Dapati Kabar Haji Bolot Meninggal Dunia di WA, Rico Ceper Datangi Rumah sang Komedian, Rupanya Hoaks
Murhan June 16, 2026 08:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dapati kabar Haji Bolot meninggal dunia di whatsApp (WA), presenter Rico Ceper langsung mendatangi rumah sang komedian.

Sempat degdegan mendengar kabar itu, Rico Ceper mendapati kondisi sebenarnya soal Haji Bolot dari keluarga.

Ternyata, kabar Haji Bolot meninggal dunia hanya hoaks yang beredar di media sosial.

Menurut Rico, dirinya pertama kali mengetahui informasi tersebut dari sejumlah pesan yang beredar di grup percakapan dan media sosial.

Dia mengaku sempat dibuat bingung karena dirinya yang baru saja mengunjungi rumah Haji Bolot untuk menanyakan kondisi sang komedian yang tengah jatuh sakit.

"Saya sampai rumah jam delapan setengah sembilan buka handphone beredar innalillahi. Ada yang copy paste, WhatsApp grup taruh di sini copy paste. Wah, ini kapan meninggalnya orang baru dari rumahnya," ungkap Rico, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Senin (15/6/2026).

Baca juga: Nyaris Tak Kenali Sarwendah yang Sekarang, Mantan Manajer Maklum Janda Ruben Onsu Kini Panen Hujatan

Pemilik nama asli Emrinko Safinka ini sempat berpikir bahwa Haji Bolot menghembuskan napas terakhir saat dirinya perjalanan pulang dari rumah sang komedian.

Namun tak langsung percaya, Rico justru membantah mengenai kabar yang beredar.

"Saya di sana jam delapan, di rumahnya nggak ada bendera kuning atau apa. Terus saya mikir gini 'apa jangan-jangan pas gua pulang nyampai rumah almarhum di rumah sakit baru dapat kabar lewat kali'. "

"Ah enggak mungkin, saya bantah tuh teman-teman termasuk ada di grupnya selebrities FC 'Hey teman-teman ini enggak ada, yang saya tahu masih sakit, doain aja'," papar Rico.

Untuk memastikan lebih lanjut, paginya Rico langsung mendatangi rumah Haji Bolot.

Dalam perjalanan Rico pun sempat merasa khawatir jika kabar meninggalnya komedian yang dikenal dengan logat Betawinya itu benar.

Rico pun lega usai keluarga juga membantah adanya kabar duka tersebut.

"Untuk meyakinkan Jumat pagi jam setengah delapan saya ke rumah Pak Bolot lagi, ketemu sama anaknya yang nomor lima."

"Saya naik motor degdegan nih amit-amit ada bendera kuning. Pas sampai rumahnya alhamdulillah enggak ada,  terus ketemu anaknya saya tanya itu benar nggak? 'kagak Bang Rico, kita juga kaget ngeselin'."

"Ada itu di Instagram saya di feed, jadi saya posting bantu klarifikasi bahwa ini keluarganya lagi doain, lagi usaha ikhtiar, digosipin yang aneh-aneh gitu. Udah gitu belum jelas menyebarin aja WhatsApp grupnya gitu. Makanya keluarga menyesalkan," beber presenter kelahiran Jakarta itu.

Sebelumnya komedian sekaligus musisi Andre Taulany juga sempat membagikan potret Haji Bolot yang terbaring di rumah sakit.

Haji Bolot diketahui dilarikan ke RS Fatmawati, Jakarta, akibat serangan jantung.

Kondisi Terkini Haji Bolot

Masih pada kesempatan yang sama, Rico Ceper memastikan kondisi Haji Bolot sudah berangsur membaik.

"Kondisinya membaik, kesadaran cukup bagus membaik, dan terus komunikasi," ungkap Rico.

Saat menjenguk di RS, Rico mengaku sempat diminta keluarga untuk memberikan semangat kepada Haji Bolot sekaligus merangsang kesadaran sang komedian.

Di situ, Rico dibuat terharu dengan respons dari komedian berusia 84 tahun itu.

Haji Bolot disebut Rico sempat mau mengikuti perintahnya untuk mengangkat jempol tangan.

"Pak Haji ini saya Rico coba angkat tangannya bisa nggak, dia ngangkat gitu lemah. Coba jempolnya diadu, kalau ini saya Ceper."

"Terus dia angkat jempolnya didempetin sama dia ," beber Rico.

Rico pun beryukur karena ada kemajuan dari kondisi Haji Bolot yang sebelumnya sempat tak sadarkan diri.

Bahkan dikatakan Rico, keluarga yang melihat pun juga ikut terharu.

"Artinya itu secara motoriknya dia iya, dan itu kemajuan. Tadinya kan cuman diam kayak pingsan kata keluarganya."

"Terus jempolnya ditosin sama dia, alhamdulillah, terus istri Haji Bolot juga haru gitu ada perkembangan, artinya menerima respons kan," tutur Rico.

Pengertian dan Cara Mengantisipasi Hoaks

Saat ini, penggunaan internet untuk berselancar informasi sangat masif, termasuk dalam bermedia sosial.

Hoaks adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya.

Dilansir dari buku Book Series Jurnalisme Kontemporer: Etika dan Bisnis dalam Jurnalisme (2021) oleh Febri Nurrahmi dan teman-teman, hoaks juga isa didefinisikan sebagai upaya pemutarbalikan fakta menggunakan informasi yang seolah-olah meyakinkan tetapi tidak dapat diverifikasikan kebenarannya.

Lalu, bagaimana cara mengantisipasi berita hoaks?

Dikutip dari buku Awas hoax! (2018) oleh Sahrul Mauludi, selain pendekatan represif juga perlu dilakukan pendekatan preventif atau pencegahan melalui literasi digital untuk mencegah meluasnya hoaks.

Dalam hal ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga semua pemangku kebijakan, lembaga pendidikan ataupun lembaga nonpemerintah yang berkepentingan dalam hal ini.

Upaya memerangi hoaks disebut hampir serupa dengan upaya mengatasi problem buta huruf.

Upaya itu pastilah melibatkan kerja yang tidak sekali jadi dalam mengatasi ketidaktahuan dan ketidakpedulian.

Cara untuk mengantisipasi atau mencegah meluasnya hoaks, yakni:

  •     Selalu cross check informasi yang didapatkan di media sosial atau internet, apakah fakta atau bukan
  •     Pemerintah segera menutup atau memblokir sumber-sumber penyebaran berita bohong atau hoaks
  •     Mengadili para penyebar hoaks
  •     Tingkatkan literasi agar tidak mudah terpancing oleh berita bohong
  •     Memahami ciri-ciri berita bohong
  •     Tidak ikut menyebarkan berita bohong

Seperti kita ketahui, UU ITE saja tidak cukup untuk menangkal hoaks jika tidak dibarengi dengan literasi.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.