TRIBUNTRENDS.COM - Politikus Ferdinand Hutahaean tengah menjadi sorotan publik setelah melontarkan pernyataan mengejutkan mengenai cara penguasa melacak pihak-pihak yang tidak disukai.
Pernyataan tersebut terlontar saat ia menanggapi kehebohan kabar tentang penemuan alat pelacak di mobil yang digunakan oleh Tiyo Ardianto baru-baru ini.
Ferdinand secara tegas menilai bahwa tuduhan Tiyo terkait adanya keterlibatan pihak tertentu dalam pemasangan alat tersebut sangat tidak mendasar.
Ia bahkan berani menjamin dan memastikan bahwa pelaku yang diam-diam menyematkan perangkat pelacak itu bukanlah dari kalangan pemerintah.
Menurut pengakuannya yang terdengar seperti keceplosan, penguasa memiliki metode pelacakan tersendiri dan tidak menggunakan alat pelacak konvensional semacam itu.
Alih-alih bersimpati pada insiden tersebut, Ferdinand justru melayangkan kritik tajam dengan menuding Tiyo sebagai seorang pengidap Narcissistic Personality Disorder (NPD) sejati.
Lebih jauh, ia turut meragukan dan mempertanyakan kejelasan status kepemilikan kendaraan roda empat yang dipamerkan oleh Tiyo tersebut.
Ferdinand menantang Tiyo untuk menjelaskan asal-usul mobil itu secara transparan, apakah merupakan barang sewaan, dibeli dengan uang sendiri, atau justru sekadar pemberian dari orang lain.
Ia menduga kuat bahwa misteri keberadaan perangkat intai tersebut sangat berkaitan erat dengan riwayat sebenarnya dari kepemilikan kendaraan.
Oleh karena itu, Ferdinand memberikan saran menohok agar Tiyo berhenti membuat spekulasi liar dan segera menanyakan perihal alat pelacak tersebut langsung kepada pemilik asli mobilnya.
Baca juga: Pesan Prabowo Mengenai Tiyo Ardianto, Minta Para Pejabat Tidak Tersinggung dengan Kritikannya
"Saya semakin meyakini memang orang ini (menujuk foto Tiyo Ardianto) memang adalah NPD sejati,
Dia memarken mobilnya dipasangai alat pelacak, alat pelacak ini siapa yang pasang ? Kedua adalah mobilnya Tiyo ini sebenarnya ini darimana apakah beli sendiri, rental, atau dikasih orang lain,
Kalau ternyata dikasih orang lain coba tanya orang yang memberikan itu jangan-jangan dia memasangi itu di mobilnya supaya bisa dilacak keberadaan mobil kalau sewaktu-waktu hilang atau dicuri," katanya.
Pasalnya kebanyakan pengusaha rental memang menggunakan alat tersebut sebagai antisipasi tindak pencurian.
"Rental mobil pada umumnya masang alat sejenis ini, bahkan dijual bebas dengan biaya murah," katanya.
Baca juga: Budiman Ungkap Prabowo Minta Pejabat Tak Terpancing Kritik Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM: Penjilat
Bahkan Ferdinand juga menyinggung soal orang tua Tiyo.
"Kalau itu diberikan diberikan orang tuamu tanya dulu orang tuamu pernah gak bapakmu masangin itu. Jangan langsung menuduh bahwa kau itu dibuntuti,
Dipasangi alat pelacak oleh penguasa, dan kau menunjukan kau menunjukan dirimu NPD bahwa seolah kau sedang ditakuti penguasa, ditakuti pemerintah, tidak,
Kau itu bukan siapa-siapa, kau itu tidak ditakuti sedikitpun. Hanya memang orang sebal melihat mulutmu yang kurang ajar," katanya.
Ferdinand Hutahaean sampai keceplosan membocorkan cara-cara melacak.
Baca juga: Budiman Ungkap Prabowo Minta Pejabat Tak Terpancing Kritik Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM: Penjilat
"Jangan playing victim. Kalau penguasa yang melakukan tidak begitu caranya, handphone mu saja ditaping sudah bisa ketahuan kau dimana. Masa mobil mu dibuntuti ngapain ? Kalau mau dibuntuti ya kau lewat handphonemu," katanya.
Sebelumnya, Tiyo pertama kali mengetahui keberadaan alat tersebut dari notifikasi di handphone.
"PBX FINDER ditemukan bergerak bersama Anda. Pemilik dapat meminta lokasinya. Ketuk untuk membuka Lacak untuk melihat tindakan yang tersedia," tulis notifikasi.
Ia mempublish temuan tersebut lewat akun Instagramnya.
"Teman-teman sekalian, bisa dilihat, ini adalah alat pelacak yang namanya PBX Finder. Saya tahu ini karena muncul di notifikasi ponsel saya. Kemudian tadi kita cari dan kita temukan alat pelacak ini ada di bawah kendaraan. Dipasang entah oleh siapa, tapi yang jelas ini adalah satu kejadian yang sangat menjijikkam," kata Tiyo.
Tiyo mengaitkan temuan alat pelacak PBX Finder ini dengan kritik tajam yang kini gencar dilayangkan pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa dengan ketulusan cinta, justru dibalas dengan ancaman dan marabahaya. Saya tidak tahu siapa yang pasang alat pelacak itu. Tapi, yang jelas, betapa berbahayanya menjadi manusia Indonesia yang mencintai bangsanya," katanya.
Tiyo Ardianto menjelaskan bahwa ia menemukan alat pelacak di mobil tersebut pada 13 Juni 2026.
Ia mengaku mobil yang dimaksud merupakan milik saudara yang dipinjam demi menjaga keselamatan.
"Itu mobil saudara yang saya pinjam untuk bepergian sejak merasa tidak aman," kata Tiyo seperti dikutip dari Kompas.com.
Bukan hanya sekali saja, Tiyo kembali menemukan alat pelacak serupa beberapa kemudian.
"Teman-teman, sesudah alat berbentuk kotak yang semalam saya temukan itu diamankan, sore ini muncul lagi notifikasi di ponsel saya.
Ternyata masih ada alat berbentuk lingkaran pipih menempel di ban bagian kanan-belakang.
Baca juga: Detik-detik Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Mobilnya, Tiyo Ungkap Pesan Menohok Untuk Prabowo
Saya menemukan ini dalam perjalanan menuju Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang untuk berangkat ke Makassar.
Saya menulis ini setiba di Makassar sebagai update sementara. Segera saya akan catat keterangan yg lebih lengkap.
Kita tidak akan berhenti di sini. Kita tidak akan berhenti hari ini. Semakin diteror, semakin gacor." tulis Tiyo di Instagram.
(TribunTrends/TribunnewsBogor.com)