Imbas Kenaikan Harga Pertamax, Warga Takengon Bermigrasi ke Pertalite hingga Antre Panjang
Mawaddatul Husna June 16, 2026 05:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TribunGayo.com, TAKENGON - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax menjadi Rp 16.500 per liter mulai memicu efek berantai ditengah masyarakat. 

Salah satu dampak yang paling terasa adalah terjadinya migrasi konsumen dari Pertamax ke Pertalite, yang memicu lonjakan antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Pantauan TribunGayo.com sejak penyesuaian harga BBM pada 10 Juni 2026 menunjukkan antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Pertalite di pusat Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.

Kondisi ini terlihat jauh lebih padat dibandingkan hari-hari biasanya.

Setidaknya ada tiga SPBU utama di pusat Kota Takengon yang mengalami lonjakan antrean cukup signifikan, yakni SPBU Nunang Antara, SPBU Paya Ilang dan SPBU Kemili.

Tingginya permintaan ini juga membuat stok Pertalite di SPBU menjadi lebih cepat habis. 

Berdasarkan pantauan di lapangan, pasokan BBM bersubsidi ini kerap kosong pada pagi hari. 

Hal tersebut terjadi karena pasokan yang masuk pada sore hari biasanya sudah ludes terjual pada malam harinya.

Sehingga menyisakan kekosongan di pagi hari sebelum pasokan baru kembali masuk pada siang atau sore hari berikutnya.

Meski pada beberapa kesempatan stok Pertalite masih tersisa di pagi hari, jumlahnya tidak bertahan lama dan langsung habis dalam waktu beberapa jam saja. 

Fenomena kelangkaan harian ini konsisten terjadi sejak harga Pertamax resmi dinaikkan.

Kurir Berdampak Langsung Imbas Pertamax Naik

Salah satu warga yang merasakan langsung dampak perubahan ini adalah Hafis Rahman (26), seorang kurir di salah satu jasa ekspedisi pengiriman barang di Takengon. 

Menurut Hafis, lonjakan harga Pertamax yang cukup tinggi membuat beban pengeluaran operasional harian sebagai kurir semakin berat.

Untuk menyiasati pembengkakan biaya tersebut, Hafis mengaku terpaksa beralih menggunakan BBM bersubsidi jenis Pertalite demi menjaga kelangsungan pendapatannya.

“Otomatis kita pindah ke Pertalite, cuma kendalanya ya antriannya panjang.

Kadang kalau pagi sebelum buka spbu kami sudah antre supaya dapat, dan tidak terlambat kerja,” kata Hafis kepada TribunGayo.com, Selasa (16/6/2026).

Di sisi lain, pihak pengelola pengisian bahan bakar memastikan bahwa pasokan dari Pertamina sebenarnya berjalan seperti biasa. 

Stok BBM Masih dalam Kondisi Normal

Pengawas SPBU Nunang Antara, Sandi Pratama menegaskan bahwa stok BBM yang masuk ke SPBU mereka sejauh ini masih dalam kondisi normal tanpa adanya pengurangan maupun penambahan kuota.

Ia memaparkan bahwa kuota Pertalite yang diterima SPBU Nunang Antara berkisar di angka 24 ton setiap harinya.

"Adapun untuk solar, pasokan masuk sekitar 8 hingga 16 ton per dua hari.

Sementara untuk Pertamax, dipasok sebanyak 3 sampai 4 kali dalam seminggu dengan kuota 8 ton untuk setiap kali pengiriman," jelas Sandi. (*)

Baca juga: BPKK Aceh Tengah Luncurkan Program "BRUNGER" dan Siapkan Hadiah Menarik bagi Wajib Pajak Taat PBB-P2

Baca juga: Berlangsung hingga Agustus, Sensus Ekonomi 2026 di Aceh Tengah Resmi Dimulai

Baca juga: Jemaah Haji Aceh Tengah di Madinah Dipastikan Sehat, Dijadwalkan Terbang ke Tanah Air 19 Juni 2026

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.