TRIBUNJABAR.ID, BOGOR – Suasana berbeda mewarnai pengangkatan dan pengambilan sumpah jabatan 720 Aparatur Sipil Negara (ASN) formasi tahun 2024 di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Prosesi sakral ini digelar secara terbuka di tengah lapangan sepak bola Desa Sukawangi, Kabupaten Bogor.
Pengukuhan ratusan pegawai baru ini berjalan legal berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor KEP.259-KPG.02-PPIK-2026. Dokumen yang disahkan di Kota Bandung tersebut berisi tentang Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil Menjadi Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2026.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam amanatnya menegaskan bahwa pemilihan lokasi di area pedesaan terpencil ini sengaja dilakukan sebagai simbol pengingat. Langkah tersebut diambil agar para abdi negara menyadari kewajiban utamanya untuk melayani seluruh lapisan masyarakat, tanpa membatasi diri pada wilayah perkotaan saja.
"Kenapa saya ngajak di sini? Pertama pemahaman tentang Jabar jangan hanya seputar Gedung Sate karena Jabar itu luas. Yang kedua agar mengerti tentang potensi dan tata letak wilayah Jabar," ucapnya.
Pria yang akrab disapa KDM ini memaparkan bahwa lokasi upacara tersebut memiliki nilai historis karena lokasinya yang berdekatan dengan pusat pemerintahan Kerajaan Sunda zaman dahulu, yakni Pakuan Pajajaran. Kawasan asri ini menyuguhkan panorama alam memukau yang diapit oleh bentangan pegunungan.
"Pemerintah akan berupaya membangun jalan yang bagus untuk menghubungkan kawasan ini, Bogor terhubung dengan Bekasi, Karawang, Purwakarta, Bandung Barat hingga Cianjur. Jika jalannya sudah dibangun dengan baik, dengan landscape alamnya sangat luar biasa untuk wisata, maka perekonomian masyarakat akan membaik," ujarnya.
Demi memastikan perputaran roda ekonomi dari sektor wisata dinikmati oleh penduduk lokal, KDM mengimbau warga setempat untuk tidak melepas kepemilikan tanah mereka kepada pihak luar Jawa Barat. Kebijakan ini juga diharapkan mampu memproteksi kelestarian alam dan kawasan hutan dari ekspansi kompleks perumahan elite yang umumnya dikuasai oleh masyarakat urban.
Lebih lanjut, KDM memotivasi lahirnya kepedulian bersama di kalangan ASN demi kemajuan Jawa Barat. Ia menekankan tidak boleh ada lagi fasilitas pendidikan maupun pusat kesehatan masyarakat yang telantar di area pelosok.
Aparatur negara dituntut aktif memantau kondisi riil di lapangan ketimbang terjebak pada rutinitas meja kerja administratif. Baginya, kontribusi pajak yang disetorkan oleh masyarakat harus dikembalikan dalam wujud infrastruktur jalan, akses pendidikan, serta jaminan kesehatan yang layak.
"Nah ini yang harus menjadi kesadaran kolektif. Maka kita memasuki birokrat era baru yaitu birokrat bekerja cepat," tegas KDM.
Penerapan kepedulian bersama tersebut langsung dibuktikan oleh kelompok ASN yang baru saja dikukuhkan. Sesaat setelah upacara rampung, mereka bergerak melakukan aksi kemanusiaan guna menyokong kehidupan warga prasejahtera di kawasan Desa Sukawangi.
Secara teknis, 720 abdi negara yang resmi bertugas ini dipecah ke dalam 39 kelompok mandiri, di mana tiap regu beranggotakan 20 personil. Kelompok-kelompok ini mengemban misi khusus sebagai wali asuh bagi keluarga yang membutuhkan.
Gerakan ini diawali melalui pengumpulan dana sukarela secara swadaya. Hasil donasi kolektif tersebut dialokasikan untuk membiayai perbaikan hunian warga yang masuk kategori tidak layak huni, sebuah inisiatif sosial yang mendapat respons positif dan pujian langsung dari Gubernur.
Respons positif juga datang dari internal pegawai. Perwakilan ASN dari Inspektorat Jabar, Raisan, bersama Ivan yang bertugas di UPTD Disnakertrans Jabar Kota Cirebon, menyatakan dukungannya terhadap arahan pimpinan tertinggi Jabar tersebut.
Menjalani prosesi sakral di tempat terbuka yang jauh dari hiruk-pikuk ibu kota provinsi memberikan kesan mendalam tersendiri bagi mereka, yang juga diikuti rasa antusias saat terjun dalam agenda bakti sosial.
Di sisi lain, kebahagiaan mendalam dirasakan oleh Obar dan Ela, pasangan suami istri asal desa setempat.
Keduanya berulang kali memanjatkan doa dan syukur atas donasi dana stimulans senilai Rp20 juta yang mereka terima untuk memugar rumah panggung serta mendirikan fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) yang layak.
Suasana haru semakin memuncak ketika Gubernur KDM secara pribadi memberikan sokongan tambahan berupa modal tunai sebesar Rp15 juta yang dikhususkan untuk memelihara hewan ternak.
"Alhamdulillah berkah untuk ASN yang dilantik hari ini, juga terimakasih rejeki tak terduga dari Pak Gubernur KDM. Uangnya untuk membangun kamar mandi dan beli sapi," ujar Bu Ela.