinya sudah membaik dan kesempatan datang untuknya, ia menunjukkan kualitasnya dengan beradaptasi cepat dan memberikan kontribusi positif bagi tim,” tutur Steven.
PSIM pun menyampaikan apresiasi atas dedikasi Donny selama membela Laskar Mataram.
“Kami berterima kasih atas dedikasinya dan mendoakan yang terbaik untuk perjalanan kariernya di Belanda. Donny masih muda, masa depannya masih sangat panjang,” tukas Steven.