Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Suasana pagi di Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat, terasa berbeda pada momen hajat laut yang bertepatan pada 1 Muharam 1447 Hijriah.
Ribuan orang memadati kawasan pesisir untuk menyaksikan prosesi syukuran nelayan dalam rangkaian tradisi hajat laut yang kembali digelar dengan khidmat dan meriah.
Sejak pagi, para nelayan bersama masyarakat berkumpul di bibir pantai. Puluhan pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir serta ikut dalam prosesi menuju tengah laut menggunakan perahu-perahu nelayan yang sudah disiapkan.
Tampak hadir mantan Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, Jeje Wiradinata selaku Ketua HNSI Kabupaten Pangandaran, Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran, anggota DPR RI Ida Nurlaela Wiradinata, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, jajaran anggota DPRD, Kapolres Pangandaran, serta sejumlah unsur pemangku kepentingan lainnya.
Prosesi diawali dengan istigasah dan doa bersama yang dipimpin sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki dan keselamatan yang diberikan selama para nelayan melaut.
Baca juga: Malam Tahun Baru Hijriah, Ribuan Warga Padati Kawasan Tugu Marlin Pangandaran dalam Pawai Ta’aruf
Setelah doa selesai, rombongan bergerak menuju perairan Pantai Timur Pangandaran dengan menggunakan perahu nelayan.
Di tengah hamparan laut Pangandaran, sejumlah pejabat bergantian menaburkan bunga dan menuangkan air yang sebelumnya dibawa dari daratan.
Tradisi tersebut berlangsung dalam suasana khusyuk dan penuh penghormatan terhadap laut yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir.
Momen ini pun menarik perhatian wisatawan yang sedang berkunjung ke Pangandaran.
Banyak di antara mereka berdiri di sepanjang garis pantai, mengabadikan prosesi dengan menggunakan kamera ponsel dan menikmati suasana budaya yang jarang ditemui dalam keseharian.
Ketua HNSI Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengatakan hajat laut merupakan agenda rutin tahunan yang sudah menjadi bagian dari identitas masyarakat nelayan di Pangandaran.
"Ini bentuk rasa syukur atas nikmat alam dan hasil laut yang telah diberikan oleh Maha Pencipta," ujar Jeje dalam sambutannya di pantai timur Pangandaran.
Menurutnya, selain menjadi ungkapan syukur, hajat laut pun menjadi ruang mempererat hubungan antara nelayan, masyarakat, pemerintah daerah, dan unsur lainnya.
Usai prosesi tabur bunga di laut, seluruh peserta kembali ke daratan untuk melanjutkan rangkaian kegiatan berikutnya.
Sejumlah acara sudah disiapkan panitia, seperti karnaval budaya hingga penampilan kreativitas peserta yang menambah semarak perayaan hajat laut tahun ini.(*)