Program Sedekah Sampah di Syamsudinnor Banjarbaru Hasilkan 500 Kg Sampah Nonorganik Per Bulan
Irfani Rahman June 16, 2026 11:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Program Mari Sedekah Sampah (Markissa) di Kelurahan Syamsudinnor, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan terus berjalan sejak dimulai pada Juni 2025 lalu.

Setelah sekitar satu tahun berjalan, program ini terus berkembang dan semakin banyak memanfaatkan sampah. 

Ketua RT 3 Syamsudinnor, Yani Setiawan, mengungkapkan awanya program ini awlanya hanya mampu mengumpulkan sekitar 190 kilogram sampah non organik per bulan.

Seiring berjalannya waktu dengan dibantu sejumlah pihak berupa penampung sampah, program ini kini sudah mampu mengumpulkan sekitar 500 kilogram sampah per bulan dan menghasilkan nilai jutaan .

“Total sudah 3 ton sampah non organik yang kita kumpulkan. Rupiah yg kita hasilkan kisaran 8 juta, Setiap bulan kita bagikan kepada wawarga yg membutuhkan, 50 warga yang merasakan manfaat Markisa ini,” ujarnya saat peringatan HUT ke-1 Markisa di Kelurahan Syamsudinnor, Senin (16/6/2026).

Baca juga: Polisi Awasi Penyaluran Distribusi Biosolar di 3 SPBU di Banjarmasin Utara, Cegah Gangguan Kamtibmas

Baca juga: Lowongan Kerja Terbaru PT Indofood, Terbuka Banyak Posisi, Lulusan SMA/SMK, D3 dan S1 Bisa Daftar

Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby mengapresiasi program Markisa ini yang mengubahs ampah menjadi bernilai ekonomis dan membantu warga yang membutuhkan. 

“Markissa Kelurahan Syamsudin Noor ini sangat luar biasa. Inisiatornya begitu sangat luar biasa untuk menginisiasi pemilihan sampah ini tersendiri, dari sampah yang bernilai ekonomis dan nilai penjualan sampah diperuntukkan dikembalikan kepada masyarakat yang kurang mampu,” ujarnya.

Ia berharap kelurahan lain di Banjarbaru juga meniru program pemanfaatan sampah ini untuk mendukung Banjarbaru bersih dari sampah.

“Mudah-mudahan di wilayah lain, di kelurahan-kelurahan lain bisa menciptakan seperti Markisa yang ada di Kelurahan Syamsudin Noor ini. Bukan hanya wujud nyata pemilihan sampah, tetapi ini adalah wujud nyata untuk kepedulian sesama.

Senada, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarbaru, Shanty Eka Septiani, juga berharap program ini menjadi contoh bagi tempat lain di Banjarbaru. 

“Diharapkan ini bisa dicotoh oleh kelurahan-kelurahan lain, walaupun dengan nama yang berbeda, tapi intinya itu upaya-upaya untuk melakukan pemilahan sampah, bahwa sampah potensi ekonominya bisa dimanfaatkan,” katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.