TRIBUNSUMSEL.COM - Suharno Taryak (72), seorang warga lanjut usia (lansia) di Palembang, Sumatra Selatan, menjadi korban tewas dalam insiden pembacokan brutal yang terjadi pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Diketahui, Suharno Taryak merupakan warga asal Lorong Karang Kuang, Kelurahan 10 Ilir, Kecamatan IT III, Palembang.
Pria yang telah memasuki usia senja ini harus meregang nyawa secara tragis akibat luka bacok serius setelah dirinya menegur pelaku di Jalan Batu II, Lorong Manggis, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan SU II, Palembang.
Kematian tragis korban ini menyisakan duka mendalam sekaligus trauma bagi sang anak, Dian.
Baca juga: Pelarian Berakhir di RS, Pembacok Lansia hingga Tewas di Palembang Diringkus Polsek SU II
Pasalnya, Dian yang saat itu menemani sang ayah di lokasi kejadian menjadi saksi detik-detik terakhir saat sang ayah dianiaya hingga bersimbah darah.
Berdasarkan data yang dihimpun Tribunsumsel.com dari Dian, insiden berdarah ini terjadi di area permukiman dan dipicu oleh kesalahpahaman singkat antara korban dan pelaku bernama Herry Tarmizi (49), yang diketahui masih merupakan warga dari kelurahan yang sama dengan korban.
Insiden bermula saat Herry mendatangi lokasi kejadian di Lorong Manggis secara tiba-tiba.
Melihat kedatangan Herry, Suharno selaku orang tua secara spontan menegur pria tersebut.
Pelaku tidak terima atas teguran dari sang lansia dan langsung tersulut emosi.
Cekcok mulut pun pecah di antara keduanya hingga berlanjut pada perkelahian fisik bersenjata tajam yang membuat kedua belah pihak sama-sama mengalami luka.
Akibat serangan tersebut, tubuh renta Suharno menderita dua luka robek serius di bagian lengan kiri.
Pelaku Herry juga dilaporkan mengalami luka bacok dalam duel tersebut.
Baca juga: Tak Terima Ditegur hingga Cekcok, Pria di Palembang Tega Bacok Lansia 72 Tahun hingga Tewas
Korban yang bersimbah darah segera dievakuasi oleh pihak keluarga menuju RS BARI Palembang.
Namun, karena kondisi luka yang parah dan faktor usia, nyawa lansia tersebut tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan.
Setelah menerima laporan mengenai insiden pembacokan lansia ini, tim gabungan dari piket Reskrim Polsek SU II, piket Reskrim, Inafis, beserta SPKT Polrestabes Palembang langsung diterjunkan ke lokasi untuk menggelar olah TKP dan memeriksa para saksi.
Pamapta Polrestabes Palembang, Ipda Hendra Yuswoyo, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa petugas telah mengumpulkan keterangan awal dari lokasi kejadian.
Sementara itu, Kapolsek SU II Palembang, Kompol Dedi Rahmat Hidayat, menjelaskan bahwa motif utama dari perkelahian berujung maut ini masih didalami melalui proses penyelidikan resmi.
Kompol Dedi juga menegaskan bahwa pihak kepolisian telah berhasil mengidentifikasi Herry sebagai pelaku utama dan saat ini fokus penuh pada pengejaran.
"Identitas pelaku sudah kami kantongi, dan hingga kini masih terus dikejar oleh anggota di lapangan," tegas Kompol Dedi.
Jajaran Polsek SU II Palembang berhasil menangkap Herry Tarmizi (49) usai terlibat duel maut yang menewaskan Suharno Taryak.
Pria yang diketahui memiliki riwayat perawatan medis di RS Ernaldi Bahar ini tak berkutik saat diringkus polisi di Rumah Sakit Siti Fatimah, tak lama setelah peristiwa berdarah itu menggegerkan warga Kelurahan 13 Ulu.
Hal tersebut disampaikan Kapolsek SU II Palembang, Kompol Dedi Rahmat Hidayat kepada Tribunsumsel.com, Senin (15/6/2026).
"Jadi benar pelaku sudah kita amankan saat dibawa keluarga berobat ke RS Siti Fatimah," ucap Kompol Dedi Rahmat Hidayat.
Lanjutnya, saat perkelahian terjadi, keduanya baik korban maupun pelaku mengalami luka bacok. "Keduanya mengalami luka. Sedangkan korban saat dibawa ke RS BARI Palembang meninggal dunia dalam perjalanan," katanya.
Ditambahkan Dedi, untuk pelaku hingga kini masih diperiksa penyidik Polsek SU II Palembang guna mengetahui motif yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.
"Masih diperiksa untuk didalami motifnya. Nanti kita sampaikan update-nya," katanya sambil mengatakan pelaku ada riwayat pernah dirawat di RS Ernaldi Bahar dan Klinik Insani. (Aggi Suzatri/Andyka Wijaya/Tribunsumsel.com)
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com