Federico Chiesa dikabarkan siap memperjuangkan masa depannya di Liverpool setelah kepergian Arne Slot. Meski menjalani masa sulit di Merseyside dan sempat tersisih di bawah rezim sebelumnya, penyerang tim nasional Italia itu bertekad meninggalkan kesan kuat di bawah kepemimpinan pelatih baru, Andoni Iraola.
Kepergian Slot memicu perubahan besar dalam pandangan Chiesa terhadap masa depannya. Setelah menjalani musim 2025-26 yang berat di mana ia kesulitan menembus skuad inti, masa depan Chiesa di Anfield sempat tampak suram. Namun, menurut jurnalis TuttoJuve, Mirko Di Natale, kepergian Slot telah mengubah cara pandangnya. Sebelumnya santer dikaitkan dengan kepulangan ke Italia, kini pemain berusia 28 tahun itu justru berfokus untuk bertahan bersama raksasa Liga Primer Inggris tersebut demi membuktikan kemampuannya kepada staf pelatih baru.
Penyerang asal Italia itu memang mengalami periode stagnasi, menutup musim hanya dengan total 726 menit bermain di semua kompetisi. Meski demikian, Chiesa yakin bahwa kesempatan baru di bawah Iraola bisa menjadi titik balik untuk membuktikan kualitas yang sempat membuatnya diburu banyak klub setelah pindah dari Juventus. Kecuali klub secara aktif menempatkannya dalam daftar jual, prioritas utamanya tetap bertahan dan sukses di Inggris.
Kedatangan Iraola menandai perubahan taktik besar bagi Liverpool, dan Chiesa dikabarkan sangat bersemangat untuk menunjukkan bahwa gaya bermainnya cocok dengan sistem berintensitas tinggi khas pelatih asal Spanyol tersebut. Winger itu disebut “bertekad” untuk membalikkan keadaan di Merseyside, menjadikan pramusim mendatang sebagai peluang penting untuk mengatur ulang performanya dan merebut kembali tempat di rotasi utama. Sikap ini tetap ia ambil meski minat besar dari klub-klub Serie A terus berdatangan.
Dalam wawancara setelah musim berakhir, Chiesa mengakui kesulitannya belakangan ini namun tetap optimistis menatap masa depan. “Saya akan mengikuti latihan pramusim di Amerika Serikat, kemudian saya akan berbicara dengan klub dan pelatih baru, Iraola, dan kita akan lihat nanti,” ujar Chiesa mengenai rencananya di musim panas. Pendekatan proaktif ini menunjukkan bahwa ia belum siap menyerah pada impiannya untuk sukses di Liga Primer.
Walau saat ini fokus Chiesa adalah bertahan dan sukses di Anfield, minat dari Italia masih tinggi. Juventus dan Como disebut-sebut sebagai tujuan potensial jika situasinya di Merseyside tidak membaik. Chiesa tidak pernah menyembunyikan rasa cintanya terhadap mantan klubnya itu, dan ia menegaskan bahwa hubungannya dengan Bianconeri tetap kuat meskipun ia meninggalkan klub tersebut pada 2024.
“Saya ingin sekali kembali ke Juventus,” ujar Chiesa baru-baru ini. “Ada yang mengatakan saya menuntut bayaran tinggi, tapi kenyataannya berbeda: saya tidak pernah ditawari perpanjangan kontrak. Kami bahkan tidak pernah membahasnya. [Cristiano] Giuntoli dan Thiago Motta berkata kepada saya: ‘Fede, kami tidak membutuhkanmu lagi, carilah klub lain.’ Saya beruntung bisa memulai lagi bersama salah satu dari lima klub terbaik di dunia, Liverpool. Namun Juventus selalu ada di hati saya, dan saya ingin kembali. Saya tidak pernah membicarakan uang dengan Juve, dan saya tidak akan pernah melakukannya.”
Selain masa depannya di klub, Chiesa juga berfokus untuk membungkam kritik tentang kebugarannya. Ia sempat menjadi sorotan di Italia setelah absen dalam laga play-off Piala Dunia pada bulan Maret, namun ia segera menegaskan komitmennya kepada tim nasional. “[Mantan pelatih kepala Gennaro] Gattuso sudah menjelaskannya, dan saya berterima kasih kepadanya. Rino adalah sosok luar biasa, langka di dunia sepak bola. Sayangnya, cedera bisa saja terjadi, dan saya tiba di Coverciano dengan masalah fisik. Akhirnya saya dipulangkan setelah konsultasi dengan dokter dan absen selama satu setengah minggu bersama Liverpool,” jelasnya.
Ia melanjutkan: “Saya mengerti jika orang berpikir lain pada saat itu, tapi saya juga pernah menjuarai turnamen bersama tim nasional! Kadang orang lupa hal itu... Satu-satunya hal yang menyakitkan adalah melihat Italia gagal lolos ke Piala Dunia. Saya sangat mencintai seragam biru itu, dan saya ikut menderita.” Saat bersiap menghadapi pramusim dengan Liverpool, Chiesa tahu bahwa menjaga kebugaran adalah tantangan utama yang harus ia atasi untuk mendapatkan tempat reguler di tim utama racikan Iraola.