Jakarta (ANTARA) - Pawai kendaraan hias dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Pondok Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa, mampu mendongkrak permintaan sewa kendaraan odong-odong.

"Pawai ini menjadi momen yang banyak manfaatnya. Salah satunya perekonomian tumbuh. Dari kendaraan hias saja, ini didominasi kendaraan odong-odong," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin saat menghadiri acara pawai kendaraan hias di Pondok Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa.

Munjirin menilai kegiatan yang diikuti berbagai elemen masyarakat tersebut mampu menggerakkan perekonomian lokal melalui pemanfaatan jasa dan usaha warga.

Selain menjadi sarana syiar Islam dan mempererat kebersamaan masyarakat, pawai kendaraan hias memberikan dampak ekonomi yang nyata.

Salah satu sektor yang merasakan manfaat langsung adalah usaha penyewaan kendaraan odong-odong yang mendominasi armada dalam pawai tersebut.

Kendaraan yang digunakan dalam pawai tidak hanya berasal dari wilayah Kecamatan Cipayung, tetapi juga dari sejumlah wilayah lain di Jakarta Timur.

Tingginya kebutuhan kendaraan untuk memeriahkan acara membuat para pelaku usaha odong-odong mendapatkan tambahan pendapatan.

"Ramai ini juga dari Kecamatan Cipayung maupun dari luar, semuanya terpakai. Jadi perekonomiannya bergulir," ujar Munjirin.

Selain menguntungkan penyedia jasa kendaraan, kegiatan tersebut juga berdampak positif terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi acara. Ramainya warga yang hadir memberikan peluang bagi pedagang dalam meningkatkan omset penjualan.

Menurut Munjirin, kegiatan keagamaan yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam jumlah besar dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal.

Munjirin berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi agenda tahunan yang lebih besar. Dia juga mendorong lembaga-lembaga lain untuk ikut menyelenggarakan kegiatan peringatan Tahun Baru Islam yang kreatif dan melibatkan masyarakat luas.

"Saya berharap tahun depan ada lembaga lain yang berencana memperingati Tahun Baru Islam dengan kegiatan serupa, sehingga manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan dari sisi sosial dan keagamaan, tetapi juga dari aspek ekonomi," ucap Munjirin.

Sebanyak 125 kendaraan hias turut ambil bagian dalam pawai tahunan yang menjadi agenda rutin pesantren tersebut sebagai bentuk syiar Islam sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga dan lembaga keagamaan.

Ratusan peserta memadati area kegiatan dengan menampilkan beragam dekorasi bernuansa Islami yang menghiasi kendaraan mereka.

Berbagai kendaraan dihias dengan ornamen Islami, kaligrafi, miniatur masjid, hingga pesan-pesan keagamaan yang menarik perhatian warga di sepanjang rute pawai.