TRIBUNNEWS.COM - Turnamen Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sejauh ini selalu menyajikan pertandingan sarat gol.
Hanya ada satu pertandingan saja dari total 32 pertandingan yang sudah digelar yang berakhir dengan skor kacamata alias 0-0, yaitu laga antara Spanyol dan Cape Verde.
Meski demikian, laga yang seret gol tersebut bisa ditebus dengan tiga laga lain yang menghadirkan total 19 gol.
Laga antara Jerman kontra Curacao, Amerika Serikat melawan Paraguay, dan Swedia menghadapi Tunisia bisa menjadi obat bagi para penggemar yang menghendaki terjadinya banyak gol.
Turnamen kali ini juga masih selamat dari kontroversi yang terkait dengan gol lantaran adanya banyak teknologi yang digunakan untuk mencegah hal-hal tak diinginkan terjadi.
"Penggunaan teknologi membuat Piala Dunia menjadi lebih jujur dan adil. Paling tidak teknologi juga bisa menjadikan sepak bola menjadi lebih baik," kata Arnan Binafsihi selaku Wakil Ketua Umum Oranje Indonesia, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Selain penggunaan teknologi, kualitas para pemain yang berlaga di atas lapangan juga membuat pertandingan menjadi lebih berwarna.
Salah satu tolok ukurnya adalah banyaknya variasi gol yang terjadi di Piala Dunia kali ini.
Baca juga: Tiki-taka Negeri Kiwi Memukau, Selandia Baru Kejutkan Iran di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Setidaknya ada dua tren yang tercipta dari 32 pertandingan yang sudah berlangsung.
Gol acap kali terjadi dari skema tendangan dari luar kotak penalti dan own goal (gol ke gawang tim sendiri).
Menurut data yang dikumpulkan Squawka, sudah ada 7 gol dari tendangan jarak jauh yang tercipta.
Hebatnya lagi, tiga dari tujuh tipe gol ini terjadi di satu pertandingan, yaitu antara Swedia menghadapi Tunisia.
Ada dua pemain Swedia yang mencetak tiga gol tendangan jarak jauh itu.
Mereka adalah Yasin Ayari dan Alexander Isak yang mencatatkan namanya di papan skor dengan cara sensasional.
Sedangkan empat tempat tersisa menjadi milik empat perwakilan negara berbeda.
Ada pemain Australia, Connor Metcalfe, yang mencetak gol jarak jauh di pertandingan melawan Turki.
Nama lain yang masuk dalam daftar adalah Keito Nakamura dari Jepang.
Nakamura membuat gol tersebut saat menghadapi Belanda yang berkesudahan dengan skor 2-2.
Ada pula tempat untuk pemain asal Maroko, Ismael Saibari yang memberikan teror kepada Brasil.
Gol Saibari itu membuat Selecao harus puas bermain imbang 1-1 di matchday perdana.
Sedangkan satu nama teranyar yang membukukan gol sepakan jarak jauh adalah Emam Ashour.
Pemain asal Mesir ini membuat gol tersebut saat berhadapan dengan Belgia.
Tren Lain
Selain itu, ada juga tren gol selain tendangan jarak jauh yang terjadi di turnamen ini.
Gol tersebut adalah own goal atau melesakkan bola ke jala tim sendiri.
Hingga 32 pertandingan yang sudah dijalani, sudah ada 3 gol bunuh diri yang terjadi.
Gol bunuh diri pertama terjadi di pertandingan antara Amerika Serikat melawan Paraguay.
Damian Bobadilla salah melakukan antisipasi dalam kemelut di depan gawangnya sendiri yang membuat bola malah masuk ke jala tim sendiri.
Pada akhirnya, gol bunuh diri Bobadilla itu membuka keran gol Amerika Serikat yang berhasil menang dengan skor 4-1 atas Paraguay.
Berlanjut ke gol bunuh diri kedua, ada di pertandingan antara Qatar dan Swiss di Grup B.
Own goal di laga ini lebih dramatis terjadi lantaran menjadi penentu satu angka yang didapatkan Qatar dan Swiss.
Swiss mulanya bisa unggul terlebih dahulu lewat Breel Embolo di babak pertama.
Petaka bagi Swiss terjadi di ujung babak kedua, tepatnya di menit ke-94, ketika Miro Muheim, salah melakukan antisipasi.
Pada akhirnya skor berubah menjadi 1-1 bagi kedua tim.
Gol bunuh diri ketiga terjadi di pertandingan Belgia dan Mesir di Grup G.
Pemain Mesir, Mohamed Hany, gagal melakukan adangan sempurna ketika berduel dengan pemain depan Belgia, Romelu Lukaku.
Hal tersebut berbuah petaka yang menghasilkan gol penyama kedudukan bagi Belgia atas Mesir.
Jumlah 3 own goal ini sudah menjadi catatan tersendiri di tingkat Piala Dunia.
Ini melebihi jumlah own goal di 16 edisi Piala Dunia, padahal matchday pertama saja belum benar-benar selesai pada tahun ini.
(Tribunnews.com/Guruh)