Tanggapan Kapolrestabes, Jaringan Internet Putus di Area Demo Mahasiswa di DPRD Sumut
Salomo Tarigan June 16, 2026 07:09 AM

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Jaringan internet sempat mati total, ketika ratusan mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara (USU) berunjuk rasa di gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (15/6/2025).

Matinya jaringan internet, khususnya provider Telkomsel mulai terjadi sejak ratusan mahasiswa datang ke lokasi, sekira pukul 15:30 WIB, hingga sekitar pukul 17:00 WIB.

Sebelumnya, jaringan masih bisa diakses, meski tersendat-sendat ketika mengirimkan pesan singkat, maupun foto dan video.

KAPOLRESTABES MEDAN - Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak ketika diwawancarai usai ratusan mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (15/6/2026). Jaringan internet tak bisa diakses di area aksi demo
KAPOLRESTABES MEDAN - Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak ketika diwawancarai usai ratusan mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (15/6/2026). Jaringan internet tak bisa diakses di area aksi demo (TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso)

Akibatnya, jurnalis, mahasiswa, dan warga yang berada di lokasi mengeluhkan tak bisa mengakses internet.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (BEM USU) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Senin (15/6/2026).
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (BEM USU) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Senin (15/6/2026). (TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani)

Mereka curiga kalau jaringan sengaja dimatikan untuk membatasi penyebaran informasi.

"Sepertinya sengaja dimatikan supaya gak bisa upload foto, video, dan live di media sosial kalau lagi ada demo," cetus salah satu mahasiswa, Senin (15/6/2026).

Mengenai matinya jaringan internet yang diduga sengaja dimatikan aparat, Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengaku belum mendengar.

Ia menyebut, dirinya sendiri hanya merasakan gangguan ketika pengeras suara mereka tersendat.

Belakangan, diketahui baterai microphone mereka sedikit mengalami gangguan.

"Sampai saat ini saya belum mendengar informasi itu. Tadi saya mendengar, lihat, memang mic saya agak terganggu. Tapi saya lihat, ternyata ada baterai yang rusak di situ,"kata Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, Senin (15/6/2026).

Ditanya lebih lanjut apakah jaringan internet sengaja dimatikan untuk memperlambat penyebaran informasi, Calvin kembali menyatakan belum mendengar.

Ia malah menjawab aksi demonstrasi berjalan lancar, dan pihaknya juga memberikan pelayanan kepada demonstran.

"Sampai saat ini saya belum mendengar informasi itu. Yang penting, kita bisa melihat bahwa lancarnya kegiatan penyampaian aksi unjuk rasa dengan pelayanan yang diberikan, itu yang sangat luar biasa."

MAHASISWA UNJUK RASA - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (BEM USU) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Senin (15/6/2026).
MAHASISWA UNJUK RASA - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (BEM USU) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Senin (15/6/2026). (TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani)

Sebelumnya, sekitar ratusan mahasiswa berunjukrasa di depan gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (15/6/2026).

Mengenakan almamater berwarna hijau, mereka tiba mulai tiba pukul 14:33 WIB.

Mereka datang berjalan kaki dari arah jalan Kapten Maulana Lubis, Medan ke arah Jalan Imam Bonjol.

Di depan massa, mobil pikap yang membawa pengeras suara, yang dibelakangnya membawa mesin genset untuk aliran listrik.

Di belakangnya, ratusan mahasiswa berjalan serentak.

Begitu sampai ke depan gedung DPRD Sumut, mereka langsung membentangkan spanduk.

Beberapa diantaranya isi spanduk mengkritik kabinet gendut era Presiden Prabowo Subianto.

Dalam tulisannya, mereka menulis, kalau yang mendapat makanan gratis adalah anak-anak, tapi yang gemuk malah kabinet.

"Yang makan anak, yang gemuk kabinet merah putih,"tulis spanduk berlatar hitam, dilihat, Senin (15/6/2026).

Selain itu, mahasiswa juga membawa spanduk menolak undang-undang Polri.

Mereka mengkritik janji 19 juta lapangan pekerjaan.

"19 juta lapangan pekerjaan untuk Polri. Tolak UU Polri," katanya.

(Cr25/Tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.