Kuliner Betawi jadi bagian sejarah Jakarta. Selain kerak telor, ada banyak sajian autentik yang masih bertahan, meski sebagian mulai langka.
Di balik gemerlap gedung pencakar langit dan hiruk-pikuk kehidupan metropolitan, Jakarta menyimpan warisan kuliner yang tak kalah menarik untuk ditelusuri.
Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta pada 22 Juni, ragam kuliner Betawi kembali menjadi sorotan karena menjadi bagian penting dari identitas budaya ibu kota yang telah terbentuk selama ratusan tahun.
Kuliner Betawi lahir dari percampuran beragam budaya yang pernah singgah dan menetap di Batavia.
Pengaruh kuliner Nusantara, Arab, Tionghoa, India, hingga Eropa berpadu menghasilkan aneka hidangan dengan cita rasa khas yang kaya rempah.
Kerak telor jadi ikon kuliner Jakarta. Foto: iStock
|
Dari hidangan berkuah santan hingga jajanan tradisional, makanan Betawi menjadi cerminan sejarah panjang masyarakatnya yang multikultural.
Sejumlah kuliner Betawi masih bertahan dan mudah ditemukan hingga kini. Sebut saja soto Betawi dengan kuah gurih berbasis santan atau susu, kerak telor yang menjadi ikon kuliner Jakarta, hingga nasi uduk dan semur jengkol yang tetap digemari lintas generasi.
Hidangan-hidangan tersebut masih banyak dijajakan di rumah makan legendaris, kaki lima, hingga pusat kuliner yang tersebar di berbagai sudut Jakarta.
Namun, tak sedikit pula kuliner Betawi autentik yang mulai langka dan jarang ditemui.
Beberapa di antaranya adalah sayur babanci yang unik karena tidak menggunakan babat maupun cingur meski namanya demikian, gabus pucung dengan kuah hitam pekat dari kluwek, hingga sengkulun dan kue rangi yang kini semakin sulit ditemukan di pasar tradisional.
Nasi uduk khas Betawi Ilustrasi. Foto: iStock
|
Perubahan gaya hidup, berkurangnya jumlah perajin makanan tradisional, hingga minimnya regenerasi menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan kuliner-kuliner tersebut.
Meski demikian, upaya pelestarian terus dilakukan oleh komunitas budaya, pelaku usaha kuliner, hingga generasi muda yang mulai memperkenalkan kembali makanan khas Betawi kepada masyarakat luas.
Momentum HUT Jakarta pun bisa jadi pengingat bahwa kuliner bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari sejarah dan identitas kota yang patut dijaga.
Karena itu kali ini detikFood akan mengulas tentang serba-serbi tentang kuliner Betawi. Dalam ulasan, kami akan mengungkap fakta sejarah dan filosofi setiap makanan Betawi.
Tak hanya itu, kami juga akan memberikan rekomendasi tempat makan kuliner Betawi dan mengulas kisah dan perjalanan pengrajin kuliner Betawi. Simak terus artikelnya ya!







