Wapres Gibran Ajak Mahasiswa Demo Diskusi di Istana, Isi Pembahasan, Konsekuensi Jika Tak Penuhi
ninda iswara June 16, 2026 02:38 AM
 

TRIBUNTRENDS.COM - Perwakilan mahasiswa akhirnya mendapat kesempatan bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, pada Senin (15/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan sejumlah aspirasi dan tuntutan yang sebelumnya mereka suarakan melalui aksi demonstrasi.

Sebelum bertemu Gibran, ribuan mahasiswa lebih dulu menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda dan depan gerbang DPR RI, Senayan.

Dalam aksinya, mereka menyampaikan berbagai kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai perlu segera dievaluasi.

Sejumlah isu menjadi sorotan utama dalam demonstrasi tersebut.

Baca juga: Hendak Bakar Ban saat Demo di DPR, Dzakwan Diamankan Aparat, Mengaku Dipukul Bagian Perut dan Bahu

Mulai dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang dinilai memberatkan masyarakat.

Usai menyampaikan tuntutan, mahasiswa memberikan tenggat waktu kepada pemerintah selama 5x24 jam untuk memberikan respons dan tindak lanjut yang jelas atas berbagai persoalan yang mereka angkat.

Gelombang demonstrasi tidak hanya terjadi di Jakarta.

Aksi serupa juga digelar oleh mahasiswa di sejumlah daerah, seperti Tasikmalaya, Jawa Barat, dan Lampung.

Mereka menyuarakan tuntutan yang sejalan dengan peserta aksi di ibu kota serta mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menjawab aspirasi yang disampaikan.

Terkini, mahasiswa yang berdemo di Jakarta menyampaikan tuntutannya kepada Gibran pada Senin malam.

Pantauan Tribunnews, sejumlah mahasiswa yang mengenakan almamater berwarna merah dan biru tampak keluar dari Istana Wapres pada Senin malam sekira pukul 18.43 WIB. 

Tampak Wapres Gibran yang mengenakan kemeja batik coklat berdialog dengan sejumlah mahasiswa. Mereka bersalaman dan sempat foto bersama. 

Tak lama setelah itu, sejumlah mahasiswa menyampaikan pernyataannya, sedangkan Gibran kembali ke dalam Istana.

Wakil dari Presiden RI Prabowo Subianto itu tak menyampaikan keterangan langsung ke awak media.

Namun, Ketua Umum BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno sekaligus koordinator aksi, Muhammad Abdi, menegaskan bahwa pertemuan itu, menghasilkan sejumlah poin penting yang disampaikan ke Wapres. 

"Kawan-kawan mahasiswa pun menyampaikan aspirasi baik keluh kesah mereka dari daerah baik dari keluh kesah skala nasional, mereka menyampaikan secara konstitusional ke depan langsung Bapak Wapres," ucapnya, Senin malam.

Sampaikan soal MBG hingga BBM 

Sejumlah hal turut disampaikan mahasiswa dalam pertemuan tersebut. Mulai dari program MBG, subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT), hingga soal harga BBM.

"Memorandum yang kami kajian ini poin-poin yang kesepakatan yang kami di BEM Universitas Bung Karno, tentu poin pertama kluster fiskal dan pendidikan."

"Subpoinnya itu yaitu membekukan sementara pelaksanaan program makan bergizi gratis dan kebijakan deputi kedaulatan pangan di wilayah terkait untuk audit audit transparans," ungkap Abdi.

Selanjutnya, sub yang kedua adalah mengalihkan efisiensi anggaran tersebut guna mensubsidi UKT ataupun biaya operasional pendidikan tinggi demi mewujudkan pendidikan terjangkau. 

Nah, itu ada poin ketiga, klaster hukum dan supremasi sipil.

"Mengirimkan rekomendasi resmi atas nama pemerintah ke DPR RI untuk melakukan legislatif review terhadap undang-undang POLRI yang baru disahkan, beberapa waktu yang lalu," jelas Abdi.

Lalu, terkait klaster krisis moneter dan energi. 

"Dan di sini ada poin mendesak otoritas moneter pusat untuk melakukan intervensi stabilitas rupiah dan membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM di tingkat regional karena terbukti menghancurkan daya beli domestik masyarakat," imbuhnya. 

Baca juga: Megawati Terang-terangan Dukung BEM UI Demo Turunkan BBM hingga Setop MBG: Kalian Jangan Takut!

WAPRES GIBRAN - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka
WAPRES GIBRAN - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati)

Ultimatum 5x24 Jam Tuntutan

Para mahasiswa pun memberikan ultimatum ke pemerintah untuk menindaklanjuti tuntutan selama 5x24 jam.

Andi menyebut, pihaknya bakal menggelar aksi berkelanjutan jika pemerintah mengabaikan tuntutan massa.

"Kami memberikan waktu kepada pemerintah hari ini 5 x 24 jam. "

"Apabila dalam waktu 5x24 jam, paling lambat Jumat 19 Juni 2026, pihak dua melanggar mengabaikan atau tidak menunjukkan bukti progresif atas realisasi memorandum ini, maka pihak satu berhak mengatakan bahwa pihak telah cacat legitimasi moral dan mengkhianati kesepakatan kami," tegasnya. 

Ketika aspirasi yang disampaikan tidak terealisasi, lanjut Abdi, maka pihaknya akan ada pergerakan aksi jilid-jilid.

Sementara itu, dikatakan Abdi, Wapres merespons tuntutan mahasiswa. 

Menurutnya, putra dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu, akan menyampaikan tuntutan mahasiswa ke Presiden Prabowo Subianto. 

“Bapak Wapres mencatat apa yang kami sampaikan dan berjanji memperbaiki hal-hal yang janggal. Tentunya soal MBG salah satunya,” kata perwakilan mahasiswa itu.

Mahasiswa Demo di Jakarta Bubarkan Diri dengan Tertib 

Sebelumnya, massa mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI telah membubarkan diri secara tertib, Senin (15/6/2026) sore.

Aksi yang berlangsung sejak sekitar pukul 13.00 WIB tersebut, berakhir setelah perwakilan mahasiswa membacakan pernyataan sikap.

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com di lokasi, mahasiswa menyuarakan sejumlah isu terkait evaluasi terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penurunan harga bahan bakar minyak, perluasan akses pendidikan gratis, hingga penolakan terhadap sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua.

Setelah itu, pembacaan sikap selesai, massa secara bertahap meninggalkan lokasi aksi.

Mobil komando yang digunakan selama demonstrasi pun bergerak keluar dari lokasi, diikuti para peserta yang kembali ke kendaraan masing-masing.

Arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto arah Semanggi menuju Petamburan tetap dibuka selama demonstrasi berlangsung.

Demo di Daerah-daerah

Selain di Jakarta, mahasiswa di sejumlah daerah juga menggelar demo di masing-masing wilayah. Seperti demo mahasiswa tolak kenaikan harga BBM di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Massa berkumpul di Gedung Olahraga (GOR) Sukapura menuju di titik aksi di Balai Kota Tasikmalaya.

Aksi bertajuk TASIKUSIK VOL.2 ini, juga berencana ingin menjemput Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Aslim.

Massa berencana membawa kedua tokoh tersebut, untuk melakukan aksi bersama di Depot Pertamina.

(TribunTrends/Tribunnews/Suci Bangun)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.