Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior
TRIBUNNEWS.COM - Penyanyi senior Yuni Shara kerap kali menuai pujian karena penampilannya yang dinilai tetap bugar dan awet muda meski kini sudah menginjak usia 54 tahun.
Kendati demikian, kakak kandung Krisdayanti ini justru mengaku kerap bingung setiap kali dihadapkan pada pertanyaan mengenai rahasia awet mudanya.
Baca juga: 35 Tahun Berkarya, Yuni Shara Gandeng Krisdayanti hingga Ello Bernostalgia di Surabaya
Yuni Shara menilai, pandangan orang yang menganggapnya awet muda kemungkinan besar dipengaruhi oleh postur tubuhnya yang mungil.
"Itu pertanyaan yang aku enggak pernah bisa jawab, masyaAllah mungkin aku (bertubuh) kecil," kata Yuni Shara saat podcast dengan Atta Halilintar, dikutip Selasa (16/6/2026).
Walaupun sering dipuji, Yuni Shara tidak menampik seiring bertambahnya usia, banyak perubahan fisik yang terjadi pada dirinya.
Ia mengaku sama sekali tidak tersinggung atau terbebani dengan anggapan orang lain, sebab ia sangat menyadari dan menerima kondisi usianya saat ini.
"Saya acceptance dengan umur saya yang banyak, dengan keriput, dengan uban, semua aku terima," ujarnya.
Meskipun tidak tahu pasti mengapa dirinya disebut awet muda, Yuni Shara membagikan kebiasaan sehat yang sudah rutin ia lakukan sejak remaja.
Salah satunya adalah mengonsumsi jamu tradisional.
"Dulu mama itu kita mesti minum kunyit asem, beras kencur, itu mesti, daun sirih yang direbus," imbuhnya.
Tak hanya itu, faktor usia juga membuat Yuni Shara membangun kesadaran diri yang tinggi untuk menjaga setiap asupan makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Ia sangat menghindari makanan yang kurang sehat.
"Pagiku sarapan, telur tiga perempat mateng, alpukat dan pepaya, kopi enggak pakai gula, kesadaran untuk enggak nyampah di perut," ungkap Yuni.
Selain menjaga fisik melalui makanan, Yuni Shara juga sangat memperhatikan faktor kejiwaannya.
Ia memilih menjalani hidup dengan penuh rasa syukur demi menjaga kesehatan mentalnya agar tetap stabil.
Ada ritual unik yang selalu dilakukan Yuni Shara sesaat setelah bangun tidur dan sebelum tidur sebagai bentuk terima kasih kepada tubuhnya sendiri.
"Pagi itu aku bacain Al Fatihah buat badanku dulu sebelum turun tempat tidur, aku terima kasih ke badanku. Sebelum tidur pun aku lakukan hal yang sama," jelas Yuni Shara.
"Apa yang dipilih untuk mentalku biar sehat terus, biar waras terus," lanjutnya.
Hal lain yang tidak pernah absen dilakukan Yuni di pagi hari adalah melakukan peregangan (stretching) dan pemanasan suara (vocalizing) selama lima menit.
Setelah ritual di dalam kamar selesai, barulah Yuni Shara keluar untuk menyapa tanaman-tanaman hias kesayangannya. Bagi Yuni, berbicara dengan tanaman adalah salah satu bentuk rasa syukurnya terhadap alam semesta.
"Dulu dibilang kayak orang gila, tapi saat orang menyukai tanaman, ada kalanya orang mulai percaya alam semesta. Dia (tanaman) makhluk hidup juga, harus disapa. Itu rasa syukur," pungkasnya.