Gunung Rejo MultiScape: Inovasi Arsitektur Lanskap ITERA Wujudkan Balai Desa Nyaman Berkelanjutan
Endra Zulkarnain June 15, 2026 11:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Pesawaran - Program Studi (Prodi) Arsitektur Lanskap Institut Teknologi Sumatera (ITERA) terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan desa melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Kali ini, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Arsitektur Lanskap ITERA menghadirkan konsep "GunungRejo MultiScape" sebagai inovasi penataan Kawasan Kantor Balai Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, agar menjadi ruang publik yang nyaman, representatif, dan berkelanjutan.

Kegiatan yang diketuai Ina Winiastuti, S.P., M.Ars.L ini merupakan bagian dari program desa binaan yang mengintegrasikan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dengan upaya pemberdayaan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, tim dosen (Zulvita Amanda, S.T., M.Ars.L., Dr. Muhammad Saddam Ali, S.P., M.Si., Fransiska Rona Violetta, S.P., M.Si., Resty Aprila Hardi, S.Ars., M.U.D.) bersama mahasiswa melakukan survei lapangan, inventarisasi data, analisis kondisi kawasan, serta menyusun konsep desain dan dokumen teknis sebagai acuan pengembangan kawasan Balai Desa Gunung Rejo.

Kawasan Balai Desa Gunung Rejo memiliki fungsi strategis sebagai pusat pemerintahan dan pelayanan publik.

Selain menjadi tempat administrasi desa, kawasan ini juga menjadi titik berkumpul dan berinteraksi bagi masyarakat.

Namun, berdasarkan hasil identifikasi lapangan, penataan ruang luar kawasan masih belum optimal.

Keterbatasan vegetasi peneduh, sirkulasi kendaraan dan pejalan kaki yang kurang tertata, serta kurangnya identitas visual kawasan menjadi beberapa tantangan yang perlu mendapat perhatian.

Melalui kegiatan pengabdian ini, tim Program Studi Arsitektur Lanskap ITERA menawarkan konsep "GunungRejo MultiScape (Multifunctional and Participatory Landscape)", sebuah pendekatan desain yang mengintegrasikan fungsi sosial, pemerintahan, ekonomi, rekreasi, dan ekologis dalam satu kawasan yang saling terhubung.

Konsep tersebut dikembangkan dengan mengedepankan prinsip bottom-up planning atau perencanaan partisipatif yang melibatkan masyarakat dalam proses perancangan.

Ketua tim PkM Ina Winiastuti menjelaskan, penataan kawasan balai desa tidak hanya berorientasi pada aspek estetika, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat fungsi ruang komunal masyarakat.

"Kami ingin menghadirkan kawasan balai desa yang lebih nyaman dan memiliki identitas yang kuat sebagai pusat aktivitas masyarakat. Melalui konsep GunungRejo MultiScape, ruang publik dirancang agar mampu mengakomodasi berbagai kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan," ujarnya.

Konsep pengembangan kawasan diwujudkan melalui penataan plaza publik multifungsi yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas masyarakat.

lihat foto
GunungRejo MultiScape - Prodi Arsitektur Lanskap ITERA hadirkan konsep GunungRejo MultiScape sebagai inovasi penataan Kawasan Kantor Balai Desa Gunung Rejo, Pesawaran.

Selain itu, desain juga dilengkapi dengan area UMKM, community garden, taman tematik, area olahraga, ruang bermain anak, jalur pedestrian yang lebih nyaman, serta penambahan ruang terbuka hijau dan vegetasi peneduh.

Seluruh elemen tersebut dirancang untuk menciptakan kawasan balai desa yang lebih inklusif, aktif, dan ramah lingkungan.

Sebagai luaran kegiatan, tim PkM ProdiArsitektur Lanskap ITERA menyusun dokumen perencanaan berupa site plan, gambar potongan kawasan, Detail Engineering Design (DED), dan maket lanskap yang dapat dimanfaatkan sebagai pedoman bagi pemerintah desa dalam proses penataan dan pengembangan kawasan secara bertahap.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, Program Studi Arsitektur Lanskap ITERA berharap inovasi GunungRejo MultiScape dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan kawasan Balai Desa Gunung Rejo sebagai pusat pelayanan publik sekaligus ruang komunal yang nyaman, partisipatif, dan berkelanjutan.

Program ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi ITERA dalam mendukung pembangunan desa melalui penerapan ilmu pengetahuan dan inovasi berbasis potensi lokal. (*)

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.