TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Periode libur sekolah tahun 2026 mulai pertengahan Juni diprediksi bakal mendongkrak kunjungan wisatawan ke Daerah Istimewa Yogyakarta.
Mengantisipasi lonjakan pelancong, sejumlah otoritas terkait langsung bergerak guna memastikan kesiapan dan keamanan di berbagai lini destinasi wisata.
Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) menggandeng Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda DIY, Dinas Pariwisata DIY, hingga Dinas Pariwisata kabupaten/kota untuk turun ke lapangan.
Mereka menyisir setidaknya 12 titik destinasi wisata di wilayah DIY sepanjang bulan ini, guna mengecek aspek keamanan, keselamatan, kenyamanan, serta kualitas pelayanan.
Direktur Destinasi Pariwisata BPOB, Neysa Amelia, menuturkan, pemantauan didasarkan pada tiga komponen utama pariwisata, yakni atraksi, amenitas, dan aksesibilitas (3A).
Kolaborasi lintas sektor tersebut dianggap krusial demi menghadirkan pengalaman berlibur yang prima bagi masyarakat maupun turis yang hadir.
"Kami ingin memastikan destinasi wisata siap menghadapi peningkatan arus kunjungan wisatawan selama periode libur sekolah. Kami melakukan pemantauan terhadap tren jumlah kunjungan wisatawan menjelang dan selama masa liburan, serta menilai kesiapan destinasi berdasarkan komponen utama pariwisata," katanya, Selasa (16/6/2026).
Aksi jemput bola dilakukan secara maraton selama tiga hari, di mana pada hari pertama tim menyasar kawasan Sleman, mulai dari Museum Ullen Sentalu, Suraloka Interactive Zoo, Obelix Village, hingga Waterboom Jogja.
Dari pantauan tersebut, seluruh destinasi dinilai sudah siap, seperti Museum Ullen Sentalu yang telah mematangkan jalur evakuasi dan standar CHSE.
Begitu pula dengan Suraloka Zoo yang menyiagakan fasilitas medis dasar, serta Waterboom Jogja yang menyiagakan lifeguard di tiap wahana lengkap dengan perlindungan asuransi bagi pengunjung.
Memasuki hari kedua, giliran destinasi di Kota Yogyakarta, meliputi Gembira Loka (GL) Zoo, Perpustakaan Grhatama Pustaka, Museum Diorama Arsip Jogja, hingga Gajah Wong Edu Park, yang disasar.
Baca juga: Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM dan Pukul Ekonomi Kreatif
Sebagai salah satu destinasi favorit keluarga, GL Zoo yang memiliki daya tampung hingga 30.000 pengunjung dipastikan menambah tenaga operasional serta memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan.
Sementara destinasi edukasi seperti Grhatama Pustaka dan Museum Diorama Arsip Jogja juga telah menyiapkan skema pengaturan pengunjung agar tidak terjadi penumpukan.
Hari terakhir, pemantauan ditutup dengan mengunjungi Studio Alam Gamplong, Museum Sonobudoyo, Taman Pintar Yogyakarta, hingga Museum Benteng Vredeburg.
Studio Alam Gamplong dipastikan siap dengan layanan shuttle dan ambulans, sedangkan Museum Sonobudoyo dan Taman Pintar bakal menerapkan pembatasan durasi serta menyediakan shuttle gratis guna mengurai kepadatan lalu lintas di sekitar area wisata.
Lebih lanjut, demi mendukung kondusifitas, pihak kepolisian pun memastikan bakal memperketat pengamanan di titik-titik krusial selama masa liburan sekolah ini.
Kasubdit Auditor Ditpamobvit Polda DIY, AKBP Susyanto, menegaskan, lonjakan mobilitas warga memerlukan sinergi kuat dari semua elemen agar situasi di lapangan tetap kondusif.
"Melalui kolaborasi bersama ini, Polda DIY berkomitmen melakukan pemantauan dan mendukung berbagai langkah mitigasi yang diperlukan agar destinasi wisata di DIY tetap aman, nyaman, dan kondusif, sehingga wisatawan dapat menikmati liburan dengan tenang," paparnya.
Secara umum, hasil evaluasi dari tim gabungan menunjukkan 12 destinasi wisata di DIY ini sudah berada dalam kondisi mumpuni untuk menyambut wisatawan.
Melalui kesiapan fasilitas dan manajemen pengunjung yang matang, Yogyakarta pun siap menyuguhkan liburan sekolah 2026 yang aman, nyaman, dan berkesan. (aka)