Solar Langka, Sopir Truk Tujuan Manado dan Kolaka Menginap di SPBU Kasuarrang Maros
Sudirman June 16, 2026 03:20 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Faizal terpaksa menunda pengiriman tiang listrik ke Manado selama tiga hari.

Sopir truk itu menjadi salah satu korban kelangkaan solar di sejumlah SPBU di Kabupaten Maros.

Antrean kendaraan di sejumlah SPBU menjadi pemandangan yang lazim setiap harinya.

Truk mengular hingga ke tepi jalan, seperti yang terjadi di SPBU Kasuarrang.

Akibatnya, kemacetan tak dapat dihindari utamanya saat jam padat, pagi maupun di sore hari.

Nampak, dispenser pengisian solar di dua SPBU terlihat lengang menunggu pengisian dari Pertamina.

Baca juga: Jangan Khawatir! Pertamina Pastikan Stok Pertalite hingga Solar Aman di Sidrap

Sejumlah sopir menunggu di dekat truk mereka menanti pasokan solar untuk digunakan mengantar barang antar provinsi.

Sebagian tetap berada di dalam truk menghindari sengatan matahari siang.

Tak jarang, mereka harus menginap di SPBU sebab stok solar tak kunjung didapatkan.

"Sudah terlambat tiga hari mengantar tiang listrik,saya dan keluarga sudah menunggu di SPBU ini sejak kemarin," bebernya saat ditemui, Selasa (16/6/2026).

Ia mengaku tak mampu berbuat banyak.

Lantaran kondisi kelangkaan solar tak hanya terjadi di Kabupaten Maros saja, namun hampir di seluruh SPBU di daerah yang dilintasinya.

Menurutnya, kelangkaan solar tak hanya berdampak pada waktu operasional, namun juga menggerus sumber pendapatannya.

"Kemungkinan langka karena banyak pelansir, banyak yang mengisi melebihi kapasitas truknya," bebernya.

Hal serupa juga dirasakan Adi, sopir truk pengangkut logistik menuju Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Ia mengaku sudah tertahan di Kabupaten Maros dua hari terakhir.

Meski sudah menunggu hingga berganti hari, namun pasokan BBM tak kunjung di dapatkan.

Ia pun hanya bisa pasrah dan menunggu, lantaran kondisi SPBU lainnya pun sama saja, tak ada stok solar.

Jika harus bergerak, ia mengaku tetap harus menghadapi antrean panjang truk lainnya.

Akibat kondisi ini, biaya operasionalnya bertambah, apalagi kebutuhan makan dan minum hanya ditanggung sendiri.

"Kami tanggung sendiri makan minumnya selama menunggu berhari-hari di sini," ucapnya.

Ia pun berharap pemerintah bisa mencari solusi terhadap kelangkaan solar yang terjadi di hampir seluruh wilayah di Sulawesi Selatan ini.

"Kalau kondisi seperti ini terus menerus, ini sangat memberatkan bagi kami yang harus bergerak membawa barang ke luar provinsi," tutupnya.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.