Selat Hormuz Dibuka, AS dan Iran Sepakat Berdamai: Akankah Harga Minyak Dunia Turun?
Firmauli Sihaloho June 16, 2026 12:22 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kesepakatan damai yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran memuat sejumlah poin penting.

Salah satunya menjamin kebebasan pelayaran di Selat Hormuz tanpa adanya biaya tambahan bagi kapal-kapal yang melintas.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang disahkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Washington menegaskan bahwa Iran wajib menjalankan seluruh kewajiban yang telah disepakati sebelum dapat menikmati keuntungan ekonomi yang dijanjikan dalam perjanjian tersebut..

Ketentuan itu menjadi syarat utama dalam implementasi kerja sama kedua negara, sebagaimana dilaporkan AFP pada Senin (15/6/2026).

Dokumen MoU tersebut ditandatangani secara elektronik pada Minggu (14/6/2026) oleh Presiden Donald Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, serta Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf sebagai perwakilan masing-masing pihak.

Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi prioritas mendesak karena kemacetan jalur pelayaran tersebut berdampak pada ekonomi global setelah harga minyak melonjak.

Vance mengatakan kepada CNBC, ada pemahaman dengan Iran bahwa selat tersebut akan dibuka kembali tanpa pungutan biaya untuk jangka panjang.

"Dan hal semacam itulah yang akan kami bahas dalam negosiasi teknis ini," papar Vance.

Baca juga: Sudaryono, Nusron, Budiman Dialog di UGM dan Dibubarkan Mahasiswa, PDIP: Wajar, Acaranya Propaganda

Baca juga: 15 Mahasiswa Pendemo Temui Gibran di Istana Wapres, Beri Tenggat Waktu 5 Hari Penuhi Tuntutan

Trump, yang sedang menghadiri KTT G7 di Perancis, mengatakan teks kesepakatan kemungkinan dirilis setelah Jumat (19/6/2026).

Namun, dia menambahkan bahwa masih ada proses lain untuk memastikan selat tersebut telah bebas dari ranjau.

Pejabat AS pertama mengatakan lalu lintas kapal seharusnya kembali ke level sebelum perang dalam beberapa pekan ke depan.

Meski demikian, dia menyebut sudah ada peningkatan lalu lintas yang substansial.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin menyatakan bahwa kesepakatan tersebut memungkinkan Teheran memungut biaya layanan maritim atas kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, bukan menerapkan "tol".

Manfaat ekonomi

Salah satu manfaat ekonomi yang dibahas adalah kemungkinan dana rekonstruksi senilai 300 miliar dollar AS bagi Iran yang terdampak perang.

Namun, seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan dalam panggilan dengan wartawan bahwa pencairan dana tersebut akan terkait dengan kinerja Iran.

Sementara itu, Vance mengakui bahwa kesepakatan awal tersebut masih berupa kerangka singkat dan menunda pembahasan isu-isu paling rumit, terutama program nuklir Iran.

"MoU itu sekitar satu setengah halaman, jadi ini dokumen yang sangat umum," kata Vance kepada CNN.

Penandatanganan MoU itu akan membuka periode 60 hari bagi Iran dan AS untuk merumuskan kesepakatan damai penuh.

Vance akan memimpin pembicaraan teknis pekan ini dan menghadiri seremoni penandatanganan fisik yang diperkirakan berlangsung di Jenewa, Swiss.

Menantu Trump, Jared Kushner, dan Utusan Khusus Steve Witkoff juga akan hadir dalam seremoni tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.