Mendagri Dorong Pemda Gelar Nobar Resmi Piala Dunia 2026, Berkahnya Dirasakan Pedagang Kecil di Bali
Talitha Daren June 16, 2026 04:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Euforia Piala Dunia 2026 kini tidak hanya menjadi sekadar pesta olahraga, melainkan juga roda penggerak ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong seluruh pemerintah daerah untuk memanfaatkan momentum ini secara maksimal guna menghidupkan sektor ekonomi akar rumput.

Mendagri mendorong Pemda gelar nobar resmi Piala Dunia 2026 untuk dongkrak ekonomi daerah.

Baca juga: Cara Daftarkan Lokasi Nobar Piala Dunia 2026 Secara Resmi & Gratis, Ini Tempat Nonton Bareng di Bali

Dongkrak Ekonomi Daerah Lewat Pesta Bola Nasional

Dikutip dari Kompas.com, Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, meminta pemerintah daerah mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk aktif menyosialisasikan dan memfasilitasi acara Nonton Bareng (Nobar). 

Tito menyebutkan bahwa pendanaan untuk sosialisasi ini dapat memanfaatkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) maupun dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan lokal.

Selain sebagai mesin penggerak ekonomi, ajang ini juga dipandang sebagai momentum yang tepat bagi pemerintah untuk memberikan hiburan sehat bagi masyarakat luas. 

Baca juga: 3 Rekomendasi Tempat Nonton Bareng Piala Dunia 2026 di Denpasar Bali, Harga Mulai 15 Ribuan Saja!

PESTA BOLA DUNIA - Rekomendasi tempat nobar Piala Dunia 2026 di Denpasar, Bali
PESTA BOLA DUNIA - Rekomendasi tempat nobar Piala Dunia 2026 di Denpasar, Bali (Tribun Trends/Instagram @fifaworldcup)

7 Instruksi Resmi Mendagri

  • Inisiasi dan Fasilitasi: Pemda diminta menginisiasi, memfasilitasi, dan mendukung nobar di wilayah masing-masing dengan melibatkan pemangku kepentingan setempat sesuai kemampuan daerah.

  • Penyediaan Ruang Publik: Menyiapkan lokasi strategis dan ruang publik milik pemda maupun masyarakat sebagai titik kumpul nobar.

  • Mobilisasi Perangkat Daerah: Menggerakkan dinas terkait untuk mendukung kelancaran teknis, mulai dari pengaturan lalu lintas, kebersihan, hingga ketenteraman dan ketertiban umum (trantibumlinmas).

  • Koordinasi Keamanan: Berkoordinasi erat dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna menjamin keamanan dan kenyamanan penonton selama acara berlangsung.

  • Keterlibatan Sektor Usaha: Mengajak UMKM, dunia usaha, BUMD, organisasi masyarakat, hingga komunitas pemuda untuk berpartisipasi secara tertib dan bertanggung jawab.

  • Publikasi Luas: Memastikan informasi nobar terpublikasi dengan baik sehingga dapat diakses masyarakat di pusat keramaian, alun-alun, lapangan terbuka, atau gedung pertemuan.

  • Legalitas Hak Siar: Melakukan kerja sama dengan TVRI daerah selaku pemegang hak siar resmi, serta mengarahkan masyarakat untuk mendaftarkan lokasi nobar melalui tautan aplikasi bolagembira.tvrinews.com guna memastikan acara tidak dikomersialkan secara ilegal.

Baca juga: Tempat Nonton Belanda vs Jepang Piala Dunia 2026 di Karanganyar: Bisa Pakai HP, Laptop dan Smart TV

PEDAGANG DI BALI - Yudi Kusdiana (52), seorang pedagang musiman asal Rancaekek, Bandung
PEDAGANG DI BALI - Yudi Kusdiana (52), seorang pedagang musiman asal Rancaekek, Bandung (Tribun Trends/Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro)

Dampak Pesta Bola Dunia Dirasakan Pedagang di Bali

Efek domino dari kebijakan dan gairah Piala Dunia ini nyata adanya.

Di sudut Kota Denpasar, Yudi Kusdiana (52), seorang pedagang musiman asal Rancaekek, Bandung, rela merantau ratusan kilometer dan tidur di emperan jalan demi berjualan bendera negara Pesta Bola Dunia, seperti yang dikutip dari Tribun Bali pada 16 Juni 2026.

Yudi berhasil mengantarkan anak keduanya kuliah di jurusan Sastra Rusia Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung melalui jalur beasiswa.

Fisik tangan kirinya sudah tidak sempurna akibat kecelakaan lalu lintas parah beberapa tahun lalu.

Ia juga mengenang masa-masa kelam pada Piala Dunia 2022, di mana ia sempat telantar dan kesulitan makan akibat dampak pandemi Covid-19.

Namun,  tingginya antusiasme warga membuat lapak benderanya laris manis.

Beroperasi dari pukul 09.00 hingga 18.00 WITA, Yudi mampu menjual hingga sepuluh lembar bendera setiap harinya.

Negara-negara seperti Portugal, Brasil, dan Argentina menjadi favorit para pembeli.

Yudi juga memilih bertahan di Denpasar hingga bulan Agustus mendatang untuk melanjutkan usahanya menjual bendera Merah Putih menyambut Hari Kemerdekaan.

(TribunTrends/Talitha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.