TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sejumlah warga di Banjar Tangi, Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, Jembrana dilaporkan sempat diserang anjing berwarna cokelat. Parahnya, anjing yang disebut sempat menyerang warga setempat tersebut dilaporkan mati, Senin 15 Juni 2026 malam kemarin. Beruntungnya, warga yang sempat diserang sudah melapor ke faskes dan diberikan layanan Vaksin Anti Rabies (VAR).
"Ada beberapa orang warga yang dilaporkan digigit anjing tersebut. Kami sudah laporkan ke petugas, semoga bisa segera ditindaklanjuti, karena tadi pagi juga ada yang sempat diserang HPR lain yakni kucing," kata seorang warga, Putu.
Baca juga: Selama Galungan dan Kuningan, Pertamina Patra Niaga Tambah 258 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Bali
Dia menyebutkan, awalnya warga yang sempat digigit HPR tersebut enggan untuk membawa dirinya ke faskes. Namun, setelah mendengar anjing yang menyerang itu mati dan sebelumnya menunjukkan gejala sakit akhirnya warga tersebut datang ke faskes untuk meminta layanan VAR.
"Astungkara sudah diberikan VAR dari faskes dan harapannya anjing tersebut nantinya tidak rabies," harapnya.
Baca juga: Perlengkapan Penjor di Jembrana Laris Manis Sejak H-5 Galungan, Paket Lengkap Rp 3 Juta
Terpisah, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta mengakui sudah menerima informasi tersebut. Pihaknya telah menugaskan personel dari Tisira untuk menindaklanjuti informasi tersebut.
"Kami sarankan semua warga yang sempat diserang untuk melapor ke Puskesmas terdekat agar mendapat penanganan, misalnya diberikan VAR," jelasnya.
Dia menyebutkan, karena HPR tersebut ditemukan mati usai menyerang manusia, banyak spekulasi muncul. Sehingga, selain mengimbau korban datang ke faskes, pihaknya juga bakal mengambil sampel dari anjing yang ditemukan tersebut.
"Sampelnya nanti kita uji di laboratorium BBVet untuk menentukan positif atau negatif. Namun kami harapkan hasilnya tentu negatif," harapnya.
Untuk diketahui, secara total sudah ada 33 kasus positif rabies pada hewan di Gumi Makepung. Tentunya, jumlah tersebut tersebar di seluruh wilayah Jembrana dan untuk sementara jumlah kasus terbanyak di Kecamatan Mendoyo. Seluruh masyarakat khususnya pemilik hewan peliharaan untuk bersama-sama menekan kasus dan menjaga hewan peliharaannya dengan memberikan vaksinasi rabies.