TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengancam wilayah Kabupaten Muaro Jambi memasuki pertengahan Juni 2026.
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh BPBD Kabupaten Muaro Jambi, sepanjang Januari hingga saat ini, total luas lahan yang terbakar telah mencapai 1,7 hektare.
Kebakaran yang dipicu oleh dugaan kelalaian manusia itu tersebar di dua kecamatan, yakni dua titik di Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko) dan satu titik di Kecamatan Sekernan. Penyebab kebakaran diduga kuat akibat faktor kelalaian manusia.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, menjelaskan bahwa seluruh upaya pemadaman di masing-masing lokasi kebakaran berhasil ditangani dengan cepat melalui jalur darat.
Mengingat adanya peningkatan suhu panas di berbagai daerah akhir-akhir ini, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla terus disiagakan di lapangan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
"Hingga kini personel masih terus disiagakan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, seiring dengan peningkatan suhu panas di berbagai daerah," kata Anari Hasiholan Sitorus.
Saat ini, Kabupaten Muaro Jambi masih berada dalam Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan. Status ini telah ditetapkan pemerintah daerah sejak 15 April lalu dan direncanakan akan terus berlaku hingga 15 Oktober 2026 mendatang. (*)
Baca juga: Apel Siaga Darurat Karhutla 2026, Polda Jambi Siap Perkuat Sinergi Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan