Apa Itu Puasa Tasua? Sejarah, Bacaan Niat dan Keutamaannya
Pipit Maulidya June 16, 2026 01:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam.

Selain disebut sebagai Syahrullah (Bulan Allah), Muharram menyimpan berbagai momentum ibadah yang istimewa, salah satunya adalah Puasa Tasua.

Puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, tepat sehari sebelum Puasa Asyura. Mengapa puasa ini dianjurkan dan apa keistimewaannya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

1. Apa Itu Puasa Tasua?

Kata "Tasua" berasal dari bahasa Arab Tasi’ yang berarti sembilan. Secara istilah, Puasa Tasua adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 9 di bulan Muharram.

Secara historis, Puasa Tasua merupakan keinginan Rasulullah SAW di akhir hayat beliau untuk melengkapi puasa tanggal 10 Muharram (Asyura) sekaligus menjadi pembeda dengan tradisi kaum Yahudi.

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura, Puasa 9 dan 10 Muharram

2. Sejarah Disunnahkannya Puasa Tasua

Diriwayatkan dalam sebuah hadis dari Ibnu Abbas RA, ketika Rasulullah SAW melaksanakan puasa Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa, mereka melapor bahwa hari tersebut juga diagungkan oleh kaum lain.

Rasulullah SAW kemudian bersabda:

"Apabila datang tahun depan, insya Allah kita akan berpuasa pada tanggal sembilan (juga)." (HR. Muslim).

Meskipun Rasulullah SAW wafat sebelum tahun berikutnya tiba, para ulama menetapkan hukumnya sebagai sunnah karena keinginan kuat beliau (Sunnah Qauliyah).

3. Bacaan Niat Puasa Tasua

Bagi Anda yang hendak mengamalkannya, berikut adalah lafaz niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma taasuu'aa-a lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku berniat puasa Tasua karena Allah Ta'ala."

Niat ini bisa dibaca di dalam hati pada malam hari atau hingga waktu sebelum Dzuhur, selama belum makan atau minum sejak waktu subuh.

4. Hikmah Melaksanakan Puasa Tasua

Menyelisihi Ahli Kitab

Sebagai pembeda identitas ibadah umat Islam dengan umat lainnya.

Kehati-hatian (Ikhtiyat)

Berjaga-jaga jika terjadi kesalahan dalam penetapan 1 Muharram agar puasa tanggal 10 tidak terlewatkan.

Mengikuti Sunnah Nabi

Melaksanakan apa yang telah dicita-citakan oleh Rasulullah SAW.

Puasa Tasua bukan sekadar pelengkap, melainkan bentuk ketaatan yang sempurna dalam menghidupkan kemuliaan bulan Muharram.

Dengan menjalankan Puasa Tasua di tanggal 9 dan dilanjutkan Puasa Asyura di tanggal 10, umat Islam berharap mendapatkan limpahan pahala dan ampunan dari Allah SWT.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.