Pelatih Tunisia Sabri Lamouchi Dipecat Setelah Kekalahan Telak dari Swedia di Piala Dunia 2026
Dewi Rahayu June 16, 2026 10:21 AM

Tim asuhan Graham Potter meraih kemenangan besar 5-1 di Estadio Monterrey, dengan Alexander Isak dan Viktor Gyokeres mencetak gol untuk tim mereka.

Kekalahan berat tersebut tampaknya menjadi titik akhir bagi Federasi Sepak Bola Tunisia, yang dilaporkan telah memutuskan untuk memecat pelatih Sabri Lamouchi hanya beberapa jam setelah pertandingan berakhir.

Menurut laporan dari talkSPORT yang mengutip informasi dari jurnalis Romain Molina, pengumuman resmi mengenai pemecatan Lamouchi akan segera dilakukan. Wahbi Khazri disebut-sebut akan mengambil alih sebagai pelatih sementara hingga akhir turnamen.

Tunisia memang mengalami kesulitan menemukan performa terbaik sepanjang tahun ini. Lamouchi, yang baru ditunjuk pada Januari tahun ini, belum mampu membawa tim tampil konsisten. Sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, Tunisia menelan dua kekalahan dalam laga uji coba, termasuk kekalahan telak 0-5 dari Belgia.

Negara asal Afrika tersebut hanya meraih satu kemenangan sepanjang tahun ini, yaitu kemenangan 1-0 atas Haiti pada bulan Maret lalu.

Setelah kekalahan dari Swedia, Lamouchi mengatakan: “Ini kekalahan yang berat, sangat menyakitkan memulai kompetisi dengan hasil seperti ini. Kami membuat terlalu banyak kesalahan, dan menghadapi pemain kelas dunia seperti dua penyerang Swedia itu, hal tersebut tidak bisa dimaafkan.”

Dikabarkan bahwa Mondher Kebaier menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan Lamouchi secara permanen setelah turnamen berakhir.

Menariknya, ini bukan kali pertama pelatih Tunisia dipecat di tengah turnamen besar. Pada Piala Dunia 1998, Henryk Kasperczak juga diberhentikan setelah timnya kalah dalam dua pertandingan pertama.

Mondher Kebaier diperkirakan akan ditunjuk sebagai pelatih tetap usai turnamen berakhir.

Pada turnamen yang sama, pelatih kepala Korea Selatan Cha Bum-kun juga dipecat setelah timnya mengalami kekalahan telak dari Meksiko dan Belanda di babak penyisihan grup.

Lebih baru, di Piala Afrika (AFCON) 2024, Pantai Gading juga memecat pelatih Jean-Louis Gasset setelah timnya gagal tampil meyakinkan di fase grup. Ironisnya, hasil pertandingan lain membuat Pantai Gading tetap lolos ke babak gugur, namun Gasset sudah terlanjur kehilangan posisinya saat itu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.