Hadapi 4 Kompetisi di Musim 2026/27, Igor Tolic Minta PSSI Bantu Persib dan Borneo FC
Christoper Desmawangga June 16, 2026 07:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Juara bertahan Super League tiga musim beruntun, Persib Bandung, dipastikan akan menjadi salah satu tim paling sibuk dalam konstelasi sepak bola nasional pada musim kompetisi 2026-2027.

Skuad berjuluk Maung Bandung ini dijadwalkan bakal memecah fokus mereka untuk bertarung di empat kompetisi berbeda sekaligus.

Di level domestik, Persib akan mengarungi ketatnya persaingan Super League dan Piala Liga.

Baca juga: Analisa Pengamat Soal Pergerakan Borneo FC di Bursa Transfer usai Tim Kepelatihan Terbentuk

Sementara di kancah internasional, mereka akan menjadi representasi Indonesia pada ajang AFC Champions League Two (ACL 2) serta ASEAN Club Championship (ACC).

Menanggapi agenda yang super padat tersebut, pelatih anyar Persib Bandung asal Kroasia, Igor Tolic, angkat bicara.

Ia tidak menampik bahwa situasi mengarungi empat kompetisi sekaligus untuk pertama kalinya dalam sejarah klub akan menghadirkan draf ujian berat, tidak hanya dari aspek teknis di dalam lapangan, melainkan juga dari sisi manajerial hulu organisasi.

“Ini akan menjadi tantangan baik secara organisasi maupun logistik yang nyata bagi Persib. Ada beberapa negara dan tim akan kami kunjungi dan hadapi untuk pertama kalinya, masih banyak variabel yang perlu diperhatikan," urai Igor Tolic.

Baca juga: Statistik dan Rekam Jejak Pelatih Persib, Borneo FC dan Persija, Siapa yang Paling Gacor?

Menyadari besarnya skala risiko tersebut, Tolic menegaskan komitmennya untuk segera mematangkan kesiapan personel tim serta draf strategi teknis secara mendalam sejak bergulirnya fase pramusim.

Berdasarkan hasil pembagian grup, Persib Bandung dipastikan tergabung di dalam Grup B kompetisi ASEAN Club Championship (ACC).

Maung Bandung berada satu kotak dengan tim-tim mapan Asia Tenggara seperti Port FC (Thailand), Johor Darul Ta’zim (Malaysia), Lion City Sailors (Singapura), Cong An Ha Noi (Vietnam), PKR Svay Rieng FC (Kamboja), serta satu slot tim pemenang dari babak play-off.

Konsekuensi dari keikutsertaan di ajang regional ini adalah ancaman kelelahan fisik akibat jadwal harian yang berhimpitan.

Baca juga: Dosen Unmul Samarinda Optimistis Borneo FC Berikan Kejutan di Kompetisi Asia

Karakteristik pertandingan ACC yang rutin digelar pada setiap hari Kamis diprediksi kuat akan memicu tabrakan jadwal (clash) dengan kalender reguler Liga Indonesia musim 2026-2027.

Berdasarkan draf linimasa kompetisi, setidaknya ada tiga titik krusial di mana jadwal bertanding Persib saling berbenturan:

10 Desember 2026:

Persib dijadwalkan melakoni laga tandang internasional kontra Lion City Sailors.

Baca juga: Rumor Transfer Super League: Borneo FC Dikaitkan dengan Bek Serba Bisa Brasil Jebolan Liga Malta

Di waktu yang bersamaan, kompetisi Super League tengah memutar rangkaian pertandingan pekan ke-13 (periode 8-10 Desember).

17 Desember 2026

Skuad Maung Bandung harus menjamu raksasa Malaysia, JDT.

Agenda ini bertepatan dengan pelaksanaan laga pekan ke-15 liga domestik yang bergulir pada 16-18 Desember.

Baca juga: Rekap Pelatih di Super League: Borneo FC Umumkan Pengganti Lefundes, PSM Masih Kosong

4 Maret 2027

Partai pamungkas fase grup melawan Cong An Ha Noi bentrok langsung dengan draf pertandingan pekan ke-22 Super League yang dijadwalkan pada kurun waktu 1-4 Maret.

Komplikasi penjadwalan ini dipastikan akan kian rumit mengingat agenda untuk kompetisi ACL 2 serta AFC Challenge League juga memiliki kebiasaan harian dimainkan pada hari Rabu atau Kamis.

Melihat potensi ancaman kerugian taktis tersebut, Igor Tolic mendesak adanya koordinasi hulu dan komunikasi dua arah yang erat antara manajemen klub dengan pihak PSSI selaku federasi serta operator I.League.

Baca juga: Nadeo Argawinata Resmi Perpanjang Kontrak di Borneo FC hingga 2029, Patahkan Rumor ke Persija

Menurutnya, penyesuaian jadwal yang fleksibel bukan semata-mata demi keuntungan Persib atau Borneo FC selaku wakil Indonesia, melainkan demi misi besar menaikkan akumulasi poin dan peringkat koefisien liga Indonesia di level Asia.

“Kami perlu bekerja sama secara erat dengan federasi dan liga untuk mendapatkan bantuan dalam menyesuaikan jadwal laga sebelum kompetisi dimulai. Banyak hal yang perlu dilakukan sebelum mulai bertanding,” pungkas Tolic. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.