Respons Wapres Gibran Tuntutan Mahasiswa soal MBG, Militerisme hingga Harga BBM
Salomo Tarigan June 16, 2026 10:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah respons Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menanggapi unjuk rasa mahasiswa yang berunjukrasa di Patung Kuda, Jakarta, Senin, (15/6/2026). 

Sebelumnya, aksi demo mahasiswa juga berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman,  Jumat (12/6/2026).

Di antara tuntutan dalam aksi ini yakni, Menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Hentikan militerisme di ranah sipil, Turunkan harga BBM, Evaluasi kepemimpinan: Mendesak Presiden  berhenti mengelak dan mengakui kesalahan

Baca juga: Mengingat Sosok Eddy Tansil, Buronan Paling Dicari hingga Sudah 30 Tahun Tak Tertangkap

Gibran bertemu dengan 15 perwakilan mahasiswa yang berunjukrasa di Patung Kuda, Jakarta, Senin, (15/6/2026). 

Pertemuan berlangsung secara tertutup di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

 Dalam pertemuan tersennut Wapres menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan berbagai program dan kebijakan nasional dengan membuka ruang dialog serta menyerap aspirasi masyarakat, khususnya dari kalangan mahasiswa.

“Yang sudah kita capai sekarang, apa yang sudah dibangun itu yang kita rawat bersama. Saya sadar masih banyak minus-minusnya, kekurangannya banyak, ya ini yang harus kita perbaiki bersama,” tutur Gibran dikutip dari Sekretariat Wakil Presiden.

Para mahasiswa yang sebelumnya menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda tersebut berasal dari Universitas Bung Karno dan Universitas Mohammad Husni Thamrin Jakarta.

Mereka menyampaikan berbagai aspirasi dan hasil kajian terkait sejumlah isu nasional, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, pendidikan, revisi regulasi, hingga pembangunan di wilayah tertinggal.

Mengawali dialog, Wapres menyampaikan apresiasinya atas berbagai masukan yang disampaikan mahasiswa.

“Makanya ini saya terima kasih sekali dapat masukan-masukan,” ujar Wapres.

Wapres menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan selama disampaikan secara tertib dan konstruktif. Ia juga mengapresiasi keterlibatan aktif mahasiswa dalam mengawal berbagai kebijakan pemerintah.

“Saya senang mahasiswa kritis ikut mengevaluasi, ikut memberikan saran,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi pemerintah dan diteruskan kepada pimpinan.

Sementara itu, Ketua Aksi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi Maludin, menilai Wapres menunjukkan sikap terbuka dalam menerima aspirasi dan hasil kajian yang disampaikan mahasiswa.

Abdi juga mengapresiasi respons Wapres selama audiensi berlangsung.

“Respon dari pihak-pihak tentunya Bapak Wakil Presiden, sangat baik,” katanya.

Menurutnya, Wapres memberikan perhatian terhadap berbagai tuntutan yang disampaikan mahasiswa dan berkomitmen untuk menindaklanjutinya.

“Dia akan catat hasil dari tuntutan-tuntutan kami,” imbuh Abdi.

Lebih lanjut, mahasiswa berharap ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, dapat terus dibuka sebagai bagian dari penguatan demokrasi.

Hadir mendampingi Wapres dalam pertemuan tersebut, Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar dan Staf Khusus Wakil Presiden Nico Harjanto.

5 Tuntutan Mahasiswa 

 Lima tuntutan demo BEM UI   menjadi isu utama yang dibawa mahasiswa dalam aksi unjuk rasa yang semula direncanakan berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).

Aksi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh fakultas Universitas Indonesia (UI) turut diikuti mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengatakan lima tuntutan tersebut merupakan hasil konsolidasi seluruh BEM fakultas di lingkungan UI.

Kelima tuntutan mahasiswa yakni:

  • Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
  • Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
  •  Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
  • Menghentikan militerisme di ranah sipil.
  • Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak.

Baca juga: AS Sepakat Gencatan Senjata dengan Iran, Harga Minyak Anjlok, Pasar Saham Melonjak

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

Sumber: Kompas.com/ tribunnews.com

Baca juga: Tanggapan Raffi Ahmad Namanya Dikaitkan Kasus Korupsi Pejabat Bea Cukai

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.