TRIBUN-TIMUR.COM - Anggota DPR RI, Hamka B Kady sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kota Makassar, Selasa (16/6/2026).
Ini bagian dari upaya memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus menanamkan nilai-nilai persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
Sosialisasi dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama hingga warga dari berbagai kalangan.
Dalam pemaparannya, legislator Fraksi Golkar itu menegaskan pentingnya pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Empat Pilar Kebangsaan yang dimaksud meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurut Hamka, keempat pilar tersebut bukan hanya menjadi dasar negara, tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh masyarakat.
Ia menilai penguatan pemahaman kebangsaan menjadi semakin penting di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.
Pasalnya, masyarakat saat ini dihadapkan pada berbagai informasi yang datang begitu cepat melalui berbagai platform digital.
Jika tidak disikapi dengan baik, informasi tersebut berpotensi memunculkan kesalahpahaman hingga perpecahan di tengah masyarakat.
"Empat Pilar Kebangsaan bukan hanya sekadar konsep, tetapi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai tersebut, kita dapat menjaga persatuan dan memperkuat solidaritas di tengah keberagaman," ujar Hamka.
Dalam kesempatan itu, Hamka juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Menurutnya, maraknya penyebaran hoaks dan ujaran kebencian menjadi salah satu tantangan serius yang dihadapi bangsa saat ini.
Informasi yang menyesatkan, kata dia, dapat memicu konflik sosial dan mengikis nilai-nilai persatuan yang selama ini menjadi kekuatan bangsa Indonesia.
Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan literasi digital agar mampu memilah informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Kita harus lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan sampai kita ikut menyebarkan hoaks yang justru dapat merusak persatuan dan kerukunan," katanya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif melalui sesi dialog dan tanya jawab.
Peserta tampak antusias menyampaikan pandangan serta berbagai pertanyaan terkait implementasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Diskusi juga menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat di era digital, termasuk upaya menjaga toleransi dan persatuan di tengah beragam perbedaan.
Hamka berharap kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Menurutnya, edukasi mengenai nilai-nilai kebangsaan perlu terus diperkuat agar rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta semangat menjaga keutuhan NKRI tetap terpelihara di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.(*)