TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Papua (Unipa) bersama Ikatan Mahasiswa Biak (Ikmabi) Manokwari resmi menutup Posko Kemanusiaan untuk korban ledakan bom Biak, Selasa (16/6/2026).
Posko yang dibuka sejak Senin (8/6/2026) hingga Sabtu (13/6/2026) itu dikoordinatori langsung oleh Presiden Mahasiswa BEM Unipa, Yenuson Rumaikeuw.
Selama sepekan, mahasiswa dan relawan turun ke jalan mengajak masyarakat Manokwari berpartisipasi membantu korban musibah.
Aksi penggalangan dana dilakukan di sejumlah titik strategis, seperti lampu merah Makalew, kawasan Sanggeng, dan Haji Bauw Wosi.
Dari aksi tersebut, terkumpul bantuan berupa uang tunai sebesar Rp40 juta, pakaian layak pakai, serta kebutuhan sosial lainnya.
Baca juga: Berikut Identitas Korban Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor
“Puji syukur kepada Tuhan karena selama pelaksanaan posko kemanusiaan ini mendapat dukungan luar biasa dari masyarakat.
Bantuan yang terkumpul bukan hanya uang tunai, tetapi juga pakaian layak pakai serta dukungan moral bagi keluarga korban,” ujar Yenusson melalui pesan singkat kepada Tribunpapuabarat.com.
Ia menjelaskan, seluruh bantuan telah diberangkatkan menuju Biak menggunakan kapal laut pada Senin (15/6/2026) dan disalurkan langsung kepada para korban pada Selasa dini hari (16/6/2026).
Yenuson menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kota Manokwari, para senior, serta keluarga besar Biak yang turut mendukung sejak awal pembukaan hingga penutupan posko.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Kota Manokwari yang turut merasakan duka dan memberikan uluran tangan kasih kepada para korban,” katanya.
Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial masih terjaga dengan baik.
“Dukungan berupa uang tunai, pakaian layak pakai, motivasi, dan doa dari masyarakat sangat membantu sehingga seluruh rangkaian kegiatan posko peduli kemanusiaan dapat berjalan dengan baik hingga selesai,” tutupnya.