TRIBUNNEWS.COM - Hasil imbang menjadi akhir pertandingan antara Selandia Baru dan Iran di Grup G, Selasa (16/6/2026) di SoFi Stadium, Inglewood, Amerika Serikat.
Selandia Baru dan Iran bermain imbang 2-2 lewat laga yang terbilang atraktif dan terbuka dari kedua tim.
Penampilan Selandia Baru, secara khusus, pantas mendapatkan apresiasi lebih dari penggemar sepak bola, khususnya Piala Dunia 2026.
Pasalnya mereka berani bermain terbuka dan menerapkan prinsip tiki-taka, yaitu permainan bola pendek dengan jarak antarpemain yang tak terlalu renggang.
Potensi Selandia Baru semakin terbuka lantaran mereka dilatih sosok yang benar-benar memahami tim ini, yaitu Daren Bazeley.
"Selandia Baru dilatih Darren Bazeley, sosok yang menangani tim sejak di fase U17, U19, Olimpiade, dan U23," kata Gigih, seorang football enthusiast, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Benar saja, permainan Selandia Baru, terutama di sektor depan, menjadi lebih cair dan berbahaya bagi lawan.
Sayangnya lini belakang mereka masih belum bisa mengantisipasi serangan-serangan dari Iran dengan baik.
Baca juga: Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026: Ujian Kemewahan Les Bleus di Hadapan Raja Afrika
Highlight Pertandingan
Selandia Baru memiliki pendekatan cukup berani saat berhadapan dengan Iran di awal babak pertama.
Mereka ternyata langsung bermain terbuka untuk mencoba memberikan ancaman.
Keberanian mereka pun langsung berbuah manis di menit ketujuh.
Selandia Baru langsung unggul berkat gol dari Henry Just.
Just melakukan kerja sama ciamik dengan dua rekannya untuk merangsek mendekati kotak penalti.
Ia lantas menerima umpan final dari Chris Wood yang menempatkannya di posisi yang cukup ideal untuk melakukan finishing.
Tendangan keras Just langsung mengubah papan skor menjadi 0-1 untuk Selandia Baru.
Iran langsung mencoba memberikan respons untuk menyamakan kedudukan.
Tim Melli sebenarnya bermain dengan lebih sabar.
Mereka tak terburu-buru mengolah si kulit bundar untuk langsung dialirkan ke depan.
Iran mencoba memancing terlebih dahulu agar para pemain lawan maju dan ruang di belakang lebih terbuka.
Tekad kuat Tim Melli menyamakan kedudukan baru bisa terjadi pada menit ke-32.
Rangkaian serangan simpel Iran malah bisa menembus ke dalam kotak penalti.
Mehdi Taremi yang menunggu di dalam area 16 besar berhasil menjadi penahan bola yang baik.
Tendangan yang ia lepaskan sebenarnya masih bisa dihalau bek lawan.
Namun bola rebound mengarah kepada Ramin Rezaeian yang tinggal melanjutkan dengan menendang si kulit bundar.
Kedua tim masih mencoba menambah gol di sisa babak pertama.
Pertandingan berlanjut ke babak kedua dengan skor imbang 2-2 berada di papan skor.
Sekira baru 9 menit pertandingan berlangsung, Selandia Baru langsung memberikan kejutan besar kepada Iran.
Tim Negeri Kiwi kembali menampilkan sepak bola indah dengan operan-operan pendek progresif yang bisa membelah pertahanan Iran.
Lagi-lagi Henry Just yang menjadi penyelesai akhir peluang tersebut.
Tendangan keras Just kembali merobek jala Iran dan membawa Selandia Baru kembali unggul dengan skor 1-2.
Keunggulan tersebut sayangnya tak bertahan lama bagi Selandia Baru.
Upaya Iran mencetak gol baru membuahkan hasil 10 menit berselang, atau tepatnya di menit ke-64.
Mohammad Mohebi menjadi pencetak skor bagi Iran lewat sundulan kepala yang akurat.
Ia mendapatkan umpan silang dari Ramin Rezaeian dari sisi kanan.
Kedudukan berubah menjadi 2-2 bagi kedua tim.
Berbagai peluang yang didapatkan kedua tim di sisa pertandingan ternyata tak bisa berbuah gol.
Pada akhirnya Selandia Baru dan Iran harus puas dengan hasil imbang 2-2 pada pertandingan ini.
(Tribunnews.com/Guruh)