Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BMKG Ungkap Pemicunya
Putu Kartika Viktriani June 16, 2026 03:38 PM

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa 16 Juni 2026, memicu kepanikan warga di sejumlah daerah terdampak.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut dipicu aktivitas sesar aktif di wilayah tenggara Kota Palu dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa terjadi pada pukul 11.27 Wita dengan episentrum berada pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur, atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG: Gempa Palu Dipicu Aktivitas Sesar Aktif

Pengamat Gempa BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Hendrik, mengatakan gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas sesar aktif.

"Gempa ini berkekuatan 6,7 dan kedalamannya sekitar 10 kilometer. Dari hasil analisis, gempa dipicu oleh aktivitas sesar aktif dan terjadi di darat," kata Hendrik saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 17 Juni 2026.

Dokumen resmi BMKG yang diterima TribunPalu.com menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

Selain itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.

Hendrik menjelaskan, karena pusat gempa berada di daratan, peristiwa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

"Kalau tsunami tidak, karena gempa ini di darat. Namun, masyarakat tetap perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan," ujarnya.

Guncangan Kuat Dirasakan di Palu dan Sejumlah Wilayah Sekitar

BMKG mencatat guncangan gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) dan hasil observasi instrumentasi, intensitas gempa mencapai VI–VII MMI di Kota Palu.

Guncangan dengan intensitas V–VI MMI juga dirasakan di Kabupaten Sigi, sedangkan intensitas III MMI dirasakan di wilayah Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju, dan Pasangkayu.

Sementara itu, gempa dirasakan pada skala II–III MMI di Pinrang, Parepare, Pohuwato, Boalemo, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo, dan Luwu Utara.

Getaran kuat yang terjadi pada siang hari itu membuat warga berhamburan keluar rumah dan mencari lokasi yang lebih aman.

Pascagempa, Warga Padati SPBU di Kota Palu

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Parigi Moutong juga memicu kepanikan masyarakat.

Tak lama setelah gempa terjadi, warga dilaporkan berbondong-bondong mendatangi sejumlah SPBU untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kondisi ini menyebabkan antrean kendaraan mengular di beberapa titik pengisian BBM di Kota Palu.

Menurut pantauan tribunpalu.com, sejumlah SPBU di wilayah Kota Palu mengalami kepadatan kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar pascagempa.

Meski demikian, berdasarkan laporan awal BMKG, gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

Warga diminta hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi.

BMKG Catat Gempa Susulan Hingga M 5,1

Hingga pukul 11.20 WIB, BMKG telah mencatat sembilan kali aktivitas gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai M5,1.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa dan memastikan kondisi rumah aman sebelum kembali masuk ke dalam bangunan.

Gubernur Sulawesi Tengah Kerahkan OPD dan Tenaga Medis

Merespons kondisi pascagempa, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memerintahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), tenaga kesehatan, serta unsur penanggulangan bencana untuk segera melakukan penanganan darurat.

Instruksi tersebut dikeluarkan menyusul gempa yang terjadi sekitar pukul 11.27 Wita.

Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur, atau sekitar 42 kilometer arah tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.

Getaran kuat dirasakan di beberapa daerah, termasuk Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong, yang membuat warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Anwar Hafid menegaskan agar seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat dalam menangani kondisi darurat serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi.

Ia menekankan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama.

Sebagai respons awal, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengirimkan tenaga medis ke lokasi-lokasi terdampak untuk memberikan layanan kesehatan bagi korban luka.

Seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan tambahan korban maupun kebutuhan layanan medis.

Pemerintah Siapkan Pengungsian dan Evaluasi Bangunan

Pemerintah juga menyiapkan tenda-tenda layanan darurat di area terbuka sebagai antisipasi gempa susulan, guna melindungi pasien, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang membutuhkan perawatan.

Selain itu, bersama BPBD Sulawesi Tengah, pemerintah mulai menyiapkan tempat pengungsian bagi warga yang harus meninggalkan rumahnya sementara waktu, sekaligus memastikan ketersediaan kebutuhan dasar para pengungsi selama masa tanggap darurat.

Gubernur juga menginstruksikan pengecekan terhadap bangunan yang mengalami kerusakan atau berpotensi terdampak gempa.

Tim teknis akan melakukan penilaian untuk memastikan keamanan bangunan sebelum digunakan kembali.

Hingga saat ini, BPBD masih melakukan pendataan di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta instansi terkait untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan terpadu.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, menjauhi bangunan yang rusak, serta selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.