Elvis Hadun, Jurnalis Kampus Unika Santu Paulus Ruteng
TRIBUNFLORES.COM,RUTENG-
Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Manggarai Timur itu menghadirkan Sekretaris Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat se-Kabupaten Manggarai Timur, pimpinan Unika Santu Paulus Ruteng, serta panitia pelaksana KKN Tematik.
Rapat koordinasi tersebut menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus membangun komitmen bersama dalam menyukseskan program KKN Tematik yang mengusung tema “Pencegahan dan Penanggulangan Stunting serta Peningkatan Literasi.”
Pemkab Manggarai Timur Nyatakan Dukungan Penuh
Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, S.S., membuka kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas inisiatif Unika St. Paulus Ruteng yang menghadirkan KKN Tematik sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi bagi pembangunan daerah.
Menurut Tarsisius, program tersebut sejalan dengan berbagai agenda prioritas Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, terutama dalam upaya menurunkan angka stunting, mengatasi kemiskinan ekstrem, serta meningkatkan literasi dan numerasi masyarakat.
"Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur siap memback up dan mendukung pelaksanaan program ini melalui kerja sama dengan para camat, lurah, dan kepala desa. KKN Tematik ini sangat berpengaruh terhadap upaya penurunan stunting, angka kemiskinan ekstrim, serta peningkatan literasi dan numerasi masyarakat," tegasnya.
Ia berharap seluruh perangkat daerah dan pemerintah kecamatan dapat mengambil bagian secara aktif sehingga program tersebut menghasilkan dampak yang nyata bagi masyarakat.
KKN Tematik Wujud Kampus Berdampak
Rektor Unika St. Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic., Theol., menegaskan bahwa KKN Tematik merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Rektor menjelaskan bahwa mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga hadir sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan di tingkat desa dan kecamatan.
"KKN Tematik menjadi ruang belajar yang sangat penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus hadir sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan di tingkat desa dan kecamatan," ungkap Rektor.
Ia menambahkan bahwa Unika Ruteng memilih tema pencegahan dan penanggulangan stunting serta peningkatan literasi karena kedua isu tersebut memiliki pengaruh besar terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.
"Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, tetapi berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia, kesehatan, pendidikan, produktivitas, dan masa depan daerah. Di sisi lain, peningkatan literasi menjadi kebutuhan mendasar dalam membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman," katanya.
Mahasiswa Fokus pada Lima Isu Strategis
Dalam pemaparan program, Wakil Rektor I Unika St. Paulus Ruteng, Dr. Marselus Ruben Payong, M.Pd. menjelaskan bahwa KKN Tematik 2026 akan mengarahkan mahasiswa untuk bekerja bersama masyarakat dalam menangani sejumlah persoalan yang berkontribusi terhadap tingginya angka stunting.
Mahasiswa akan menjalankan berbagai program edukasi, advokasi, pendampingan, dan bakti sosial yang berfokus pada pencegahan pernikahan dini, peningkatan sanitasi lingkungan, pemanfaatan air bersih, perbaikan pola konsumsi gizi, serta penguatan budaya literasi.
Selain itu, mahasiswa juga akan melaksanakan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan pengolahan pangan lokal, pendampingan usaha mikro, literasi keuangan keluarga, pemanfaatan pekarangan rumah, hingga validasi data masyarakat miskin.
Program tersebut akan menjangkau seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Manggarai Timur yang tersebar di sembilan kecamatan.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Keberhasilan
Rektor menekankan bahwa keberhasilan KKN Tematik tidak hanya bergantung pada mahasiswa dan perguruan tinggi. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kerja sama yang kuat selama pelaksanaan program.
"Kami menyadari bahwa keberhasilan program-program tersebut tidak mungkin dicapai hanya oleh mahasiswa dan perguruan tinggi. Karena itu, sinergi dengan pemerintah daerah, OPD terkait, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, sekolah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan kegiatan ini," ungkapnya.
Menurutnya, rapat koordinasi tersebut menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program KKN dengan kebutuhan riil masyarakat dan prioritas pembangunan daerah.
Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat
Rektor berharap kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya menghasilkan laporan akademik, tetapi juga menciptakan perubahan nyata di tengah masyarakat.
"Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat, menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya pencegahan stunting, serta memperkuat budaya literasi di desa-desa lokasi KKN," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Unika Santu Paulus Ruteng ingin membangun kemitraan berkelanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Melalui semangat kolaborasi tersebut, Unika Santu Paulus Ruteng dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur optimistis dapat mempercepat upaya pencegahan stunting, menekan angka kemiskinan ekstrem, serta meningkatkan literasi masyarakat demi terwujudnya generasi Manggarai Timur yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.