TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mamuju merespons cepat situasi ekonomi nasional terkait pelemahan nilai tukar rupiah dan perlambatan sektor industri.
Kendati berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas perikanan yang bergantung pada impor, kondisi ini dinilai sebagai momentum untuk memperkuat kedaulatan pangan dan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.
Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju, Muhammad Yusuf, menyatakan bahwa tantangan ekonomi saat ini harus disikapi dengan optimisme tinggi.
Baca juga: DKP Mamuju Tengah Catat 100 Ton Penja Kering Diekspor, Termasuk ke Malaysia
Menurutnya, penurunan daya beli masyarakat akibat dinamika industri justru membuka peluang besar bagi produk perikanan domestik untuk tampil lebih kompetitif.
"Pelemahan rupiah memang berdampak pada kenaikan harga beberapa kebutuhan perikanan yang masih bergantung pada impor. Namun, kondisi ini juga menjadi peluang bagi produk perikanan lokal untuk semakin kompetitif. Karena itu, kami terus mendorong peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi lokal, dan penguatan kualitas produk perikanan daerah," ujar Muhammad Yusuf di Mamuju.
Ia menambahkan, perlambatan sektor industri yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat harus dijawab dengan penguatan sektor hulu dan hilir perikanan.
DKP Mamuju membidik pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pengolahan hasil perikanan sebagai pilar utama.
"Kami melihat hal ini sebagai momentum untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui sektor perikanan, khususnya pengembangan UMKM pengolahan hasil perikanan yang memiliki nilai tambah dan daya saing," imbuhnya.
Guna memitigasi dampak ekonomi tersebut sekaligus menjaga stabilitas pendapatan masyarakat pesisir, DKP Mamuju telah menyiapkan tiga langkah strategis yang terukur.
Realisasi Kompensasi Nelayan
Nelayan yang terdampak kegiatan survei tiga dimensi di perairan Mamuju saat ini sedang menerima kompensasi atas alat tangkap yang terdampak. Dana tersebut diharapkan dapat menjadi tambahan modal usaha yang produktif bagi para nelayan.
Penyaluran Bantuan Sarana dan Prasarana (Pokir DPRD)
Dalam waktu dekat, DKP Mamuju akan menyalurkan bantuan stimulan berupa alat tangkap, mesin katinting, dan mesin dalam kapal kepada sejumlah kelompok nelayan. Bantuan ini bersumber dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kabupaten Mamuju yang telah dialokasikan melalui APBD Kabupaten Mamuju untuk meningkatkan produktivitas nelayan.
Perluasan Akses Pembiayaan dan Pendampingan
DKP Mamuju terus membangun sinergi lintas sektor dengan pihak perbankan guna memperluas akses pembiayaan (kredit usaha) bagi nelayan. Upaya ini juga dibarengi dengan penguatan pendampingan manajemen usaha perikanan secara berkelanjutan.
Menutup keterangannya, Muhammad Yusuf menegaskan sektor kelautan dan perikanan akan tetap menjadi tulang punggung perekonomian di Bumi Manakarra. Kolaborasi antarlembaga disebut menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
"Kami optimistis sektor kelautan dan perikanan tetap menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. Dengan dukungan pemerintah, DPRD, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan, nelayan Mamuju akan semakin mandiri, produktif, dan sejahtera," pungkasnya. (*)