TRIBUNNEWS.COM - Pertandingan antara Belgia menghadapi Mesir di Grup G Piala Dunia 2026 berkesudahan dengan skor 1-1, Selasa (16/6/2026), di Lumen Field, Seattle, Amerika Serikat.
Namun, sebenarnya Mesir sangat berpeluang keluar sebagai pemenang pada pertandingan ini.
Pasalnya Mesir disebut berhak mendapatkan penalti setelah adanya duel antara Zizo dan Maxim de Cuyper di ujung kotak penalti pada menit ke-89.
Zizo pada awalnya berhasil mengontrol bola hingga mendekati kotak penalti Belgia.
Ia lantas coba melewati de Cuyper yang menghalangi. Namun dirinya tak bisa lewat lantaran sang lawan mengadang dengan menempatkan badannya di depan dirinya.
Alhasil, kedua pemain langsung terjatuh akibat duel tersebut.
Permainan Mesir yang ngotot membuat Belgia kesulitan mengembangkan permainan.
"Pelatih Mesir, Hossam Hassan, adalah seorang yang patriotik. Jadi setiap pemain yang bermain di bawahnya harus bermain dengan hati," kata Gigih, seorang football enthusiast, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Baca juga: Update Klasemen Piala Dunia 2026 Grup H: Kerugian Spanyol di Puncak, Uruguay & Arab Saudi Mengintai
Sayangnya momen Zizo yang terjatuh itu tak digubris wasit yang bertugas.
Mereka bahkan tak melakukan cek VAR untuk menentukan apakah itu berhak mendapatkan penalti atau tidak.
Keputusan itu lantas mendapatkan sorotan tajam dari pelatih Mesir, Hossam Hassan.
Hassan yakin tim arahannya seharusnya mendapatkan penalti.
"Kami seharusnya mendapatkan penalti dan itu adalah keputusan yang satu juta kali benar," kata Hossam Hassan dikutip dari jurnalis Micky Junior di akun X.
"Saya benar-benar terkejut penalti itu tidak diberikan kepada kami, wasit bahkan tidak melihat VAR."
"Jika itu terjadi kepada Belgia, pasti penalti itu diberikan. Kami benar-benar sejengkal lagi untuk menang."
"Mesir bukanlah tim kecil," paparnya.
Terlepas dari kontroversi ini, Mesir pantas berbangga dengan hasil imbang melawan Belgia.
Mereka bisa mematahkan prediksi awam yang lebih banyak menempatkan Belgia sebagai pemenang di laga ini.
Highlight Pertandingan
Belgia memberi tekanan di awal babak pertama. Percobaan tembakan dari luar kotak penalti Leandro Trossard dan Kevin de Bruyne masih belum membuahkan hasil.
GOL! Mesir membuka keunggulan pada menit ke-19. Emam Ashour mencatatkan nama di papan skor.
Mohamed Salah memberi assist mendatar kepada Ashour yang langsung menembak keras bola dari luar kotak penalti. Thibaut Courtois gagal menahan bola yang bersarang ke gawangnya. Mesir memimpin 1-0.
Mesir nyaris menambah gol memasuki menit ke-32. Bola sepakan on target Mostafa Zico di kotak penalti bisa digagalkan Courtois.
Belgia mendapat peluang emas di injury time. Bola tendangan setengah voli Jeremy Doku di kotak penalti melayang di atas mistar.
Tak lama berselang giliran Mesir yang mendapat kans mencetak gol. Percobaan tembakan jarak dekat Omar Marmoush diblok keluar oleh Courtois. Skor 1-0 untuk Mesir bertahan hingga turun minum.
Babak kedua baru berjalan tiga menit, Mesir mendapatkan peluang untuk menggandakan keunggulan. Sayangnya, eksekusi Marmoush di dalam kotak penalti ketika menerima umpan tarik dari sisi kanan permainan, masih membentur pemain bertahan Belgia.
Tiga menit kemudian, giliran Doku yang merangsek ke kotak penalti Mesir dari sisi kanan. Tetapi final pass rekan Marmoush di Manchester City ini lagi-lagi masih diblock.
Pada menit 52', Belgia memperoleh set piece di tepi kotak penalti Mesir. Kevin De Bruyne menjadi esksekutornya.
Akurasi eks Man City itu pun terbilang jitu, namun tak beruntung karena sepakannya membuat bola hanya menghantam tiang gawang.
Di menit 64, Marmoush melepaskan tembakan di kotak penalti Belgia. Bola yang deflek, bergerak berbeda dari rute semula menyebabkan Thibaut Courtois terkecoh. Sayang, percobaan Omar Marmoush masih belum on target.
Selang dua menit, Mohamed Hany melakukan own goal membuat Belgia menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Di sisa waktu, jual-beli serangan diperlihatkan kedua tim. Skor 1-1 bertahan hingga laga usai.
(Tribunnews.com/Guruh, Giri)