Teknologi 'Snicko' Ala Kriket Curi Perhatian dalam Laga Swedia vs Tunisia di Piala Dunia FIFA 2026
Aurora Nightingale June 16, 2026 01:01 AM

NEW DELHI: Para penggemar kriket sudah terbiasa melihat teknologi 'Snicko' yang membantu wasit menentukan apakah bola mengenai tepi pemukul. Namun pada hari Senin, teknologi serupa muncul dalam pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 antara Swedia dan Tunisia di Stadion Monterrey.

Meski kemenangan besar Swedia dengan skor 5-1 menjadi sorotan utama, perhatian publik justru tertuju pada tinjauan video panjang yang melibatkan gol dari pemain pengganti Mattias Svanberg.

Insiden tersebut terjadi pada menit ke-84 ketika Svanberg mencetak gol hanya 18 detik setelah masuk sebagai pemain pengganti. Namun, asisten wasit mengangkat bendera tanda offside sehingga gol tersebut dianulir.

Keputusan itu langsung memicu protes dari bangku cadangan Swedia, dengan para pemain dan staf berargumen bahwa bola sempat menyentuh Alexander Isak sebelum sampai ke Svanberg.

Untuk memastikan kejadian tersebut, ofisial menggunakan teknologi deteksi kontak bola yang sangat mirip dengan 'Snicko' dalam kriket. Sistem itu menunjukkan adanya lonjakan sinyal ketika bola melewati Isak, menandakan adanya sentuhan dan mengubah interpretasi permainan.

Setelah peninjauan selesai, gol akhirnya disahkan, disambut dengan sorak gembira para pemain dan pendukung Swedia.

Swedia pun menutup pertandingan pembuka Piala Dunia FIFA 2026 mereka dengan kemenangan telak 5-1. Yasin Ayari mencetak dua gol, sementara Victor Gyokeres, Alexander Isak, dan Mattias Svanberg masing-masing menambah satu gol.

Bagi Tunisia, hasil ini menjadi awal yang sulit dalam turnamen. Pelatih kepala Sabri Lamouchi menyampaikan kekecewaannya usai laga.

“Ini kekalahan yang berat. Sangat menyakitkan. Memulai kompetisi dengan kekalahan sebesar ini memang sulit,” kata Lamouchi seperti dikutip oleh Reuters.

Ia juga menyoroti kesalahan timnya di lapangan, dengan menambahkan: “Kami membuat terlalu banyak kesalahan.”

Kekalahan ini membuat Tunisia berada dalam tekanan jelang laga berikutnya melawan Jepang, sementara Swedia akan berusaha melanjutkan performa positif mereka saat menghadapi Belanda pada 20 Juni mendatang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.