TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Isu ketertarikan klub Liga 2 untuk bermarkas di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) bukan isapan jempol.
Meski belum ada klub secara terang-terangan menyatakan ingin menjadikan Lombok sebagai homebase, namun romor tersebut tidak dibantah Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB.
Sekretaris Dikpora Provinsi NTB, Bowo Soesatyo alias Bung Bowo dalam podcast "Jemput Bola" membenarkan ada inisiasi menghadirkan klub liga ke NTB, khususnya yang berpotensi berlaga di level Liga 2.
Bung Bowo menyatakan bahwa rencana tersebut sudah ada, namun belum dipublikasikan secara resmi karena masih dalam proses penyelesaian ikatan-ikatan seperti MoU (Nota Kesepahaman) dan perjanjian lainnya.
"Baru rencana dan belum kita berani kita publish karena perikatan-perikatan, MoU dan lain sebagainya belum (ada), tapi sudah ada inisiasi kita untuk itu," kata Bowo.
Ia memberi kode, klub yang dimaksud kemungkinan akan berlaga di Liga 2 atau Liga 3 Indonesia. Dengan harapan NTB memiliki perwakilan di level klub nasional untuk memicu perkembangan pemain lokal.
Bowo menjelaskan, hal fundamental yang sedang disiapkan adalah mengenai homebase (markas) dan training center. Mereka tengah mencari lahan potensial yang dapat digunakan untuk pengembangan pusat pelatihan sepak bola tersebut.
Bowo menyampaikan rasa optimismenya bahwa tahun depan mungkin akan ada perubahan dan mereka akan terus berusaha untuk memajukan sepak bola NTB.
Stadion GOR 17 Desember saat ini tidak hanya digunakan untuk sepak bola, tetapi hampir seluruh cabang olahraga menggunakannya. Sehingga opsi mencari lokasi baru sangat terbuka.
Baca juga: Fakta Piala Dunia 2026: Negara Asia Belum Terkalahkan di Babak Awal
Lebih lanjut Bowo menjelaskan, rencana ini juga berkaitan erat dengan upaya menarik investor untuk membeli atau membangun klub, karena pemerintah daerah memiliki keterbatasan anggaran dan lebih fokus pada penyiapan infrastruktur dasar serta pembinaan usia dini.
Terlebih tahun 2028, Provinsi NTB akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON). Sehingga menjadi momentum yang pas untuk ikut mengembangkan potensi sepak bola.
"Kita sedang menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, apakah itu pemerintah pusat maupun swasta yang bisa menyupport venue-venue salah satunya stadion sepak bola," katanya.
Dalam wawancara itu, Bowo juga menyebut, kriteria investor yang dicari untuk membawa klub ke NTB adalah pihak yang tidak hanya memiliki modal besar, tetapi juga memiliki visi bisnis terhadap ekosistem sepak bola.
Mereka diharapkan menjadi pihak yang melakukan pembelian klub secara langsung karena sepak bola membutuhkan finansial sangat besar, sementara pemerintah memiliki keterbatasan anggaran.
Investor yang dicari adalah pengusaha yang memahami hubungan antara prestasi sepak bola dan ekonomi.
Sehingga mereka diharapkan mampu menghitung aspek profitabilitas atau keuntungan yang bisa didapatkan dari kepemilikan klub dengan standar internasional.
Secara keseluruhan, pemerintah mencari figur pengusaha yang memiliki uang dan kemauan untuk membangun ekosistem sepak bola yang mandiri agar prestasi klub tidak lagi bergantung sepenuhnya pada dukungan anggaran daerah yang terbatas.