SUPERBALL.ID - Pemain keturunan Indonesia Tijjani Reijnders menjadj sasaran kritik media Belanda menyusul hasil imbang melawan Jepang di fase grup Piala Dunia 2026.
Timnas Belanda asuhan Ronald Koeman menuai hasil kurang memuaskan di laga pembuka babak penyisihan Grup F Piala Dunia 2026, Tijjani Reijnders jadi sasaran.
Belanda melawan Timnas Jepang pada Selasa (16/6/2026) di Stadion Dallas, Arlington, separuh babak berlalu tanpa gol.
Virgil van Dijk sukses membawa Belanda unggul terlebih dahulu lewat golnya di menit ke-51, enam menit berselang berhasil disamakan Keito Nakamura.
Crysencio Summerville membuka asa Belanda meraih kemenangan di laga ini lewat golnya di menit ke-64 tapi asa itu lenyap.
Tepat satu menit tersisa di waktu normal Jepang berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat gol Daichi Kamada.
Hasil imbang ini membuat Belanda terlempar di peringkat ketiga klasemen sementara Grup F di bawah Jepang (2) dan Swedia yang memimpin.
Tijjani Reijnders menjadi sasaran kritik tajam usai pertandingan, media Belanda, Voetbal Primeur mempertanyakan kontribusinya.
Pemain keturunan Indonesia itu dianggap tak memberikan dampak signifikan bagi kekuatan Belanda.
Kakak Eliano Reijnders itu hanya terlihat saat mengambil tendangan sudut dan tendangan bebas, selain itu sosoknya seolah lenyap.
"Reijnders sebagian besar tampil saat tendangan sudut dan tendangan bebas."
"Ini menggambarkan penampilan tanpa kontribusi berarti yang ia tunjukkan," tulis Voetbal Primeur.
Media Belanda ini bahkan berani bertaruh bahwa Justin Kluivert, anak Patrick Kluivert akan segera menggusur Tijjani dari skuad utama Belanda.
Tentu dengan catatan bahwa Justin menunjukkan tanda-tanda yang bagus selama berada di Piala Dunia 2026.
"Jika Justin Kluivert mulai menunjukkan performa bagus saat latihan di Kansas City, posisi starter Reijnders tampaknya akan tergantikan," tulis mereka lagi.
Eks pemain Ajax Amsterdam, Ronald De Boer memberi rating 4,5 untuk Tijjani yang dianggap minim kontribusi selama pertandingan.
"Anda sama sekali tidak melihatnya," kata Ronald De Boer.
"Sulit bermain melawan tim yang bermain sekompak Jepang di babak pertama, Anda tahu."
"Saya pikir Reijnders bermain biasa-biasa saja," imbuhnya.
Lebih lanjut, De Boer menyoroti kesalahan dasar Ronald Koeman dalam pemilihan starter pemain, selain Tijjani yang dikritik, Belanda seharusnya tidak memainkan Memphis Depay.
Depay dianggap tidak cocok dengan gaya bermain Koeman yang mengandalkan serangan balik saat melawan Jepang.
Ditarik keluarnya Cody Gakpo juga menjadi salah satu kesalahan Koeman, striker Liverpool memiliki kecepatan untuk skema serangan balik berbahaya.
"Dia memasukkan Memphis Depay, tetapi jika Anda ingin bermain dengan serangan balik, Anda seharusnya tidak memasukkan Memphis."
"Anda harus memainkan Brian Brobbey. Saya juga tidak akan mengeluarkan Gakpo. Anda membutuhkan kecepatan di lini depan," kata De Boer.