Renungan Hari Ini Selasa 16 Juni 2026, Memaafkan dan Rendah Hati
Gordy Donovan June 16, 2026 09:39 AM

Oleh: Pastor Frans Banusu

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan hari ini Selasa 16 Juni 2026.

Tema renungan hari ini "Memaafkan dan Rendah Hati".

Bacaan hari Selasa: 1Raj 21:17-29; Mzm 51:3-4.5-6a.11.16; Mat 5:43-48 dan BcO Ezr 4:1-5.24-5:5. 

Baca juga: Renungan Katolik Hari Selasa 16 Juni 2026, Kasihilah Musuhmu

 

Bacaan Pertama:

Tetapi datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu, bunyinya:

"Bangunlah, pergilah menemui Ahab, raja Israel yang di Samaria. Ia telah pergi ke kebun anggur Nabot untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya.

Katakanlah kepadanya, demikian: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah membunuh serta merampas juga! Katakan pula kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ jugalah anjing akan menjilat darahmu."

Kata Ahab kepada Elia: "Sekarang engkau mendapat aku, hai musuhku?" Jawabnya: "Memang sekarang aku mendapat engkau, karena engkau sudah memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN.

Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan malapetaka kepadamu, Aku akan menyapu engkau dan melenyapkan setiap orang laki-laki dari keluarga Ahab, baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya di Israel.

Dan Aku akan memperlakukan keluargamu sama seperti keluarga Yerobeam bin Nebat dan seperti keluarga Baesa bin Ahia, oleh karena engkau menimbulkan sakit hati-Ku, dan oleh karena engkau mengakibatkan orang Israel berbuat dosa.

Juga mengenai Izebel TUHAN telah berfirman: Anjing akan memakan Izebel di tembok luar Yizreel.

Siapa dari keluarga Ahab yang mati di kota akan dimakan anjing dan yang mati di padang akan dimakan burung di udara."

Sesungguhnya tidak pernah ada orang seperti Ahab yang memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, karena ia telah dibujuk oleh Izebel, istrinya.

Bahkan ia telah berlaku sangat keji dengan mengikuti berhala-berhala, tepat seperti yang dilakukan oleh orang Amori yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel.

Segera sesudah Ahab mendengar perkataan itu, ia mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain kabung pada tubuhnya dan berpuasa. Bahkan ia tidur dengan memakai kain kabung, dan berjalan dengan langkah lamban.

Lalu datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu:

"Sudahkah kaulihat, bahwa Ahab merendahkan diri di hadapan-Ku? Oleh karena ia telah merendahkan diri di hadapan-Ku, maka Aku tidak akan mendatangkan malapetaka dalam zamannya; barulah dalam zaman anaknya Aku akan mendatangkan malapetaka atas keluarganya."

Mazmur Tanggapan:

Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.

Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.

Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil Roh-Mu yang kudus dari padaku!

Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.

Bacaan Injil Katolik:

P: Inilah Injil Tuhan Kita Yesus Krisus Karangan Mat 5:43-48

U: Dimuliakan Tuhan

"Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya daripada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?

Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

P: Demikianlah Injil Tuhan.
U: Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik

MEMAAFKAN DAN RENDAH HATI: MENCIPTAKAN RUANG KERAHIMAN ILAHI TUHAN DALAM DIRI

(1Raj. 21:17-29; Mzn. 51:3-4.5-6a.11.16; Mat. 5:43-48).

"Apabila kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?" (Mat. 5:46).

Manusia selain keunggulan yang dimiliki, emosi menjadi bagian integral yang tak bisa dipisahkan. Emosi yang tak terkontrol dengan baik bisa meledakan bagai bom kapan saja. Yesus menampilkan suatu ajaran baru yang sangat kontras dengan emosi manusia: mengasihi musuh. Ini suatu ajaran radikal yang kontras dengan perasaan emosi manusia. Hal lazim dalam hidup ialah mengasihi orang baik atau mengasihi secara berimbang. Mengasihi musuh bertentangan dengan spirit manusia pada umumnya, perbuatan jahat harus dibalas dengan kejahatan pula. Ini karakter yang tidak dikehendaki oleh Allah. "Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi orang yang menganiaya kalian." (Mat. 5:44). Mengasihi musuh menampakkan karakter Allah dalam persekutuan sebagai orang beriman. Orang jahat maupun orang baik menikmati matahari dan hujan yang datang dari Allah. Tuhan Yesus membuka wawasan kita dalam mengasihi tanpa sekat. Sekat dalam mengasihi dan membenci adalah pikiran picik yang kita anggap sebagai kebenaran, padahal tidak membawa berkat bagi hidup. Mengasihi orang jahat, membantu dia untuk berubah. Maka tuntutannya ialah orang yang berbuat jahat terhadap kita, dia mesti dikasihani. Ini misi yang Yesus harapkan kita buat walau tak mudah. Berbuat ekstrim dalam mewujudkan perintah cinta kasih, hanya mungkin jika  kita memiliki sikap rendah hati dalam diri. Kerendahan hati, berbelas kasih dan memaafkan menciptakan ruang bagi kerahiman Ilahi Allah dalam diri kita.

Ahab, raja Israel yang sangat jahat. Nabi Elia dengan arif menunjukkan kesalahannya. "Engkau telah memperbudak dirimu dengan melakukan yang jahat di hadapan Tuhan." (1Raj. 21:20). Rancangan terdalam Allah bagi manusia adalah agar orang berdosa tidak binasa melainkan ia insyaf, menyesal dan bertobat. Ahab menyadari kejahatannya lalu merendahkan diri di hadapan Tuhan dengan mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain kabung dan berpuasa. Tobat dari perbuatan kejinya, Ahab diluputkan dari malapetaka. 

Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa." (Mzm. 51:5-6a).

Tuhan butuh kita untuk dengan setia melaksanakan keadilan dan  belas kasih dalam keseharian hidup. Menggapai kesempurnaan dalam Tuhan bukanlah hal yang mudah bagi manusia yang didominasi perasaan emosional yang tinggi. Kerendahan hati untuk menyadari kerapuhan dalam diri melalui teguran yang disampaikan memberdayakan kita bisa bertobat, berbelas kasih dan memaafkan. Hanya inilah jalan masuk ke dalam ruang kerahiman Ilahi Allah.  

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Selasa/Pekan Biasa XI/A/II, 160626).(Sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.