Ogah Damai, Israel Tetap Gempur Lebanon hingga Porak-poranda, Ben-Gvir Tolak Akhiri Perang
Aura Dewi Arafuru June 16, 2026 05:42 PM

- Serangan Israel menyebabkan kerusakan luas di wilayah Lebanon selatan.

Dikutip dari Viory, rekaman dari Kota Nabatieh menunjukkan bangunan, pasar, dan kendaraan yang hancur akibat konflik.

Puing-puing juga tampak berserakan di sejumlah ruas jalan.

Meski demikian, warga setempat mengaku tetap bertahan di tengah situasi tersebut.

"Kami khawatir tentang keselamatan jalan di sini, tetapi kami tidak takut. Orang-orang Lebanon selatan tidak takut," kata warga Nabatieh, Ali Al-Abed.

"Kami datang ke Nabatieh karena ini tanah kami dan siapa pun tidak bisa mengusir kami. Kami datang berkat darah para martir yang mengorbankan nyawa mereka untuk Selatan," lanjutnya.

Kondisi ini terjadi di tengah tercapainya kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran.

Kesepakatan tersebut dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Jenewa pada Jumat (19/6) mendatang.

Presiden AS Donald Trump menyebut perjanjian itu akan membawa perdamaian dan keamanan bagi kawasan.

Trump juga mengatakan Selat Hormuz akan kembali dibuka setelah kesepakatan ditandatangani.

Di sisi lain, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan perang dan operasi militer di berbagai front akan dihentikan.

Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, turut menyambut baik kesepakatan tersebut.

Ia mengatakan nota kesepahaman antara AS dan Iran memuat klausul penting untuk menghentikan agresi Israel di Lebanon.

Namun tidak semua pihak menyetujui perjanjian itu.

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menegaskan negaranya bukan bagian dari kesepakatan tersebut.

"Kita bukanlah mitra dalam perjanjian ini, yang tidak menjamin keamanan kita," tulis Ben-Gvir di media sosial X.

Ia juga menegaskan Israel tidak boleh puas sebelum Hizbullah dibubarkan sepenuhnya.

Pernyataan itu menunjukkan Israel masih bersikap keras meski upaya perdamaian mulai dibangun di kawasan.

Hingga kini, rincian lengkap kesepakatan antara AS dan Iran masih belum diumumkan secara terbuka.

Sementara itu, kondisi di Lebanon selatan masih menjadi perhatian setelah kerusakan yang ditimbulkan akibat konflik beberapa bulan terakhir. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.