TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Sekretaris Daerah Kota atau Sekdako Dumai, Fahmi Rizal mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota atau Pemko Dumai agar tidak mendekati praktik judi online atau judol dan pinjaman online atau pinjol .
Fahmi Rizal mengimbau sebagai bentuk keprihatinan terhadap maraknya kasus penyalahgunaan teknologi digital yang mengancam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Ia meminta seluruh ASN untuk menjaga integritas dan fokus pada tugas pelayanan publik, bahwa keterlibatan dalam aktivitas judi online maupun pinjol dapat merusak moral, keuangan, serta kinerja pegawai.
"Kepada seluruh ASN di lingkungan Pemko Dumai, terlebih pejabat untuk tidak mendekati judi online maupun pinjaman online. Jalani hidup sederhana saja," tegasnya, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, kehidupan ASN seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat, bukan sebaliknya ikut terseret dalam perilaku konsumtif dan instan.
Ia mengingatkan bahwa gaji dan tunjangan yang diterima sudah sepatutnya digunakan secara bijak untuk kebutuhan hidup dan keluarga, terlebih ASN penghasilannya sudah lebih dari cukup, jangan mementingkan kesenangan sesaat yang justru menimbulkan masalah.
Dijelaskanya, banyak orang yang akhirnya terjerat karena gaya hidup yang tidak sesuai dengan penghasilan.
Awalnya mungkin hanya mencoba, tapi akhirnya ketagihan dan terlilit masalah. Ini yang harus dihindari.
Fahmi menilai, kemajuan teknologi informasi saat ini memang membawa kemudahan, tetapi sekaligus tantangan.
Berbagai aplikasi daring menawarkan kemudahan meminjam uang tanpa jaminan, sementara situs judi dengan sistem taruhan digital semakin mudah diakses.
Dirinya menegaskan, dampaknya bukan hanya pada keuangan pribadi, tapi juga bisa merusak rumah tangga, bahkan menurunkan konsentrasi kerja.
ASN harus sadar bahwa mereka bekerja untuk melayani masyarakat, bukan untuk mengejar kesenangan dunia.
Dirinya meminta maaf kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar memperketat pengawasan dan pembinaan terhadap para bawahannya, dan meminta agar setiap pimpinan satuan kerja aktif memantau dan mengingatkan pegawai di lingkungannya agar tidak terlibat dalam aktivitas pinjol maupun judol .
"Kepala OPD bisa membantu memantau. Kalau ada yang terlibat, segera lakukan pembinaan dan tindak tegas sesuai aturan kepegawaian. Jangan sampai masalah pribadi mempengaruhi pelayanan publik," tegasnya.
Ia menyebut bahwa Pemko Dumai akan memperkuat program pembinaan mental dan spiritual bagi ASN melalui kegiatan keagamaan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan ketahanan moral pegawai terhadap godaan dunia.
"Jangan karena ingin tampil lebih dari yang lain lalu mencari jalan pintas. ASN harus bisa jadi contoh, bukan malah jadi beban. Mari kita jaga diri dan keluarga dari hal-hal yang merugikan," pungkasnya.
( Tribunpekanbaru.com / Donny Kusuma Putra )