TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Sudah jadi tradisi masyarakat Indonesia, setiap memasuki bulan Muharram, mereka akan membeli barang pecah belah hingga peralatan dapur.
Namun suasana di toko pecah belah kompleks Pasar Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah terpantau lengang pada hari pertama bulan Muharram, Selasa (16/6/2026).
Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Rabu, Taurus Bisnis Lancar, Leo Lebih Percaya Diri
Pedagang pecah belah mengaku omzet mereka belum menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan hari-hari biasa.
Mizwar, seorang pedagang pecah belah di lokasi, mengungkapkan bahwa aktivitas jual beli masih sepi.
Ia memperkirakan keramaian baru akan terjadi menjelang puncak tradisi pada tanggal 10 Muharram.
"Untuk 1 Muharram ini masih sepi. Biasanya masyarakat akan mulai ramai berbelanja menjelang 10 Muharram," ujar Mizwar kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).
Kondisi ini bertolak belakang dengan momen 10 Muharram tahun lalu yang tercatat sangat ramai.
Antusiasme pembeli, terutama ibu-ibu, sangat besar karena mereka memburu peralatan rumah tangga seperti gayung, baskom, panci, dan wajan .
Tradisi berbelanja peralatan rumah tangga pada 10 Muharram ini dikenal dengan nama Mappasagena, yang dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai cara untuk membuka pintu rezeki dan membawa keberkahan di tahun yang akan datang .
Tradisi ini sudah mengakar kuat di kalangan masyarakat Bugis dan Makassar di Mamuju Tengah .
Meskipun saat ini sepi, Mizwar optimistis bahwa omzetnya akan kembali meningkat seiring mendekatnya tanggal 10 Muharram, mengingat tradisi ini sudah menjadi kebiasaan rutin tahunan bagi warga Topoyo.(*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah